Bank Digital didukung Muamalat Institute untuk Berkembang

Jakarta, Dyota Mahottama Marsudi ditunjuk sebagai presiden direktur PT Bank Aladin Syariah Tbk yang semula bernama PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk, telah mengikuti online Training dengan tema ‘Sharia Banking For Executive’ di Muamalat Institute melalui Webinar Zoom, Senin-Selasa (19-20/04/21).

Tidak hanya Presiden Director Bank Net Syariah, Dyota Mahottama Marsudi yang mengikuti online training di Muamalat Institute, namun Presiden Komisaris Bank Net Syariah, Nudiaz Alvin Pattisahusiwa.

Presiden direktur PT Bank Aladin Syariah Tbk, Dyota Mahottama Marsudi sangat berterima kasih sudah mengajarkan dengan sabar mengenai Sharia Banking For Executive ini.

“Ok, Banget nih pelatihan. Jadi tidak hanya teori, tapi ada prakteknya. Kalau nanti sudah menjalankan Bank lebih kebayang, dan pastinya perlu didiskusikan oleh tim bagaimana cara main dalam ring-ring yang sudah ditentukan. Sejauh ini ringnya sudah terlihat jelas, dan saya ucapkan terima kasih sudah mengajarkan dengan sabar. Berharap, saya bisa menjalankan amanah di Bank dengan baik, berharap juga terus dapet support dari Muamalat Institute untuk Bank yang akan saya pimpin,” ungkapnya Putra dari Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi.

Executive Director MI Anton Hendrianto mengatakan “Alhamdulillah, Muamalat Institute mendapat kepercayaan yang sangat luar biasa dengan memberikan pembekalan kepada komisaris dan Direksi Bank Net Syariah yang telah bertransformasi menjadi Bank Digital Syariah di Indonesia, kami sangat berharap untuk terus bersama-sama membangun ecosystem Perbankan Syariah dan Industry halal. Saya rasa synergy akan menjadi kunci pertumbuhan,” ujarnya saat diwawancarai.

Dia menambahkan “Sesuai dengan komitmen kami pada Industry keuangan syariah dalam mendorong peningkatan kompetensi SDM untuk mendukung pertumbuhan bisnis syariah, maka kami akan mendukung penuh Bank Net Syariah yang dalam proses berganti menjadi Bank Aladin agar menjadi pilar penting di perbankan Indonesia,” imbuh Anton yang juga merupakan pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia. (Z_A)

BACA :

BACA : Muamalat Institute Luncurkan Learning Management System (LMS) Berbasis Komputasi Awan

Bank Muamalat menjalin kerjasama dengan WWF Indonesia

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. bersama World Wildlife Fund for Nature (WWF) Indonesia, serta dibantu dengan Muamalat Institute sebagai partner Bank Muamalat, mengadakan Business Corner “ Business Opportunity for Sustainable Financing” untuk memberikan pelatihan dan sharing session secara Virtual Online kepada karyawan Bank Muamalat mengenai Latar Belakang dan Potensi Bisnis dari Sustainable Finance (Keuangan Berkelanjutan) melalui Webinar-Zoom, Jumat (18/12/20)

Sesi tersebut merupakan salah satu kegiatan pelatihan mengenai konsep Sustainable Finance yang merupakan bagian dari penerapan keuangan berkelanjutan sesuai Program dari regulator – Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dimana Bank Muamalat Indonesia yang menjadi anggota Inisiatif Keuangan Berkelanjutan (IKBI).

Sehubungan dengan hal tersebut, Bank Muamalat telah menjalin kerjasama dengan WWF Indonesia yang merupakan salah satu anggota IKBI dalam penerapan keuangan berkelanjutan, dimana bentuk dari kerjasama ini salah satunya diwujudkan dalam pemberian pelatihan kepada karyawan Bank Muamalat secara periodik.

Head of Sustainable Finance WWF Indonesia Rizkiasari Yudawinata menjelasan bahwa Lembaga Jasa Keuangan memiliki peranan penting dalam masa transisi dunia untuk menuju sustainable business dan Indonesia menunjukkan leadershipnya di Kawasan ASEAN dalam perkembangan sustainability financing yang ditunjang dengan aturan OJK sebagai regulator terkait pembiayaan berkelanjutan yaitu POJK no.51 tahun 2017. ‘’Diharapkan perbankan di Indonesia mulai dapat berkontribusi dalam meningkatkan portofolio pembiayaan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Bentuk Kerjasama WWF Indonesia sebelumnya juga telah memberikan pelatihan-pelatihan kepada Bank Muamalat dalam penyusunan Sustainability Report dan pelatihan mengenai Business Update seperti  Pembiayaan Berkelanjutan yang memperhatikan aspek Sosial, Lingkungan dalam mengembangkan Sustainable Financing. (ZA_MI)

MI Meluncurkan Program Jumat Berkah

MI.com – Muamalat Institut meluncurkan progran Jumat Berkah dengan membagikan mie ayam gratis kepada warga di depan kantor Muamalat Institute Jalan Tanjung Duren Raya Raya, Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, (11/09). Hal ini dilakukan dalam rangka mengawali program Muamalat Institute ‘Jumat Berkah’.

Salah satu penjual Mie Ayam Juliati mengaku sangat bersyukur dan sangat terbantu atas program Jumat Berkah MI ini. Pedagang yang sudah belasan tahun berjualan ini kaget saat tiba-tiba diminta oleh pihak MI untuk memindahkan grobak ke kantor Muamalat Institute dan membagikan Mie Ayam untuk para masyarakat sekitar. ”Bagi pelaku UMKM seperti saya, program MI ini sangat membantu,” ungkap Juliati.

Salah satu driver Ojek Online (Ojol) Mawardi menilai, program ini sangat bagus dengan adanya bantuan ini menolong driver ojol untuk makan siang gratis. ”Karena, orderan ojol lagi anyep, jadi.bersyukur banget dapet makan gratis,” ujarnya.

Executive Director Muamalat Institute Anton Hendrianto menjelaskan, sebagai lembaga konsultan, MI pada saat ini sangat beperan penting dalam membantu klien-klien dalam meningkatkan produktifitas di masa yang sangat menantang, karena banyak yang terdampak sangat dalam dengan kondisi ini, “Maka dari itu Muamalat Institute meluncurkan suatu program filantropi yang akan dilakukan setiap bulannya dengan memberdayakan sektor UKM dan memberikan bantuan langsung kepada yang terdampak covid-19” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Head of People Development & Culture Bank Muamalat Indonesia.

Disisi yang lain, Anton juga berujar, pihaknya berusaha harus memperhatikan dan sensitif pada kondisi sekitar. Menurutnya, ‘Jumat Berkah’ ini dapat membantu dan memberikan keberkahan untuk banyak pihak.(ZA_MI)

Baca : Program CERIA Menjadi Andalan untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan Pada Masa Transisi.

Bank Muamalat Indonesia Luncurkan M-Shop-Muamalah Place

Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia (BMI) Achmad Kusna Permana mengatakan, “alumni adalah asset, terlebih mereka telah banyak berkontribusi untuk Bank ini, bahkan hingga saat ini mereka masih tetap berkontribusi sebagai ambasador bagi Bank Muamalat”. Sebagai bentuk rasa syukur BMI berusaha untuk tetap menjaga silaturahmi dengan para alumninya dengan memberikan program – program yang melibatkan para alumni dan keluarga karyawan”.

Tidak hanya itu, dengan diluncurkannya program M-Shop sebagai Muamalahplace yang ditujukan guna membantu para alumni dan keluarga karyawan dalam mempromosikan produk – produk atau usaha mereka kepada karyawan aktif BMI maka silaturahmi yang sudah terjalin akan menjadi semakin kuat. M-Shop sendiri diharapakan dapat ikut membantu perkembangan usaha para alumni dan keluarga karyawan.

“M-shop adalah bukti nyata bahwa BMI adalah institusi yang berbeda dari kebanyakan institusi yang ada saat ini, Intitusi yang tetap menjaga silaturahmi dan peduli kepada para alumni dan keluarga karyawandemi terciptanya sinergitas yang baik”.

Paralel dengan diluncurkannya program M-Shop Riksa Praksoso selaku Chief Human Capital secara perdana juga membuka program Learning Club. “Pelatihan adalah salah satu hal penting yang kami fokuskan bagi rekan – rekan alumni, Bank Muamalat melalui program Learning Club akan memberikan kesempatan kepada para alumni untuk mendapatkan pelatihan yang insya Allah dapat menunjang kegiatan mereka pasca pension dan tidak ini saja namum berbagai kegiatan positif lainnya seperti pengajian bulanan dan tahajud berjamaah”.

Pada pelaksanaan perdana Learning Club BMI yang didukung penuh oleh Muamalat Institute (MI) dalam memberikan beberapa ragam pelatihan dan pengembangan kepada Industry keuangan dan non-keuangan. “Program Financial Planner ini harapannya dapat membantu peserta dalam membuat keputusan yang bijak dalam mengelola keuangan bersama keluargapada masa kenormalan baru’” pungkas Anton Hendrianto sebagai Executive Director MI dan Head of People Development & Culture BMI.

Baca : Bank Muamalat Memiliki Komitmen untuk Meningkatkan Kompetensi MODP

HIKP dan MI Bulatkan Tekad Hadapi Revolusi Industri 4.0

Jakarta -Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS)  Harta Insan Karimah (HIK) Parahyangan selalu setia dalam memberikan yang terbaik untuk SDM-nya dengan terus bekerja sama Muamalat Institute (MI) dengan menggunakan Muamalat Institute Learning Solution (MILES). Hal tersebut terungkap dalam acara yang mengangkat tema  “Launching Learning Center BPRS HIK Parahyangan dengan Motto : Share Knowledge Together, Better Together” di Werbinar-Zoom, Senin (24/8/2020).

Dalam acara Launching ini dihadiri oleh Direktur Operasional BPRS HIK Parahyangan Martadinata, berikut jajarannya. Hadir juga Executive Director Muamalat Institute  Anton Hendrianto berikut divisi yang lainnya. Dalam rangkainnya acara ini juga ada penyerahan Aplikasi MILES kepada BPRS HIK Parahyangan langsung diberikan oleh Executive Director Muamalat Institute, Anton Hendrianto.

Executive Director Muamalat Institute, Anton Hendrianto menyatakan, bersyukur dengan kegiatan tersebut. Sebab dengan peluncuran ‘learning center’ itu bisa menjadi sebuah ajang pembelajaran dan pengembangan para pegawai.

Baca: Peserta Publik MI berharap bisa Training secara Offline

“Alhamdulillah hari ini Muamalat Institute dan BPRS HIK Parahyangan meluncurkan ‘learning center’ sebuah digital platform untuk pembelajaran dan pengembangan karyawan sehingga dapat memanfaatkan proses pengembangan anytime dan anywhere, kami Muamalat Institute sangat ingin terus merangkul dan mendorong ekosistem syariah untuk tumbuh bersama untuk menciptakan ekonomi syariah yg kuat, ” ungkapnya Anton yang juga menjabat sebagai Head of People Development & Culture Bank Muamalat Indonesia.

Anton juga merasa sangat yakin semangat yang dimiliki oleh karyawan BPRS HIK Parahyangan  dengan managemen BPRS HIK Parahyangan yang terus aktif dalam pengembangan dan pelatihan talenta-talentanya untuk dapat mencapai aspirasi bisnis dengan kuat dan sehat melalui SDM yang memiliki kompetensi yang baik.

Direktur Operasional BPRS HIK Parahyangan, Martadinata menyatakan dalam sambutannya, sangat berterima kasih kesempatan kerja sama kepada MI.

“Kita dapat momen baru, dapat realiasi agenda baru yang bagi saya fundament yang cukup  baik bagi BPRS HIK Parahyangan. Karena berpegangan bahwa  Sumber Daya untuk kemajuan BPRS itu tidak mesti dari dalam, banyak kolaborasi – kolaborasi yang harus kita lakukan diwaktu waktu yang lalu dan kedepannya terus menerus, mengoptimaliasi hasil kerja kita, lebih optimal. Dengan Aplikasi ini kami sangat terbantu” ungkapnya.

Martadinata menambahkan, “Learning Center ini Insya Allah kita bisa Sharing Knowledge frekuensi yang sangat jauh luarbiasa dari sebelum-sebelumnya pengembangan manusia di sisi bisa kita lakukan dengan volume kuantitas yang lebih banyak dan tidak terbatas waktu juga tidak terbatas tempat lagi, nah ini sebuah cara lebih yang cepet bagi kita sebuah bank kecil atau BPRS Bank Mikro, namun punya keinginan untuk cepat tumbuh lebih baik, ” ujarnya. 

Peserta PDPS Menilai Setiap Akad Terdapat Kunci-Kuncinya.

Salah satu kunci para karyawan perbankan Syariah agar memahami Pemahaman Dasar Perbankan Syariah (PDPS) dengan mengikuti training. Salah seorang peserta PDPS menilai dalam training harus memahami kunci kunci setiap akad.

“Kalau yang saya perhatikan hampir tiap akad terdapat kata kunci sehingga dapat mudah dipahami dan dikembangkan” kata Achmad Boyd Awaluddin, salah seorang peserta.

Awaluddin merasa bersyukur bisa mengikuti rangkaian Training ini, walau pun melalui Webinar-Zoom

“Alhamdulillah bisa ikut training PDPS, saya ucapkan terima kasih khususnya kepada Pak Herman dan Muamalat Institute yang sudah memfasilitasi agenda ini. Pemahaman yang saya dapat ini memang sangat mendasar dan dapat sangat membantu saya untuk kedepannya” ungkapnya pria yang menjabat sebagai Kabag SDI & Umum BPRS At-Taqwa.

Baca: FEB UIN Jakarta Gelar Seminar Leadership

Training yang berjumlah 9 peserta dari berbagai perusahaan perbankan Syariah diadakan selama dua hari melalui via Webinar-Zoom, ada pun instruktur PDPS Hermansyah selaku Asosiate Muamalat Institute, Kamis-Jumat (23-24/07/20).

Kontrol Intern cabang Syariah Sambas Bank Kalbar Veni Adriani menyatakan, terima kasih kepada Pak Herman dan Mas Isal dari Muamalat Institute, pelatihan dan materinya mudah dipahami, juga sharingnya ilmunya lebih baik” ujarnya salah-satu peserta. (ZA_MI)

FEB UIN Jakarta Gelar Seminar Leadership

Jakarta– Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta menggelar seminar dengan tema “Menjawab Kebutuhan Industri 4.0 dengan Meningkatkan Kemampuan Kepemimpinan dan Soft Skill Mahasiswa”.  Sebanyak 150 peserta hadir, diantaranya dari mahasiswa  Akuntansi,  Manajemen, Ekonomi Pembangunan, Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah melalui Zoom Webinar, Rabu, (15/07/20).

Dalam seminar ini dihadiri 150 peserta dari mahasiswa  Akuntansi,  Manajemen, Ekonomi Pembangunan, Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah.

Pada kesempatan ini hadir Dekan FEB UIN Jakarta, Amilin dan sekaligus memberikan sambutan dan membuka seminar ini. Pada Kesempatan ini juga FEB UIN Jakarta menghadirkan Executive Director Anton Hendrianto selaku pemateri seminar.     

PIC Seminar ini Najwa Khairina tujuan acara melalui webinar – Zoom, “karena situasi pandemi yang membuat kami harus menghindari pertemuan yang mengumpulkan banyak orang, jadi kami memanfaatkan teknologi supaya kegiatan-kegiatan di kampus tetap berjalan sebagaimana biasanya, termasuk salah satunya adalah penyelenggaraan seminar-seminar untuk mahasiswa maupun dosen” ujarnya.

Najwa Khairina menjelaskan pada sesi ini, pak anton membawakan seminar dengan topik leadership sebagai request kami, karena kami merasa bahwa  soft skill kepemimpinan adalah kebutuhan mendasar mahasiswa kami menghadapi kehidupan profesional mereka pasca kampus.

“Alasannya karena kami merasa bahwa yang selama ini diajarkan di kelas tidak cukup jadi bekal mahasiswa bersaing di pasar tenaga kerja baik lokal maupun global, jadi kami mengupayakan agar mahasiswa memiliki pengetahuan tentang soft-skill yang dibutuhkan saat ini salah satunya adalah leadership” ungkapnya saat wawancara melalui Whatsapp.

Baca: Muamalat Institute Tiada Henti fasilitasi para Generasi Muda Indonesia

Kado Milad untuk Bank BNI Syariah

Jakarta – Sabtu (20/06/20), sebanyak 30 peserta karyawan Bank BNI Syariah memberikan kado terindah saat Milad Bank BNI Syariah yang ke-10 tepat pada tanggal 19 Juni 2020, dengan kelulusan mengikuti ujian Sertifikasi Manajemen Risiko Level 1 dinyatakan lulus 100%.

Sebelum ujian Para karyawan Bank BNI Syariah mengikuti semua rangkaian Online Class Pelatihan dan Pembekalan Sertifikasi Manajemen Risiko Level 1 Pada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Keuangan Syariah PT. Bank BNI Syariah melalui Muamalat Institute dilaksanakan pada hari Senin-Selasa pada tanggal 15-16 Juni 2020 / 23-24 Syawal 1441 H di Zoom Cloud Meeting.

Kegiatan ini merupakan training yang ditujukan untuk pelatihan dan pembekalan ujian sertifikasi profesi manajemen risiko, untuk menambah wawasan serta merefresh kembali pengetahuan mengenai ilmu-ilmu yang berkaitan dengan manajemen risiko.

Baca: Program CERIA Menjadi Andalan untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan Pada Masa Transisi

Client Relationship Manager Muamalat Institute Yudi Krisdianto menyatakan, tentunya sangat bahagia sekali ya, karna memang ini adalah kali pertama pembekalan dan ujian sertifikasi dilakukan secara daring. Dan hasil ujian pun sangat menggemberikan dengan 100% lulus ujian. .

“Tentunya ditengah pandemi sekarang ini pembelajaran secara daring seharusnya bukan lagi kendala, namun berjalannya waktu hal itu perlu adapting. Namun sebagai generasi millenial kedepan adalah dimana proses pembelajaran digital harus kita jalankan dengan lebih baik, dengan harapan kita terus tumbuh dan selalu meningkatkan kapasitas kita dengan ilmu pengetahuan secara lebih luas” ungkapnya.

Digital Innovation Manager, Kirana Noer Aulia salah satu peserta pelatihan menyatakan Pelatihan ini sangat lah bermanfaat untuk para karyawan Bank BNI Syariah “Pelatihan ini sudah bagus dan sukses terus untuk kita semua,” ungkapnya saat memberikan testimoni diakhir training. (ZA_MI)

Program CERIA Menjadi Andalan untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan Pada Masa Transisi.

Jakarta-Kondisi masyarakat begitu besar terdampak dengan menghadapi kondisi pandemic Covid-19 diantaranya begitu banyak permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia, khususnya karyawan perusahaan yang sedang Work from Home (WFH) dan Work from Office (WFO). Hadirnya program CERIA (cerita apa aja) untuk membantu karyawan Bank Muamalat Indonesia (BMI) agar produktivitas dalam bekerja untuk BMI lebih baik, Senin (16/06/20).

Program ini dirancang oleh Bank Muamalat Indonesia, Muamalat Institute (MI) dan peserta Magang dari Universitas Indonesia (UI) dengan melakukan observasi yang terukur kepada karyawan sehingga program ini diluncurkan secara khusus untuk karyawan Bank Muamalat Indonesia. Program ini mendukung merdeka belajar yang digulirkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam memberikan kesempatan pemagangan untuk pelajar dan mahasiswa.

Baca: MI dan BPRS Asbisindo Gelar Seminar Nasional terkait Hadapi Dampak Pandemi Covid-19

Executive Director Muamalat Institute, Anton Hendrianto menjelaskan “Program CERIA (cerita apa aja) adalah program dirancang bersama-sama dengan peserta Magang dari Universitas Indonesia (UI) sebagai salah satu bentuk pengaplikasian dari Employee Assistant Program (EAP) agar staff BMI dapat dibantu dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi untuk dapat terus berkinerja lebih baik untuk perusahaan dan dalam keluarga”, ujar Anton yang juga menjabat sebagai Head People Development & Culture di BMI.

Chief Human Capital Officer BMI, Riksa Prakoso mengatakan begitu besar imbas dari pandemi Covid-19 ini. “Menghadapi situasi pandemi belakangan ini, tidak sedikit diantara kita memiliki kondisi psikologis yang tidak menentu. Hal ini secara tidak langsung dapat mempengaruhi produktifitas kita dalam bekerja. Untuk itu kami menyediakan sebuah program dimana Anda dapat bercerita dan berkonsultasi langsung dengan para psikolog melalui program CERIA (Cerita Apa Saja)” ungkapnya.

Setelah ini BMI akan segera meluncurkan program Financial Planning yang diperuntukan untuk karyawan dalam mengatur keuangan pada masa new normal. Ini adalah bukti nyata inovasi berkelanjutan di area Human Capital untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia yang unggul dan siap dalam menghadapi tantangan dalam era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity).

MI dan BPRS Asbisindo Gelar Seminar Nasional terkait Hadapi Dampak Pandemi Covid-19

Dalam rangka tasyakuran Milad Hari BPRS tahun 2020/1441 H yang diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan Asbisindo Kompartemen BPRS bersama Muamalat Institute menggelar seminar online bertema “Strategi BPRS Menghadapi Dampak Pandemic Covid-19”. Senin (4/05/2020) melalui platform Webinar-Zoom.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direksi BPRS seluruh Indonesia,  dan juga hadir tiga pembicara  dalam yaitu Achmad K. Permana selaku Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia dan Sekretaris Jenderal DPP Perkumpulan Asbisindo, Adiwarman A. Karim, Pengamat Ekonomi Syariah serta Nyimas Rohmah selaku Deputi Direktur Pengembangan Perbankan Syariah OJK.

pandemi covid-19

Dalam rangka milad ke-3 ini selain mangadakan Seminar Nasional, Asbisindo Kompartemen BPRS juga akan mengadakan jamaah tilawah Khotmil Qurán secara online diikuti oleh seluruh BPRS se-Indonesia, bakti sosial kepada masyarakat yang terdampak di setiap wilayah di Indonesia dan pelaksanaan puncak milad BPRS pyang akan dilakukan pada pada tanggal 10 secara online.

Anton Hendrianto selaku Executive Direktur Muamalat Institute dalam sambutannya merasa sangat berbangga dapat menyelengarakan Seminar Nasional untuk memfasilitasi pegiat keuangan syariah sehingga dapat saling terupdate dengan strategy dan informasi untuk menghadapi masalah pandemi COVID 19 dan setelahnya.

 “Sinergi antar pemangku kepentingan dalam ekonomi syariah menjadi kata kunci untuk kita dapat melangkah bersama untuk menuju masyarakat madani’’ ujarnya

Anton menambahkan “Inshaa Allah, Muamalat Institute terus hadir dalam menciptakan SDM yg unggul dalam dunia perbankan syariah khususnya BPRS yg akan menjadi salah satu pilar penting pertumbuhan ekonomi Indonesia’’ ungkap Anton yang saat ini juga menjabat eksekutif senior di Bank Muamalat Indonesia.

Cahyo Kartiko selaku Ketua Asbisindo Kompartemen BPRS dalam sambutan mengatakan bahwa Pencanangan hari BPRS Syariah merupakan amanah dari rapat kerja nasional Departemen BPRS Syariah Asbisindo pada tahun 2017.

Baca : Instruktur Leadership Banjir Pujian Dari Para Peserta Training.

‘’Milad BPRS ini memang sangat kental dengan kondisi Covid-19 ini.  Kondisinya sangat mempengaruhi pengembangan kita, operasional kita maka perlunya solidaritas dan  optimisme dalam industri BPRS untuk menghadapi Covid-19.  Kita harus saling berkomunikasi, silaturahmi, dan saling menguatkan. Kita harus optimis, penuh semangat dan tidak pernah putus asa, insya Allah akan ada jalan keluar yang terbaik” tambahnya.

“Berbagai resiko yang kita hadapi insya Allah kita akan upayakan untuk diminimalisir dampaknya, salah satunya adalah kita melaksanakan seminar nasional ini secara online agar kita selalu terupdate dan mendapatkan jalan keluar dari masalah ini’’ ungkapnya (ZA_MI)

Open chat
Assalamu alaikum warahmatullohi wabarakatuh.... ada yang bisa kami bantu ?