Launching Program GEULIS, Muamalat Institute Hidupkan Ekosistem Literasi Syariah Untuk Bangsa.

Potensi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia sangatlah besar. Masih banyak ruang di sektor tersebut yang dapat terus dioptimalkan. Namun salah satu tantangan pengembangan sektor tersebut ialah masih rendahnya tingkat literasi ekonomi syariah dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Menanggapi situasi tersebut, kami Muamalat Institute (MI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat terobosan untuk membuat literasi dengan mengunakan pendekatan multimedia dan digital, untuk memulainya diadakan Seminar Nasional bertajuk “Literasi Keuangan Syariah di Era Digital” dan Launching Gerakan Literasi Syariah (GEULIS)

Seminar ini bertujuan untuk menumbuhkan tingkat literasi dengan konten yang inovatif dalam membahas ekonomi dan keuangan syariah secara mudah dan juga dapat menambah khazanah bahan bacaan di Taman Baca Masyarakat (TBM) yang tersebar di Indonesia.

Acara ini digelar secara virtual Sabtu (28/8/2021) diselenggarakan oleh MI, Bank Muamalat Indonesia, OJK, Perpusnas RI, dan Forum Taman Bacaan Masyarakat se-Indonesia.

Acara ini juga mengadakan diskusi panel yang menghadirkan Gol A Gong Sebagai Duta Baca Indonesia dan Penulis, Kang Maman Suherman sebagai Jurnalis dan Penulis, Awaldi sebagai Direktur Operational BMI dan juga Penulis Buku “Karyawan Galau Nasabah Selingkuh”, di moderator oleh Chief Human Capital Officer BMI, Riksa Prakoso dan ditengah acara ini hadir ketua Umum Pengurus Pusat Forum TBM Indonesia, Kang Opik untuk menandatangani MoU antara Muamalat Institute dan Forum TBM Indonesia.

Dengan semakin banyaknya konten-konten kreatif yang membahas ekonomi dan keuangan syariah, maka masyarakat akan semakin tertarik dan mudah memperoleh pemahaman terkait ekonomi dan keuangan syariah sejak dari awal.

Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Horas Tarihoran mengatakan pihaknya mengapresiasi inisiatif yang dimotori oleh MI demi mendukung literasi keuangan syariah. Pasalnya kata dia, walaupun potensi syariah yang tinggi tapi indeks inklusi keuangan rendah dan literasi keuangan juga rendah.
“Kami berharap kedepan bukan hanya Bank Muamalat. Jangan jadikan aturan OJK untuk melaksanakan literasi keuangan, sebagai beban. Tapi justru sebagai investasi. Kita edukasi dulu, baru kita jualan produk,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando yang diwakili Upriyadi, berharap dengan adanya acara ini dapat meningkatkan indeks literasi.

Sementara itu, CEO Bank Muamalat Indonesia, Achmad K Permana mengatakan, pihaknya sangat setuju harus ada terobosan dalam mengedukasi masyarakat. Dalam meningkatkan literasi agar dapat menumbuhkan ekonomi syariah di Indonesia.

“Seperti pendekatan kekinian, dengan digital. Meningkatkan literasi keuangan bukan hanya pekerjaan rumah dari regulator saja. Saya setuju dengan pak Horas. Kita harus melibatkan semua,” ujarnya.

CEO BMI berharap “Bahwa inovasi tidak berhenti sampai disini, MI harus terus berinovasi untuk memberikan sumbangsih nyata untuk perekonomi syariah di Indonesia.”

Executive Director Muamalat Institute, Anton Hendrianto mengatakan, pihaknya membuat program ini karena berdasarkan data BPS minat baca kita masih rendah. Selain itu berdasarkan data OJK, Literasi Keuangan Syariah juga rendah.

“Maka kami mengusulkan kepada OJK, membuat satu program. Dalam bentuk kartun. Kita melaunching episode 1, bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional, Forum Taman Baca Masyarakat Indonesia, bagaimana kita menggemarkan membaca. Sehingga literasi syariah kita dan literasi membaca kita meningkat. Insya Allah kami terus berkomitmen untuk mendukung literasi syariah dengan bersinergi dengan semua pihak dalam ekosistem syariah, maka tunggu program garapan generasi muda MI dalam project MIDIO (MI Studio) yang dipersembahkan untuk Indonesia yang tangguh dan tumbuh pada sektor ekonomi syariah,” jelas Anton yang juga pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia. (Z_A_

MI Dukung BMI meningkatkan Digitalisasi Melalui MAP DB

JAKARTA – Muamalat Institute (MI) selaku anak perusahaan Bank Muamalat Indonesia (BMI) mendukung berjalannya  program Muamalat Associate Program Digital Banking (MAP-DB), untuk berkontribusi pada pertumbuhan digitalisasi perbankan Syariah melalui BMI.

Dalam acara yang diselenggrakan secara Live di MI-DIO (Studio Muamalat Institute) yang memiliki bisnis Multimedia. Hadir secara langsung Direktur Bisnis Retail, Purnomo B. Soetadi, Direktur Operasional, Awaldi, Chief Human Capital Officer, Riksa Prakoso, Pejabat senior dan seluruh orang tua peserta. Kegiatan ini juga mengangkat tema “Fixing The Glitch in Disruption Era”, melalui daring.

Purnomo B. Soetadi Direktur Bisnis Ritel BMI menyatakan, MAP Digital Banking adalah sebuah inisiatif dari BMI, bahwa mau enggak mau dalam situasi seperti sekarang ini, landscape-nya sudah berubah, kebutuhan nasabahnya berubah, ekosistem disekelilingnya berubah, dan behavior-nya juga berubah.

Contoh perubahan itu adalah biasanya kita setiap pagi membaca surat kabar, atau nunggu berita di televisi, sekarang kita tinggal membaca berita melalui handphone kita saja, yang bisa diakses setiap saat.

“Alhamdulilah, selamat datang di Bank Muamalat, saya sampaikan kepada para MAP digital banking Bank Muamalat. Kita harus bersyukur bisa berkumpul dalam keadaan sehat wal’afiat. Saya mewakili pak Ahmad K. Permana, Presiden Direktur Bank Muamalat, beliau menitipkan salam, selamat kepada para MAP digital banking yang telah bergabung di Bank Muamalat, beliau kebetulan belum bisa join pada acara ini, tetapi nanti Insya Allah di event selanjutnya, pak Dirut akan menyapa langsung temen-temen sekalian,” tutupnya sambil meresmikan opening ceremony MAP DB BMI, Senin (2/8/2021).

Head People Development & Culture, Anton Hendrianto merasa bangga kepada seluruh peserta MAP-DB ini yang terpilih. Ia meyakini ke-20 orang yang telah terpilih dan bergabung di MAP-DB ini akan berkontribusi nyata untuk membuat perbedaan pada bisnis digital BMI.

Ini adalah salah satu ikhtiar dari BMI untuk menjawab tantangan terkini, di mana saat ini customer dan client semakin berubah. Sehingga cara bekerja pun berubah, dan kedepannya akan bekerja semakin digital.                                                                      

“Pemilihan MAPDB ini dari seluruh kampus Indonesia melalui tujuh seleksi, dan jumlah CV yang masuk 6.400 untuk mengisi 20 posisi. Selamat untuk MAPDB terpilih, tapi ini baru satu pintu yang baru kalian buka, dan ada beberapa pintu yang harus kalian buka untuk membantu BMI mendorong digital ekosistem di Syariah,” ungkap Anton yang juga menjabat sebagai Executive Director di MI.

Anton menambahkan, Peserta MAP DB ini akan melewati beberapa tahap, kurang lebih satu tahun, 6 bulan pertama mereka akan full belajar. Ini adalah bentuk komitmen kuat BMI untuk mewujudkan “IDEAL Place to Work” dengan memastikan seluruh peserta MAP-DB ini memiliki kompetensi yang sama, baik untuk designer maupun untuk developer.

“Sangat berharap di 12 bulan nanti setelah melewati semua ini bisa lulus, dan setelah itu berkontribusi nyata untuk BMI dan juga institusi keuangan Syariah. MI akan mendorong kompetensi digital generasi muda yg meliputi Digital Marketing, Developer, Designer dan Data Scientist melalui program yg terpadu dan terstuktur”, ujarnya. (Z_A)

MI bersama Hijrah Coach untuk kualitas SDM Indonesia yang Unggul

Jakarta – Muamalat Institute (MI) dan Hijrah Coach melakukan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Jumat (30/7/2021). Kerjasama yang dilakukan melalui Webinar-Zoom ini, dalam rangka peningkatan SDM melalui program leadership dan sertifikasi coaching.

MoU ini dihadiri oleh Founder and CEO of Hijrah Coach, Coach Daru Dewayanto, Managing Director of Hijrah Coach, Coach Intan Erlita, Head of Program Solution, Cahya Maulana. Executive Director Muamalat Institute, berikut jajarannnya.

Founder and CEO of Hijrah Coach, Daru Dewayanto mengatakan, dirinya senang dapat bekerjasama dengan Muamalat Institute. Ia menilai MI sudah banyak pengalaman di Industri Keuangan Syariah.

“Menjadikan saya Self-reflection, temen-temen MI dan Bank Muamalat cukup senior, namun kami di industri baru sekitar sepuluh tahun. Dengan semangat kita jalani Hijrah Coach ini, ingin sebanyak-banyaknya membantu dan kontribusi kepada umat,” ujar Daru dalam keterangan pers-nya.

Ia melanjutkan, dengan kerjasama ini, menjadi core competence keunikan, dan advance bagi para leader, CEO, executive dunia untuk dimiliki.

“Alhamdulillah kita fokus ke kompetensi itu, kami yakin dengan core competence MI energi dan semangat Pak Anton dan jajarannya. InsyaAllah kita menjadi dominan di Indonesia, terutama di industri keuangan berbasis syariah dengan menggabungkan core competence kita,” tutur Daru.

Sementara, Anton Hendrianto mengungkapkan, kerjasama ini dilandasi kesamaan visi dan misi dari kedua institusi untuk membuat SDM yang unggul pada bidang syariah dan halal industri. Saya yakin betul bahwa kerjasama ini merupakan aliansi strategis yang akan membawa perubahan berarti di Indonesia.

Pada era saat ini kemampuan coaching adalah menjadi salah satu kompetensi yang dimiliki oleh setiap orang dalam memimpin sebuah organisasi untuk dapat terus bertahan dan sukses pada situasi yg sangat menantang seperti saat ini, dan saya yakin coaching adalah elemen penting dan aktifitas penunjang produktifitas dan kinerja perusahan pada era saat ini dan new normal kedepannya tukas Anton yang juga pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia. (Z_A)

Muamalat Institute Dorong Mahasiswa UMY Jadi SDM Ekonomi Syariah Yang Berkompeten

MI.com. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerjasama dengan Muamalat Institute (MI), dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) ekonomi syariah yang berkompeten, dan bisa langsung terjun di dunia industri keuangan syariah.

Hal itu direalisasikan dalam Workshop dan Pembekalan Magang Tahun 2021/2022, dengan tema “Skill dan Kompetensi SDM Ekonomi Syariah dalam Menangkap Peluang Kerja pada Industri Keuangan Syariah”, yang diselenggarakan pada 17 Juli 2021 lalu.

Kepala Program Studi Ekonomi Syariah, Maesyaroh mengatakan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melalui Prodi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam menginginkan, agar mahasiswanya kompeten. Terampil serta siap dalam pengelolaan operasional bank syariah secara efektif, dan siap berkiprah pada industri perbankan syariah secara masif.

Menurutnya, mahasiswa perlu memahami (menelaah) konsep perbankan syariah, dan menguasai berbagai kemampuan teknis perbankan baik secara individu maupun kelompok (personal and team skill). Sehingga nantinya mampu mengembangkannya pada proses praktik
perbankan di dunia kerja.

“Dorongan (motivasi) dalam bentuk kegiatan terpadu kepada mahasiswa secara berkelanjutan, seperti sekarang ini, diharapkan mampu membentuk kultur positif. Kebutuhan terhadap pengenalan dan simulasi kerja perbankan syariah, dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa, guna mendukung tercapainya tujuan praktik perbankan mahasiswa pada lembaga keuangan perbankan syariah,” ujar Maesyaroh dalam keterangan tertulis, Rabu (21/7/2021).

Ia melanjutkan, dengan workshop dan pembekalan magang ini, Prodi Ekonomi Syariah FAI UMY berharap bisa mempersiapkan mahasiswa untuk terjun pada lembaga keuangan syariah dalam bentuk magang. Serta mendorong (memotivasi) mahasiswa dalam mempersiapkan diri sebagai bagian dari praktisi syariah.

Sementara, Executive Director of Muamalat Institute Anton Hendrianto mengatakan, pihaknya yakin mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah FAI UMY bisa terjun dan terserap di industri keuangan syariah jika lulus nanti.

Karena menurut Anton, dari data yang tertera, menurut World Economic Forum, 10 skill yang dibutuhkan di Tahun 2025 adalah salah satunya skill yang terkait dengan industri syariah. Hal ini karena industri keuangan syariah akan terus berkembang. 

“InsyaAllah teman-teman mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah FAI UMY nanti terserap di dunia kerja yang halal. Yang penting ada dorongan, kemauan dalam diri untuk berikhtiar dalam berusaha semaksimal mungkin,” kata Anton yang sebagai fasilitator pembekalan untuk Mahasiswa UMY.

Dirinya berharap, agar mahasiswa ekonomi syariah dapat meningkatkan kualitas diri, sehingga menambah SDM yang unggul di Indonesia. “Sehingga kita bisa lihat adik-adik mahasiswa ini nantinya bisa maju kedepan, Insya Allah ini menjadi Langkah awal kita bisa maju bersama.
Ini (workshop) untuk mempersiapkan generasi muda yang dapat menangkap dan mengembangkan peluang yang sangat besar pada industry syariah,” pungkas Anton pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia tersebut. (ZA)

Universitas Sumatra Utara gandeng Muamalat Institute mewujudkan konsep merdeka Belajar, dan Kampus Merdeka.

Muamalat Institute (MI) MoU dengan Universitas Sumatra Utara (USU) akan mewujudkan konsep Merdeka Belajar, dan Kampus Merdeka (MBKM) khususnya di Sumatra Utara, umumnya di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan melalui Webinar Zoom.

Turut menghadiri Wakil Rektor III USU Dr Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S Si, M Si, Apt, Staf Ahli WR 3 USU, Siti Salmiah, drg, Sp KGA, Head of HCGA, Finance and Operation Muamalat Institute Nur Atikah, Head of CRM Yudi Krisdianto, Head of Design Product Saiful Khoiri, Product Development Salsabila Sholehah, Client Relationship Manager Marita P dan Ka Biro BP2KM dan Kerjasama USU Surya Darma, S Sos.

Rektor USU Muryanto Amin sangat merasa bersyukur dapat berkesempatan untuk bersinergi dengan Muamalat Institute. kami dari USU Mengucapkan terima kasih dan menyambut baik kesempatan untuk bisa bekerja sama dengan MI, hal ini terkait banyaknya benefit yang didapat dalam pengelolaan-pengelolaan yang berkaitan dengan perbankan, perekonomian dan kegiatan yang dapat mendukung terlaksananya Tri Darma perguruan tinggi.

“Kami juga sedang giat-giatnya untuk melaksanakan konsep MBKM. Konsep ini diperlukan sebagiamana yang kita pahami bersama bahwa lulusan dari perguruan tinggi itu terkadang sulit untuk bisa cepat beradaptasi dengan dunia Industri. Oleh karena itu Konsep Merdeka Belajar, dan Kampus Merdeka ini dilaksanakan untuk mengurangi kesenjangan antara kebutuhan Industri dengan lulusan yang dihasilkan oleh perguruan tinggi” ungkapnya saat sambutan.

Tujuan utama dari kerja sama ini untuk mengurangi kesenjangan itu, hingga melalui program-program yang akan kita rumuskan secara lebih detail dan lebih baik dan menguntungkan bagi kedua belah pihak, Kami berharap dengan kerja sama ini bisa memberikan atau mendapatkan efek positif untuk perkembangan Institusi masing-masing.

Direktur Eksekutif Muamalat Institute (MI), Anton Hendrianto selalu berupaya meluaskan kerjasama dengan banyak kampus demi mengakselerasi MBKM dan meningkatnya Human Capital Index (HCI), Youth Development Index (YDI) serta tercapainya Sustainable Development Goal (SDG) Indonesia. Ini juga merupakan implementasi dari semangat SDM Unggul Indonesia Maju.

“Ini merupakan suatu Ikhtiar buat kita , juga akan berdampak positif kepada usaha Sumatra Utara, harapan kita Bersama tentu saja meningkatkan kualitas SDM, sehingga SDM Unggul Indonesia Maju bukanlah pada tataran slogan, tapi tataran yang betul-betul kita bisa dinikmati dan kita bisa lihat adek-adek kita bisa maju kedepan, Insya Allah ini menjadi Langkah awal kita bisa maju bersama,” pungkas Anton yang merupakan pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia. (ZA)

Muamalat Institute mendukung Strategi Penerapan Governance Risk Compliance untuk komisaris dan direksi Bank Muamalat

PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk adakan Webinar Strategi Penerapan Governance, Risk management and Compliance (GRC) Dalam Mendukung Kinerja Bank Muamalat Indonesia (BMI).

Acara ini di didukung penuh oleh Muamalat Institute selaku anak perusahaan BMI, Adapun peserta webinar ini adalah Komisaris utama Ilham Habibie beserta Dewan Komisaris dan Presiden Direktur Achmad K. Permana dan Direksi BMI.

Executive Director MI Anton Hendrianto menjelaskan “Bank Muamalat Indonesia (BMI) dengan memberikan pelatihan untuk Dewan Komisaris dan Dewan Direktur agar dapat terus terbaharukan perihal Governance Risk Management and Compliance (GRC) dalam mendukung kinerja yang berkesinambungan pada tahun yang menantang dan semakin tajamnya kompetisi sektor finansial pada era digital, maka pembekalan pada level pejabat senior perbankan harus dilakukan secara berkala dan langsung menjawab kebutuhan saat ini,” ujarnya

“Program ini sangat baik untuk seluruh Dewan Komisaris, Dewan Direksi dan Pejabat Senior Perbankan Nasional. Ini semua demi menciptakan perbankan nasional yang semakin sehat dan mapan,” Tambah Anton yang merupakan pejabat senior di BMI.

Fasilitator Muamalat Institute, Abdurrahman menjelaskan Alhamdulillah, para Board of Commisioner (BoC) dan Board of Director (BoD) memiliki awareness yang tinggi terhadap penerapan GRC yang terintegrasi untuk mendukung kinerja Bank Mualamat. “Para peserta telah memahami bahwa GRC memiliki peran untuk memujudkan Principled Performance. Jadi GRC tidak hanya sekedar memenuhi tuntutan regulator, namun sekaligus untuk mewujudkan kinerja,” ungkapnya.

Abdurrahman menambahkan, Peserta juga memahami tentang GRC dari perspektif regulasi yang saat ini masih parsial namun bisa dijadikan rujukan dalam menerapkan GRC. Peserta juga telah memahami GRC Capability Model yang dikembangkan oleh Open Compliance & Ethical Group (OCEG) sebagai integrated GRC sebagai model terintegrasi yang terdiri dari 4 elemen utama yaitu Learn, Align, Perform & Review dan 20 komponen.

“GRC yang akan diterapkan juga dapat mengakomodir transformasi digital banking dari sisi pengelolaan risiko internal Bank dan dalam kolaborasi dengan eksternal sebagai bagian dari ekosistem digital banking” ungkapnya saat di hubungi. (Z_A)

BACA : Muamalat Institute Luncurkan Learning Management System (LMS) Berbasis Komputasi Awan

Muamalat Institute Teken MoU dengan Psikologimu guna membangun mental SDM Indonesia.

Kesadaran sehat mental di Indonesia semakin meningkat. Namun demikian, banyak hambatan untuk mendapatkan akses sehat mental seperti infrastruktur yang belum memadai di seluruh Indonesia, minim tenaga sehat mental, rasa malu akibat stigma negatif untuk individu yang konsultasi dengan Psikolog, serta biaya konsultasi yang tinggi.

Muamalat Institute melakukan MoU dengan Psikologimu melalui Webinar-Zoom dibuat untuk memberikan akses sehat mental dengan menghubungkan users dengan Psikolog professional melalui digital platform sehingga setiap individu dapat konsultasi dengan biaya terjangkau serta berkonsultasi kapan saja di mana saja, Jumat (30/4/21)

Kenapa harus Psikologimu, karena Rahasia Terjamin, Pilih Sendiri Psikologmu, Langsung Ngobrol
Gak Nunggu Lama, dan Garansi Uang Kembali untuk Gangguan Teknis.

CEO Psikologimu Nova Ariyanto Jono merasa senang mendapatkan kesempatan seperti ini, beberapa tahun menjalankan psikologimu Kata Kolaborasi menjadi kata kunci karena, orang Indonesia mental health stigma masih jelek, memang harus dengan kolaborasi supaya semua orang bisa merasakan benefitnya. Value yang kita tawarkan tidak hanya dunia, semua orang Indonesia kalau kita feel better dan dari situ kita sudah mendapatkan pahala, pasti banyak yang menolong, yang penting kita komit buat melakukan semua improvement.

“Tujuan akhir semua orang bisa lebih sehat mentalnya, kalua mentalnya sehat 70 persen sakit itu karena stress kok, kalau dia gk stress maka biaya Kesehatan turun. Yang pengen kita add adalah value semua stakeholder, dengan bantuan Muamalat Institute kita bisa selang lebih deket dengan melakukan semua itu” ungkapnya alumni mahasiswa Psikologi saat memberi sambutan.

Executive Director MI, Anton Hendrianto mengungkapkan Allhamdulillah, kami terus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan dan berkelanjutan dengan melakukan kolaborasi dengan Psikologimu, produk dan layanan yang kami sebut PsikologiMu merupakan bimbingan psikologi dengan mengunakan digital platform untuk menjawab kebutuhan saat ini, karena pada saat pandemi banyak kebutuhan bimbingan psikologi untuk menunjang kinerja seseorang di dunia kerja atau diluar pekerjaan. Saya sangat yakin program ini akan menjadi faktor pembeda satu organisasi dalam memberikan benefit kepada aset paling berharga dari perusahaan yakni Sumber Daya Manusia sebagai Human Capital.

“Kami akan terus beraliansi strategis dan bersinergi dengan semua pihak yang dapat saling menguatkan untuk kepentingan SDM Unggul Indonesia Maju”, Imbuh Anton yang juga Pejabat Senior di Bank Muamalat Indonesia. (Z_A)

BACA : Muamalat Institute Luncurkan Learning Management System (LMS) Berbasis Komputasi Awan

Bank Digital didukung Muamalat Institute untuk Berkembang

Jakarta, Dyota Mahottama Marsudi ditunjuk sebagai presiden direktur PT Bank Aladin Syariah Tbk yang semula bernama PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk, telah mengikuti online Training dengan tema ‘Sharia Banking For Executive’ di Muamalat Institute melalui Webinar Zoom, Senin-Selasa (19-20/04/21).

Tidak hanya Presiden Director Bank Net Syariah, Dyota Mahottama Marsudi yang mengikuti online training di Muamalat Institute, namun Presiden Komisaris Bank Net Syariah, Nudiaz Alvin Pattisahusiwa.

Presiden direktur PT Bank Aladin Syariah Tbk, Dyota Mahottama Marsudi sangat berterima kasih sudah mengajarkan dengan sabar mengenai Sharia Banking For Executive ini.

“Ok, Banget nih pelatihan. Jadi tidak hanya teori, tapi ada prakteknya. Kalau nanti sudah menjalankan Bank lebih kebayang, dan pastinya perlu didiskusikan oleh tim bagaimana cara main dalam ring-ring yang sudah ditentukan. Sejauh ini ringnya sudah terlihat jelas, dan saya ucapkan terima kasih sudah mengajarkan dengan sabar. Berharap, saya bisa menjalankan amanah di Bank dengan baik, berharap juga terus dapet support dari Muamalat Institute untuk Bank yang akan saya pimpin,” ungkapnya Putra dari Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi.

Executive Director MI Anton Hendrianto mengatakan “Alhamdulillah, Muamalat Institute mendapat kepercayaan yang sangat luar biasa dengan memberikan pembekalan kepada komisaris dan Direksi Bank Net Syariah yang telah bertransformasi menjadi Bank Digital Syariah di Indonesia, kami sangat berharap untuk terus bersama-sama membangun ecosystem Perbankan Syariah dan Industry halal. Saya rasa synergy akan menjadi kunci pertumbuhan,” ujarnya saat diwawancarai.

Dia menambahkan “Sesuai dengan komitmen kami pada Industry keuangan syariah dalam mendorong peningkatan kompetensi SDM untuk mendukung pertumbuhan bisnis syariah, maka kami akan mendukung penuh Bank Net Syariah yang dalam proses berganti menjadi Bank Aladin agar menjadi pilar penting di perbankan Indonesia,” imbuh Anton yang juga merupakan pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia. (Z_A)

BACA :

BACA : Muamalat Institute Luncurkan Learning Management System (LMS) Berbasis Komputasi Awan

FEBI UIN Mataram dan Muamalat Institute Optimis Bangun SDM Syariah untuk NTB.

Menindak lanjuti dari kesempatan yang telah dilaksanakan pada Kegiatan Perjanjian Kerjasama (PKS) oleh Muamalat Institute (MI) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Mataram melaui Zoom, kamis lalu (25/3/21).

Executive Director memberikan kuliah umum kepada mahasiswa UIN Mataram pada acara Studium General dengan Tema “Optimalisasi Dunia Pendidikan Ekonomi dan Bisnis dalam rangka pembangunan Daerah NTB” yang dilaksanakan di Ruang Teater Gedung Research Center UIN Mataram, Jl. Pendidikan No.35, Dasan Agung Baru, Kec. Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (12/4/21).

“MI berupaya untuk mensinergikan seluruh elemen syariah di NTB untuk menciptakan ecosystem demi meningkatkan market syariah di NTB sebelum peningkatan ekonomi pada saat diluncurkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang akan mengelar ajang dunia pada tahun 2022 yakni Moto GP. Maka dari itu Industri Kreatif Syariah harus mengambil peran dan dimajukan melalui generasi muda NTB. Dan saya sangat salut dengan komitmen UIN Mataram, khususnya FEBI UIN Mataram yang terus berupaya agar semua cita-cita mulia tercipta,” pungkas Executive Director MI Anton Hendrianto.

Anton menambahkan, “MI terus berupaya tanpa lelah untuk dapat mewujudkan NTB menjadi ‘Center of Excellence Syariah’, setelah ini kami akan melakukan serangkaian diskusi dengan seluruh pemangku kepentingan dengan sasaran jangka pendek meningkatnya literasi keuangan syariah dan Inklusi perbankan syariah dengan memberdayakan generasi muda dan digital platform untuk menyambut masa depan syariah yang lebih baik di NTB, Saya ucapkan terima kasih kepada Dekan FEBI UIN dan jajarannya” pungkas Anton yang juga merupakan Pejabat Senior di Bank Muamalat Indonesia.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan 1, Dr. Muh Salahuddin, M.Ag, Wakil Dekan 2, Dr. Muhammad Saleh, MA, Wakil Dekan 3, Dr. Muhamad Yusup, MSI, Branc Manager Bank Muamalat Indonesia Cabang Mataram, Nasrullah.

Dekan FEBI UIN Mataram, Ahmad Amir Aziz sangat mengucap syukur dan berterimakasih atas kehadiran Pak Anton Hendrianto, kemarin itu teman-teman dosen dan mahasiswa cukup antusias menyimak dan ada diskusi ringan terkait hal itu. Mudah mudahan dalam waktu dekat tindak lanjutnya nanti bisa kita diskusi lebih lanjut bagaimana agar apa yang kemarin dipikirkan dan direncanakan, apa yang dihasilkan dari point point penting yang menjadi kesepakatan, mangarah pada titik temu konsep itu bisa kita tindak lanjuti pada masa masa yang akan datang.

“Kami berharap MI bisa mensupport, karna bagaimana pun mahasiswa kami cukup banyak ekonomi Syariah di NTB, perlu pendamping, kami juga berharap bisa join mengadakan semacam research untuk memetakan lebih jauh bagaimana gagasan Centre of Excellence itu bisa kita wujudkan. Kami tengah terus mempersiapkan itu dan perlu diskusi lebih intens mengenai apa yang kita hajatkan bisa kita wujudkan dengan program yang lebih operasional,” tuturnya.

Wakil dekan I bidang akademik, Salahuddin, menjelaskan ada beberapa hal yang saya catat dari kegiatan kemarin dengan MI. Yang pertama, bahwa hubungan Kerjasama kita Bersama dengan MI adalah hubungan yang symbiosis mutualisme dimana Lembaga bisnis selain berfungsi bisnis juga harus memiliki fungsi edukatif dan sosial. Demikian pula apa yang ada didunia Pendidikan tidak hanya murni untuk ilmu pengetahuan tetapi bagaimana men-supply apa yang dibutuhkan oleh industry. Dan disitulah letak titik temu kita.

“Oleh karena nya kedepan diharapkan Kerjasama FEBI UIN Mataram dengan MI dapat lebih menguatkan lagi tingkat professionalisme mahasiswa dan tenaga tenaga professional ekonomi Syariah yang ada di NTB”, ujarnya. (Z_A)

BACA : Muamalat Institute Luncurkan Learning Management System (LMS) Berbasis Komputasi Awan

SDM Bank DKI makin handal bersama Muamalat Institute di HUT-60

PT Bank DKI selalu berkomitmen mengembangkan SDM untuk menjadi faktor pembeda dari kompetitor, ini juga ditandai dengan peresmian Learning Center(LC) dalam waktu dekat. Fasilitas pendidikan dan pengembangan karyawan yang nyaman dan mengunakan teknologi terkini berlokasi di Jl. Wijaya I nomor 7 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yg telah di-soft launch pada akhir tahun lalu.

Learning Center Bank DKI ini akan menjadi pusat pengembangan kompetensi SDM berkualitas yang mampu menghadirkan insan yang profesional, adaptif & berkarakter, sehingga mampu mendorong pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan sebagai visinya.

Menjelang HUT ke-60 yang jatuh pada tanggal 11 April 2021. Bank DKI bersama Muamalat Institute kembali melakukan kolaborasi dalam meningkatkan kompetensi SDM dengan menyelenggarakan pelatihan Hypnoselling bagi para karyawan Relationship Manager (RM) yang telah dilaksanakan pada tanggal 6-7 April 2021, acara ini juga menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Dalam sambutannya Direktur Eksekutif Muamalat Institute Anton Hendrianto menyampaikan “Sebuah kesempatan yang patut di syukuri oleh seluruh SDM karena Bank DKI ditengah kondisi pandemi tetap berkomitmen dalam menginvestasikan elemen penting dalam keberlangsungan usaha yakni SDM untuk dapat terus belajar dan meningkatkan kompetensi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman”.

Anton juga menyampaikan selamat kepada Bank DKI yang telah memiliki learning center “Tak lupa saya sampaikan selamat kepada Bank DKI dan para pimpinan yang sangat fokus dalam meningkatkan kompetensi SDM, ini dilihat dari hadirnya learning center dengan konsep milenial, cozy dan techy. Sehingga para karyawan dapat lebih fokus dan nyaman menjalankan pelatihan” ungkapnya Anton yang juga pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia.

Melanjutkan sambutan dari Bapak Anton Hendrianto, Ibu Amalia Anggraini selaku Pemimpin Departemen Learning Operation Bank DKI mengatakan “Bank DKI memang sangat fokus dalam meningkatkan kualitas SDM, salah satu komitmen kami adalah pelatihan,selain pemilihan tema dan materi yang baik juga peningkatan pelayanan kepada peserta pelatihan di Gd Learning Center sgt penting utk menjadikan SDM “Competent People Great Character “

Ibu Amalia Anggraini juga mengucapkan terimakasih kepada Muamalat Institute yang telah mendukung pelatihan hypnoselling sebagai salah satu program yang dibutuhkan oleh karyawan Bank DKI. “Besar harapan kami, antara Bank DKI dan Muamalat Institute dapat terus berkolaborasi untuk program-program lainnya” ujar Amalia dalam sambutannya kepada 24 peserta pelatihan. (Z-A)

BACA : Muamalat Institute Luncurkan Learning Management System (LMS) Berbasis Komputasi Awan

Open chat
Assalamu alaikum warahmatullohi wabarakatuh.... ada yang bisa kami bantu ?