FEBI UIN Mataram dan Muamalat Institute Optimis Bangun SDM Syariah untuk NTB.

Menindak lanjuti dari kesempatan yang telah dilaksanakan pada Kegiatan Perjanjian Kerjasama (PKS) oleh Muamalat Institute (MI) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Mataram melaui Zoom, kamis lalu (25/3/21).

Executive Director memberikan kuliah umum kepada mahasiswa UIN Mataram pada acara Studium General dengan Tema “Optimalisasi Dunia Pendidikan Ekonomi dan Bisnis dalam rangka pembangunan Daerah NTB” yang dilaksanakan di Ruang Teater Gedung Research Center UIN Mataram, Jl. Pendidikan No.35, Dasan Agung Baru, Kec. Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (12/4/21).

“MI berupaya untuk mensinergikan seluruh elemen syariah di NTB untuk menciptakan ecosystem demi meningkatkan market syariah di NTB sebelum peningkatan ekonomi pada saat diluncurkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang akan mengelar ajang dunia pada tahun 2022 yakni Moto GP. Maka dari itu Industri Kreatif Syariah harus mengambil peran dan dimajukan melalui generasi muda NTB. Dan saya sangat salut dengan komitmen UIN Mataram, khususnya FEBI UIN Mataram yang terus berupaya agar semua cita-cita mulia tercipta,” pungkas Executive Director MI Anton Hendrianto.

Anton menambahkan, “MI terus berupaya tanpa lelah untuk dapat mewujudkan NTB menjadi ‘Center of Excellence Syariah’, setelah ini kami akan melakukan serangkaian diskusi dengan seluruh pemangku kepentingan dengan sasaran jangka pendek meningkatnya literasi keuangan syariah dan Inklusi perbankan syariah dengan memberdayakan generasi muda dan digital platform untuk menyambut masa depan syariah yang lebih baik di NTB, Saya ucapkan terima kasih kepada Dekan FEBI UIN dan jajarannya” pungkas Anton yang juga merupakan Pejabat Senior di Bank Muamalat Indonesia.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan 1, Dr. Muh Salahuddin, M.Ag, Wakil Dekan 2, Dr. Muhammad Saleh, MA, Wakil Dekan 3, Dr. Muhamad Yusup, MSI, Branc Manager Bank Muamalat Indonesia Cabang Mataram, Nasrullah.

Dekan FEBI UIN Mataram, Ahmad Amir Aziz sangat mengucap syukur dan berterimakasih atas kehadiran Pak Anton Hendrianto, kemarin itu teman-teman dosen dan mahasiswa cukup antusias menyimak dan ada diskusi ringan terkait hal itu. Mudah mudahan dalam waktu dekat tindak lanjutnya nanti bisa kita diskusi lebih lanjut bagaimana agar apa yang kemarin dipikirkan dan direncanakan, apa yang dihasilkan dari point point penting yang menjadi kesepakatan, mangarah pada titik temu konsep itu bisa kita tindak lanjuti pada masa masa yang akan datang.

“Kami berharap MI bisa mensupport, karna bagaimana pun mahasiswa kami cukup banyak ekonomi Syariah di NTB, perlu pendamping, kami juga berharap bisa join mengadakan semacam research untuk memetakan lebih jauh bagaimana gagasan Centre of Excellence itu bisa kita wujudkan. Kami tengah terus mempersiapkan itu dan perlu diskusi lebih intens mengenai apa yang kita hajatkan bisa kita wujudkan dengan program yang lebih operasional,” tuturnya.

Wakil dekan I bidang akademik, Salahuddin, menjelaskan ada beberapa hal yang saya catat dari kegiatan kemarin dengan MI. Yang pertama, bahwa hubungan Kerjasama kita Bersama dengan MI adalah hubungan yang symbiosis mutualisme dimana Lembaga bisnis selain berfungsi bisnis juga harus memiliki fungsi edukatif dan sosial. Demikian pula apa yang ada didunia Pendidikan tidak hanya murni untuk ilmu pengetahuan tetapi bagaimana men-supply apa yang dibutuhkan oleh industry. Dan disitulah letak titik temu kita.

“Oleh karena nya kedepan diharapkan Kerjasama FEBI UIN Mataram dengan MI dapat lebih menguatkan lagi tingkat professionalisme mahasiswa dan tenaga tenaga professional ekonomi Syariah yang ada di NTB”, ujarnya. (Z_A)

SDM Bank DKI makin handal bersama Muamalat Institute di HUT-60

PT Bank DKI selalu berkomitmen mengembangkan SDM untuk menjadi faktor pembeda dari kompetitor, ini juga ditandai dengan peresmian Learning Center(LC) dalam waktu dekat. Fasilitas pendidikan dan pengembangan karyawan yang nyaman dan mengunakan teknologi terkini berlokasi di Jl. Wijaya I nomor 7 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yg telah di-soft launch pada akhir tahun lalu.

Learning Center Bank DKI ini akan menjadi pusat pengembangan kompetensi SDM berkualitas yang mampu menghadirkan insan yang profesional, adaptif & berkarakter, sehingga mampu mendorong pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan sebagai visinya.

Menjelang HUT ke-60 yang jatuh pada tanggal 11 April 2021. Bank DKI bersama Muamalat Institute kembali melakukan kolaborasi dalam meningkatkan kompetensi SDM dengan menyelenggarakan pelatihan Hypnoselling bagi para karyawan Relationship Manager (RM) yang telah dilaksanakan pada tanggal 6-7 April 2021, acara ini juga menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Dalam sambutannya Direktur Eksekutif Muamalat Institute Anton Hendrianto menyampaikan “Sebuah kesempatan yang patut di syukuri oleh seluruh SDM karena Bank DKI ditengah kondisi pandemi tetap berkomitmen dalam menginvestasikan elemen penting dalam keberlangsungan usaha yakni SDM untuk dapat terus belajar dan meningkatkan kompetensi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman”.

Anton juga menyampaikan selamat kepada Bank DKI yang telah memiliki learning center “Tak lupa saya sampaikan selamat kepada Bank DKI dan para pimpinan yang sangat fokus dalam meningkatkan kompetensi SDM, ini dilihat dari hadirnya learning center dengan konsep milenial, cozy dan techy. Sehingga para karyawan dapat lebih fokus dan nyaman menjalankan pelatihan” ungkapnya Anton yang juga pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia.

Melanjutkan sambutan dari Bapak Anton Hendrianto, Ibu Amalia Anggraini selaku Pemimpin Departemen Learning Operation Bank DKI mengatakan “Bank DKI memang sangat fokus dalam meningkatkan kualitas SDM, salah satu komitmen kami adalah pelatihan,selain pemilihan tema dan materi yang baik juga peningkatan pelayanan kepada peserta pelatihan di Gd Learning Center sgt penting utk menjadikan SDM “Competent People Great Character “

Ibu Amalia Anggraini juga mengucapkan terimakasih kepada Muamalat Institute yang telah mendukung pelatihan hypnoselling sebagai salah satu program yang dibutuhkan oleh karyawan Bank DKI. “Besar harapan kami, antara Bank DKI dan Muamalat Institute dapat terus berkolaborasi untuk program-program lainnya” ujar Amalia dalam sambutannya kepada 24 peserta pelatihan. (Z-A)

BACA : Muamalat Institute Luncurkan Learning Management System (LMS) Berbasis Komputasi Awan

Muamalat Institute dan FEBI UIN Mataram membentuk SDM untuk pengembangan ekosistem Syariah di Nusa Tenggara Barat.

Muamalat Institute melakukan penandatanganan Kerjasama, dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mataram, terkait komitmen dalam pengembangan ekosistem Syariah di Nusa Tenggara Barat, kegiatan Perjanjian Kerjasama (PKS) ini dilaksanakan melalui via Webinar-Zoom, Kamis (25/3/21).

Dalam PKS virtual ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan bisnis Islam UIN Mataram, Dr. H. Ahmad Amir Aziz, M.Ag, berikut jajarannya, Executive Direktor Muamalat Institute Anton Hendrianto berikut jajarannya, dan juga hadir Kepala Cabang Bank Muamalat Indonesia, Nasrullah.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mataram Ahmad Amir Aziz, menjelaskan Bahwa memang untuk pengembangan Ekonomi Syariah memerlukan satu kata dan ekosistem, karena berapa pun itikad baik kita setinggi motivasi kita, kalau kita gagal membangun sebuah ekosisitem yang kondusif untuk itu, maka semakin jauh. Karena itu Langkah-langkah operasional kearah pengembangan stakeholder penguatan mata rantai halal tourism itu juga menjadi agenda besar kita kedepan.

“Dengan hadirnya Muamalat Institute berharap akan bisa lebih memperuncing, membuat kita bisa lebih cerdas menganalisis berbagai persoalan membaca peluang-pelung dengan diskusi secara intens, dan juga membentuk tim-tim kecil yang ada untuk mengkonsep ekosistemnya sepereti apa. Dan kemudian kita akan aksi bersama untuk menawarkan konsep itu ke pihak pemprov dan stakeholder yang lainnya, pasti banyak yang merespon kalau kita berhasil melahirkan satu konsep untuk pengembangan ekosistem Syariah di Nusa Tenggara Barat ini,” ujarnya saat sambutan.

Executive Director Muamalat Institute (MI) Anton Hendrianto menjelaskan, Salah satu langkah strategis Muamalat Institute (MI) dalam rangka meningkatkan perkembangan ekonomi syariah khususnya peningkatan kompetensi SDM terus dikepakan dengan kerjasama dengan UIN Mataram, saya sangat yakin kesamaan Visi dan Misi antara kami dan seluruh stakeholders syariah di NTB akan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi syariah di NTB secara significant yang berdampak pada pertumbuhan Nasional.

“Setelah langkah awal ini kami akan segera menyusun rancang biru dan peta jalan untuk pertumbuhan ekonomi syariah dan halal industry secara berkesinambungnya di NTB bersama seluruh unsur yang ada di ecosystem syariah,” pungkas Anton yang juga selaku pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia. (Z_A)

Baca : Muamalat Institute Luncurkan Learning Management System (LMS) Berbasis Komputasi Awan

Muamalat Institute mendukung Sistem pembelajaran digital Bank Nagari dalam meningkatkan kualitas SDM

Padang_ Sabtu, (20/3/21) bertempat di Hotel Grand Inna Padang telah dilaksanakan pembukaan Pelatihan Refreshment PDPS Batch 1 & 2 untuk para Analis Kredit dan Adm. Kredit Bank Nagari. Pelatihan ini merupakan kerjasama antara Muamalat Institute dengan Bank Nagari. Kerjasama ini adalah komitmen Muamalat Institute dalam mempersiapkan SDM Bank Nagari yang berkualitas untuk proses konversi menjadi Bank Syariah.

Pembukaan pelatihan ini dihadiri oleh Pemimpin Divisi Sumber Daya Manusia Zilfa Efrizon, Pimpinan Grup Diklat Bank Nagari Nong Yendra dalam sambutannya mengatakan “Bank Nagari sangat konsen dalam mempersiapkan SDM yang mampu memahami perbankan syariah, dengan adanya pelatihan ini diharapkan para peserta dapat menguasai akad dan produk perbankan syariah dengan baik,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut ditanggapi juga oleh Direktur Eksekutif Muamalat Institute Anton Hendrianto yang juga hadir pada acara tersebut, beliau mengatakan “kesempatan yang telah diberikan oleh Bank Nagari berupa pelatihan ini harus patut di syukuri, sebab kalian adalah penerus estafet kepemimpinan Bank Nagari yang akan datang, maka kompetensi dan integritas menjadi kunci untuk terus sukses” ungkap Anton yang merupakan pejabat senior Bank Muamalat Indonesia.

Anton menambahkan “sebentar lagi Bank Nagari akan segera meluncurkan system digital learning yang merupakan kerjasama dengan Muamalat Institute dalam mendukung pembelajaran yang “anytime” dan “anywhere” di era new normal dan support kepada karyawan Bank Nagari dalam memudahkan memahami perbankan syariah dengan cara yang kekinian”
Dalam pelaksanaan pembelajaran e-Learning di Era Revolusi Industri 4.0 titik beratnya pada pemanfaatan teknologi dalam proses media pembelajaran e-Learning, tentunya menjadi hal yang tidak dapat terpisahkan. Hal tersebut, dapat mendukung perubahan paradigma pembelajaran dari yang sebelumnya berpusat pada pengajar (teacher centered), menjadi berpusat pada peserta belajar (student centered). Kegiatan pembelajaran e-Learning ini harus ditunjang oleh sebuah sistem yang dinamakan Learning Management System (LMS). Media ini dapat digunakan di luar kelas dan waktu yang fleksibel di luar jam kelas.

Pada kesempatan kali ini juga sambutan disampaikan oleh Pemimpin Divisi Sumber Daya Manusia Bank Nagari Bapak Zilfa Efrizon mengatakan kepada 70 peserta “Di era persaingan yang sangat ketat, setiap karyawan Bank Nagari haruslah mempunyai semangat juang yang tinggi dan semangat untuk belajar dalam rangka meningkatkan kualitas sebagai karyawan, jadi setiap pelatihan harus digunakan sebaik mungkin untuk bertanya dan belajar” ujarnya. (Z_A)

Baca : Ingin Ciptakan SDM Unggul, Muamalat Institute Luncurkan Learning Management System

Muamalat Institute Bank Syariah Adakan Pelatihan Sharia Banking for Executive Program

Bank Syariah adakan Pelatihan Sharia Banking for Executive Program dengan tujuan Peserta memahami dasar rujukan Perbankan Syariah di Indonesia: Fatwa Dewan Syariah Nasional dan Regulasi Otoritas Jasa Keuangan, Peserta memahami secara komprehensif sistem operasional perbankan syariah Indonesia. Program ini juga menawarkan kesempatan bagi Board of Commisioners Bank Syariah Bukopin untuk memperoleh wawasan dan pengetahuan yang komprehensif tentang perbankan Syariah, Senin (15/3/21).

Adapun peserta yang mengikuti Pelatihan Sharia Banking for Executive Program di antaranya, Komisaris Utama Independen Bank Syariah Bukopin Mustafa Abubakar, dan Direktur Bank Syariah Bukopin Denny Riyanto, diselnggarakan di Kantor Pusat dan Operasional Jalan Salemba Raya Nomor 55 Jakarta Pusat.

Komisaris Utama Independen Bank Syariah Bukopin Mustafa Abubakar merasa senang bisa mengikuti pelatihan BSB ini.

“Alhamdulillah kegiatan ini pun berjalan dengan baik dan lancar. Semoga ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini dapat bermanfaat untuk peserta. Dan terima kasih atas penyajian materi ini yang disampaikan oleh fasilitator Muamalat Institute DR. Ardiansyah Rakhmadi menarik sekali Komprehensif dan cukup sitematis.

“Bagi saya syariah ini sesuatu yang baru, mengenal prinsip-prinsip syariah baru sekarang dan merasa terbantu, penyajiannnya sistematis, case-case-nya juga lebih real, dan saya bisa langsung menyanggah, mempertanyakan, mengusulkan hal yang baru, ” ungkapnya Mustafa yang pernah menduduki jabatan Menteri BUMN 2009-2011.

Executive Director Muamalat Institute Anton Hendrianto menjelaskan, Muamalat Institute selalu berkomitmen tinggi untuk terus mendukung ekosistem syariah untuk tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan.

“Saya juga melihat komitmen yang sama dari manajemen Bank Bukopin Syariah untuk terus mengembangkan SDMnya demi dapat mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat,” tuturnya.

“Pada program Executive Sharia Banking diikuti dengan sangat antusias oleh komisaris utama Dr. Ir. Mustafa Abubakar, M.Si dan Direktur Denny Riyanto ini bukti nyata BSB akan terus berpartisipasi aktif mendukung perkembangan industri sharia dan ini merupakan salah satu program dari beberapa program pengembangan dan pelatihan di BSB yang didukung oleh Muamalat Institute,” pungkas Anton yang juga sebagai pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia. (Z_A)

Baca : Ingin Ciptakan SDM Unggul, Muamalat Institute Luncurkan Learning Management System

Bank Kalbar Syariah melalui Muamalat Institute mengasah SDM Gadai Emas.

Muamalat Institute bekerjasama Bank Kalbar Syariah mengasah SDM Bank Kalbar Syariah melalui pelatihan Gadai Emas Syariah (Rahn) merupakan salah satu produk perbankan syariah yang tumbuh dengan cepat dalam bisnis perbankan syariah saat ini, pelatihan ini di laksanakan di Lantai 4 Kantor Bank Kalbar Syariah, Pontianak, Jalan KH. Ahmad Dahlan, Kalimantan Barat, Kamis-Jumat (18-19/2/21)

Mengutip laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait Industri Keuangan Non Bank (IKNB) syariah, peningkatan bisnis gadai syariah ini ditopang oleh pertumbuhan pinjaman pembiayaan syariah berbentuk Rahn yang mencapai Rp 4,01 triliun per Maret 2018, naik 1,77% dibandingkan periode yang sama di tahun 2017.

Dalam kegiatan in dihadiri oleh Direktur Umum Bank Kalbar Rokidi, Pemimpin Cabang Syariah Pontianak Dedi Syafriadi, Kepala Divisi Usaha Syariah Sy. Muhammad Haddad, Direktur Umum Bank Kalbar Rokidi, Executive Director Muamalat Institute Anton Hendrianto, dan juga Fasilitator Gadai Emas Syariah.

Kegiatan ini juga menerapkan dengan protokol kesehatan yang ketat dengan melakukan Swab PCR Fasilitator, dan Panitia, juga menyediakan Hand Sanitizer, Masker, dan pengecek suhu.

Bentuk komitmen dari Muamalat Institute bersama Bank KalBar adalah contoh konkrit dalam mengembangkan kualitas SDM terutama pada produk dan layanan yang unik di perbankan syariah yakni gadai emas, produk dan layanan ini harus terus didorong menjadi faktor pembeda pada dunia perbankan dan kami adalah lembaga yg sangat mumpuni dalam bidang ini, jelas Anton Hendrianto sebagai Executive Director MI.

“Disela-sela pelatihan saya berdiskusi dengan jajaran manajemen Bank KalBar untuk merancang program pelatihan dan pengembangan yg berkesinambungan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dalam menjawab tantangan pada era new normal ini,” pungkas Anton yang juga selaku pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia. (Z_A)

Baca : Muamalat Institute Luncurkan Learning Management System (LMS) Berbasis Komputasi Awan

Muamalat Institute adakan Jumat Berkah ke-6 dengan Blusukan

Jakarta- Muamalat Institute Kembali adakan Jumat Berkah rutin sebulan sekali.. kali ini Jumat Berkah Muamalat Institute adakan dengan belusukan ke rumah warga, sambal mengedukasi kepada warga sekitar pentingnya menjaga Protokol Kesehatan di era pandemi di  belakang Pasar Kopro, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Jumat, (5/2/21).

Muamalat Institute selian membagikan nasi box, juga memberikan masker dan Hand sainitizer ke tangan masyarakat, juga memberikan edukasi ke Masyarakat sekitar pentinya menerapkan protocol Kesehatan dengan 3 M, Memakai Masker, Menajaga Jarak, dan Mencuci Tangan.

Aisyah (60) sangat bersukur dengan adanya jumat Berkah yang diadakan oleh Muamalat Institute ini dan Ibu Aisyah langsung mendoakan. “Biar berkahnya banyak, penduduk penduduk sini biar hilang koronya. Dan biar selamat semuanya. Selalu kami doakan untuk Muamalat Institute yang terbaik, ungkapnya warga sekitar.

Ilham Nadhir selaku ketua pelaksana menjelaskan kegiatan Jumat Berkah ini sangat baik dan lebih baik dibandingkan dengan Jumat Berkah yang sebelumnya. “Jumat Berkah kali ini berbeda yaitu mengunjungi warga di perkampungan di sekitaran dengan pasar Kopro Tanjung Duren Selatan Jakarta Barat dengan bertujuan untuk meningkatkan solidaritas, nilai keberkahan, dan nilai kemanusiaan terhadap warga sekitar yaitu dengan membagikan masker dan mengedukasi protokol kesehatan bagi yang tidak menggunakan masker,” ujarnya.

Menu Jumat Berkahnya adalah Nasi Warteg dengan Ikan dan Ayam Goreng. Selain itu juga kegiatan ini untuk meningkatkan kepatuhan terhadap masyarakat di sekitaran agar mampu mengendalikan terhadap Pandemi COVID 19 dan Segera bebas dari ancaman Panggebluk COVID 19. “Semoga Kegiatan Jumat Berkah ini dan kedepannya semakin barokah, meningkatkan pahala, dan Muamalat Institute menjad institutsi terbesar di Asia bahkan di Dunia, Aamiin,” ungkapnya pria yang sering disapa Ilham. (Z_A)

Muamalat Institute Dorong Peningkatan Kompetensi Bankir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Manajemen Risiko Bankir Indonesia Muamalat Institute (MI) konsisten memberikan dukungan untuk peningkatan kompetensi bankir perbankan syariah di Indonesia. Executive Director MI, Anton Hendrianto mengatakan bisnis perbankan tidak bisa lepas dari bagaimana melakukan pengelolaan manajemen risiko yang baik.

“Maka dari itu MI merancang program Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan yang terstruktur dan berkualitas,” katanya dalam keterangan pers, Jumat (20/11).

Menurutnya, hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kompetensi di bidang Manajemen Risiko. Ini menjadi cara menempuh standar profesi dan kode etik yang baik untuk meningkatkan kualitas manajemen risiko dan corporate governance perbankan syariah Indonesia.

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/ 19 /PBI/2009 Tanggal 4 Juni 2009 tentang Sertifikasi Manajemen Risiko Bagi Pengurus dan Pejabat Bank Umum dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 12/ 7 /PBI/2010 Tanggal 19 April 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/19/PBI/2009 tentang Sertifikasi Manajemen Risiko Bagi Pengurus dan Pejabat Bank Umum, bank wajib mengisi jabatan pengurus dan pejabat bank dengan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan keahlian di bidang Manajemen Risiko. 

Pengurus dan pejabat bank tersebut wajib memiliki sertifikat manajemen risiko yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi profesi. MI mendukung program ini dengan melakukan Pembekalan Sertifikasi Manajemen Risiko level 1 sampai dengan level 5 kepada karyawan bank, dosen, mahasiswa maupun masyarakat umum yang akan melakukan ujian sertifikasi manajemen risiko di lembaga sertifikasi yang sudah ditetapkan oleh BNSP.

Selang bulan Januari 2020 hingga saat ini, MI telah melaksanakan Pembekalan sebelum ujian sertifikasi manajemen risiko ke beberapa lembaga. Di antaranya Bank Muamalat, Bank Syariah Bukopin, BNI Syariah, BPRS HIK Cibitung, BTPN Syariah, UIN Syarif Hidayatullah, UNISNU Jepara, PT BPRS Al Salaam Amal Salman, Bank Mega Syariah, dan Kelas Publik yang dilakukan untuk umum baik bankir, akademisi dan berbagai kalangan.

Data persentase seluruh kelulusan ujian yang didapat setelah kelas pembekalan ini selama bulan Januari 2020 hingga saat ini adalah Pembekalan Sertifikasi Manajemen Risiko Level 1 yaitu 91,13 persen, Pembekalan Sertifikasi Manajemen Risiko Level 2 yaitu 93,75 persen, Pembekalan Sertifikasi Manajemen Risiko Level 3 100 persen. 

Sehingga dikalkulasikan seluruhnya sebesar 94,18 persen dari 448 peserta yang sudah mengikuti kelas pembekalan di MI yaitu 413 peserta yang kompeten. Bagi peserta yang belum kompeten dapat mengikuti kelas ulangan untuk mendalami lebih lanjut materi yang disampaikan hingga peserta tersebut lulus ujian.

“Inilah wujud dari komitmen kami dalam membangun landscape perbankan yang lebih baik di Indonesia,” kata Anton Hendrianto yang juga sebagai pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia.

Anton juga menyarankan untuk segera dapat berkonsultasi dengan konsultan dari MI agar mendapatkan solusi yang terbaik perihal ini. Menurutnya, selain kelas pembekalan, MI juga melakukan pelatihan refreshment program untuk para peserta yang telah lulus ujian sertifikasi manajemen risiko.

Tujuan dari pelatihan ini yaitu untuk memberikan penyegaran kepada bankir profesional dan peserta yang telah lulus ujian sertifikasi manajemen risiko. Juga pemeliharaan sertifikasi manajemen risiko dimana masa berlaku untuk Sertifikasi Manajemen Risiko Level 1 sampai dengan 3 selama empat tahun dan dua tahun untuk Level 4 dan 5.

Koordinator Operasi dan Pelayanan Cabang Bank syariah Bukopin, Mohammad Aulia, sangat bersyukur dan banyak manfaat yang diperoleh setelah mengikuti pelatihan tentang Manajemen Risiko yang diselenggarakan oleh MI. Menurutnya, banyak ilmu dan istilah-istilah manajemen risiko yang didapat terutama  dalam menghadapi risiko-risiko yang terjadi dalam perusahaan. 

“Materi yang diberikan sangat membantu dalam menghadapi ujian sertifikasi yang diselenggarakan oleh LSP KS,” katanya.

Sumber : https://republika.co.id/berita/qk34j5383/muamalat-institute-dorong-peningkatan-kompetensi-bankir

Bank Muamalat Berbagi Tips Bersepeda Sehat Kepada Nasabah Prioritas

Jakarta, 10Januari 2021 – Bersepeda adalah salah satu olahraga yang menjadi tren di masa pandemi. Komunitas pesepeda alias cyclistpun bermunculan. Seiring dengan tren tersebut, Bank Muamalat berkolaborasi dengan Pocari Sweat dan Muamalat Institute mengadakan webinar dengan tema “Tips Bersepeda yang Benar & Aman” pada Minggu, 10 Januari 2021.

Webinar yang diikuti oleh nasabah prioritas ini menghadirkan Andri Prawata sebagai cycling coach dan Bamandhita Rahma sebagai Sport Science Expert dari Pocari Sweat Sport Science. Andri menjelaskan mulai dari jenis sepeda, perlengkapan bersepeda, hingga cara bersepeda yang aman. Sedangkan Bamandhita menjelaskan pentingnya asupan makanan dari 90 menit sebelum bersepeda, dan tidak kalah penting cairan tubuh mulai dari sebelum, saat dan setelah bersepeda agar tubuh tidak dehidrasi.

Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K. Permana mengatakan, webinar ini merupakan bentuk apresiasi perseroan kepada para nasabah loyal, khususnya nasabah Muamalat Prioritas yang gemar berolahraga.Bank Muamalat juga menyiapkan program tabungan berhadiah sepeda sesuai pilihan nasabah.

“Kami berharap dapat merangkul komunitas sepeda melalui event seperti ini. Apalagi kami juga sering mengadakan virtual ride yang diikuti oleh karyawan dan keluarga. Mudah-mudahan semakin banyak nasabah yang berpartisipasi,” ujarnya.

Di penghujung tahun 2020 Bank Muamalat telah mengadakan kegiatan virtual ride yang diikuti oleh perwakilan Karyawan dari seluruh Indonesia dan Kuala Lumpur. Dalam kegiatan bersepeda virtual ini setiap kilometer yang dilalui oleh peserta dikonversikan menjadi rupiah untuk didonasikan.Total donasi yang terkumpul senilai Rp 50.925.698. 

Sebagai informasi, Pocari Sweat sebagai produk yang memiliki visi meningkatkan kesehatan dan memajukan dunia olahraga Indonesia membuat tim khusus yang dinamakan Pocari Sweat Sport Science. Tim ini bertujuan memberikan edukasi dan intervensi untuk membantu masyarakat agar bisa berolahraga dengan efektif. Pocari Sweat Sport Science merupakan implementasi 4 disiplin ilmu yaitu sport medicine, sport fisiologi, sport nutrisi dan sport psikologi.

Adapun Muamalat Institute merupakan anak usaha dari Bank Muamalat yang fokus bergerak dalam bidang traning, konsultasi, pengembangan bisnis dan sumber daya manusia, dengan menyediakan jasa di bidang Training, Research, Consulting, Recruitment & Publication. Selama 2 dekade lebih Muamalat Institute telah banyak mencetak sumber daya manusia berkualitas sehingga dapat berperan dalam pengembangan ekonomi syariah dan pembangunan Indonesia. (ZA_MI)

MI Dorong Warga Ciloang Kota Serang untuk Wirausaha di Masa Pandemi

Muamalat Institute (MI) turut menyosialisasikan kepada warga lingkungan Ciloang, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang, agar tetap jaga kesehatan di era pandemi. Selain itu, MI juga mendorong warga Ciloang guna berwirausaha di masa pandemi yang panjang ini ?melalui kegiatan “Jumat Berkah dan GO-WEST 300 KM” yang dilaksanakan di Gedung Auditorium Surosowan, Lingkungan Ciloang, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang, Jumat (8/01/2021).

Dihadiri oleh sekitar 15 orang dengan berbagai latar belakang dan tentunya kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti; menggunakan Hand Sanitizer, mengecek suhu tubuh, membagikan masker juga membagikan face shield.

Dalam kesempatan ini juga dihadiri oleh Direktur Executive Muamalat Institute Anton Hendrianto, Branch Manager Bank Muamalat Indonesia Serang Firmansyah Safari, Wirausaha Eko Setyari, dan Pendiri Rumah Dunia Gol A Gong.

Anton melakukan gowes sepeda sejauh 300 kilometer bersama seorang temannya Eko Setyari sambil menjelajahi Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon.

Anton menuturkan, gowes 300 kilometer merupakan simbol semangat, untuk lebih baik lagi di tahun 2021. “Seperti kita ketahui di 2020 kita semua mengalami terpuruk ya, jadi di 2021 ini semangat harus dikobarkan. Kita ingin Muamalat Institute memiliki kinerja 300 persen lebih baik dari tahun 2020,” ujar Anton, Jumat di sela-sela kegiatan.

Ia menyadari target 300 persen itu masih ngambang. “Memang kita bertanya-tanya, bisa enggak ya di 2021 naik 300 persen dari 2020? Saya pribadi belum pernah melakukan gowes sejauh 300 km, tapi saya bakar spirit supaya tetap optimis bahwa kita bisa,” terang Anton yang juga pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia.

Pendiri Rumah Dunia Gol A Gong, merasa senang dengan adanya program Jumat Berkah ini dari Muamalat Institute di Rumah Dunia. “Saya berharap Bapak dan Ibu yang hadir dis ini bisa mengambil apa yang disampaikan dan terapkan dalam kondisi pandemi seperti menjaga kesehatan tubuh dan menciptakan wirausaha di tengah pandemi yang kita alami, ” ungkap penulis ‘Balada Si Roy’ ini saat memberikan sambutan.

Selesai kegiatan sosialisasi ini, dilanjutkan dengan melakukan ‘road show’ ke Alun-alun Kota Serang dengan memberikan nasi box kepada pemulung, pengemis, ojek pengkolan, ojek online, tukang becak dan masyarakat lainnya yang merasakan dampak Covid-19. (Zaenal)

Open chat
Assalamu alaikum warahmatullohi wabarakatuh.... ada yang bisa kami bantu ?