MI Dukung BMI meningkatkan Digitalisasi Melalui MAP DB

JAKARTA – Muamalat Institute (MI) selaku anak perusahaan Bank Muamalat Indonesia (BMI) mendukung berjalannya  program Muamalat Associate Program Digital Banking (MAP-DB), untuk berkontribusi pada pertumbuhan digitalisasi perbankan Syariah melalui BMI.

Dalam acara yang diselenggrakan secara Live di MI-DIO (Studio Muamalat Institute) yang memiliki bisnis Multimedia. Hadir secara langsung Direktur Bisnis Retail, Purnomo B. Soetadi, Direktur Operasional, Awaldi, Chief Human Capital Officer, Riksa Prakoso, Pejabat senior dan seluruh orang tua peserta. Kegiatan ini juga mengangkat tema “Fixing The Glitch in Disruption Era”, melalui daring.

Purnomo B. Soetadi Direktur Bisnis Ritel BMI menyatakan, MAP Digital Banking adalah sebuah inisiatif dari BMI, bahwa mau enggak mau dalam situasi seperti sekarang ini, landscape-nya sudah berubah, kebutuhan nasabahnya berubah, ekosistem disekelilingnya berubah, dan behavior-nya juga berubah.

Contoh perubahan itu adalah biasanya kita setiap pagi membaca surat kabar, atau nunggu berita di televisi, sekarang kita tinggal membaca berita melalui handphone kita saja, yang bisa diakses setiap saat.

“Alhamdulilah, selamat datang di Bank Muamalat, saya sampaikan kepada para MAP digital banking Bank Muamalat. Kita harus bersyukur bisa berkumpul dalam keadaan sehat wal’afiat. Saya mewakili pak Ahmad K. Permana, Presiden Direktur Bank Muamalat, beliau menitipkan salam, selamat kepada para MAP digital banking yang telah bergabung di Bank Muamalat, beliau kebetulan belum bisa join pada acara ini, tetapi nanti Insya Allah di event selanjutnya, pak Dirut akan menyapa langsung temen-temen sekalian,” tutupnya sambil meresmikan opening ceremony MAP DB BMI, Senin (2/8/2021).

Head People Development & Culture, Anton Hendrianto merasa bangga kepada seluruh peserta MAP-DB ini yang terpilih. Ia meyakini ke-20 orang yang telah terpilih dan bergabung di MAP-DB ini akan berkontribusi nyata untuk membuat perbedaan pada bisnis digital BMI.

Ini adalah salah satu ikhtiar dari BMI untuk menjawab tantangan terkini, di mana saat ini customer dan client semakin berubah. Sehingga cara bekerja pun berubah, dan kedepannya akan bekerja semakin digital.                                                                      

“Pemilihan MAPDB ini dari seluruh kampus Indonesia melalui tujuh seleksi, dan jumlah CV yang masuk 6.400 untuk mengisi 20 posisi. Selamat untuk MAPDB terpilih, tapi ini baru satu pintu yang baru kalian buka, dan ada beberapa pintu yang harus kalian buka untuk membantu BMI mendorong digital ekosistem di Syariah,” ungkap Anton yang juga menjabat sebagai Executive Director di MI.

Anton menambahkan, Peserta MAP DB ini akan melewati beberapa tahap, kurang lebih satu tahun, 6 bulan pertama mereka akan full belajar. Ini adalah bentuk komitmen kuat BMI untuk mewujudkan “IDEAL Place to Work” dengan memastikan seluruh peserta MAP-DB ini memiliki kompetensi yang sama, baik untuk designer maupun untuk developer.

“Sangat berharap di 12 bulan nanti setelah melewati semua ini bisa lulus, dan setelah itu berkontribusi nyata untuk BMI dan juga institusi keuangan Syariah. MI akan mendorong kompetensi digital generasi muda yg meliputi Digital Marketing, Developer, Designer dan Data Scientist melalui program yg terpadu dan terstuktur”, ujarnya. (Z_A)

MI bersama Hijrah Coach untuk kualitas SDM Indonesia yang Unggul

Jakarta – Muamalat Institute (MI) dan Hijrah Coach melakukan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Jumat (30/7/2021). Kerjasama yang dilakukan melalui Webinar-Zoom ini, dalam rangka peningkatan SDM melalui program leadership dan sertifikasi coaching.

MoU ini dihadiri oleh Founder and CEO of Hijrah Coach, Coach Daru Dewayanto, Managing Director of Hijrah Coach, Coach Intan Erlita, Head of Program Solution, Cahya Maulana. Executive Director Muamalat Institute, berikut jajarannnya.

Founder and CEO of Hijrah Coach, Daru Dewayanto mengatakan, dirinya senang dapat bekerjasama dengan Muamalat Institute. Ia menilai MI sudah banyak pengalaman di Industri Keuangan Syariah.

“Menjadikan saya Self-reflection, temen-temen MI dan Bank Muamalat cukup senior, namun kami di industri baru sekitar sepuluh tahun. Dengan semangat kita jalani Hijrah Coach ini, ingin sebanyak-banyaknya membantu dan kontribusi kepada umat,” ujar Daru dalam keterangan pers-nya.

Ia melanjutkan, dengan kerjasama ini, menjadi core competence keunikan, dan advance bagi para leader, CEO, executive dunia untuk dimiliki.

“Alhamdulillah kita fokus ke kompetensi itu, kami yakin dengan core competence MI energi dan semangat Pak Anton dan jajarannya. InsyaAllah kita menjadi dominan di Indonesia, terutama di industri keuangan berbasis syariah dengan menggabungkan core competence kita,” tutur Daru.

Sementara, Anton Hendrianto mengungkapkan, kerjasama ini dilandasi kesamaan visi dan misi dari kedua institusi untuk membuat SDM yang unggul pada bidang syariah dan halal industri. Saya yakin betul bahwa kerjasama ini merupakan aliansi strategis yang akan membawa perubahan berarti di Indonesia.

Pada era saat ini kemampuan coaching adalah menjadi salah satu kompetensi yang dimiliki oleh setiap orang dalam memimpin sebuah organisasi untuk dapat terus bertahan dan sukses pada situasi yg sangat menantang seperti saat ini, dan saya yakin coaching adalah elemen penting dan aktifitas penunjang produktifitas dan kinerja perusahan pada era saat ini dan new normal kedepannya tukas Anton yang juga pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia. (Z_A)

Muamalat Institute Dorong Mahasiswa UMY Jadi SDM Ekonomi Syariah Yang Berkompeten

MI.com. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerjasama dengan Muamalat Institute (MI), dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) ekonomi syariah yang berkompeten, dan bisa langsung terjun di dunia industri keuangan syariah.

Hal itu direalisasikan dalam Workshop dan Pembekalan Magang Tahun 2021/2022, dengan tema “Skill dan Kompetensi SDM Ekonomi Syariah dalam Menangkap Peluang Kerja pada Industri Keuangan Syariah”, yang diselenggarakan pada 17 Juli 2021 lalu.

Kepala Program Studi Ekonomi Syariah, Maesyaroh mengatakan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melalui Prodi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam menginginkan, agar mahasiswanya kompeten. Terampil serta siap dalam pengelolaan operasional bank syariah secara efektif, dan siap berkiprah pada industri perbankan syariah secara masif.

Menurutnya, mahasiswa perlu memahami (menelaah) konsep perbankan syariah, dan menguasai berbagai kemampuan teknis perbankan baik secara individu maupun kelompok (personal and team skill). Sehingga nantinya mampu mengembangkannya pada proses praktik
perbankan di dunia kerja.

“Dorongan (motivasi) dalam bentuk kegiatan terpadu kepada mahasiswa secara berkelanjutan, seperti sekarang ini, diharapkan mampu membentuk kultur positif. Kebutuhan terhadap pengenalan dan simulasi kerja perbankan syariah, dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa, guna mendukung tercapainya tujuan praktik perbankan mahasiswa pada lembaga keuangan perbankan syariah,” ujar Maesyaroh dalam keterangan tertulis, Rabu (21/7/2021).

Ia melanjutkan, dengan workshop dan pembekalan magang ini, Prodi Ekonomi Syariah FAI UMY berharap bisa mempersiapkan mahasiswa untuk terjun pada lembaga keuangan syariah dalam bentuk magang. Serta mendorong (memotivasi) mahasiswa dalam mempersiapkan diri sebagai bagian dari praktisi syariah.

Sementara, Executive Director of Muamalat Institute Anton Hendrianto mengatakan, pihaknya yakin mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah FAI UMY bisa terjun dan terserap di industri keuangan syariah jika lulus nanti.

Karena menurut Anton, dari data yang tertera, menurut World Economic Forum, 10 skill yang dibutuhkan di Tahun 2025 adalah salah satunya skill yang terkait dengan industri syariah. Hal ini karena industri keuangan syariah akan terus berkembang. 

“InsyaAllah teman-teman mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah FAI UMY nanti terserap di dunia kerja yang halal. Yang penting ada dorongan, kemauan dalam diri untuk berikhtiar dalam berusaha semaksimal mungkin,” kata Anton yang sebagai fasilitator pembekalan untuk Mahasiswa UMY.

Dirinya berharap, agar mahasiswa ekonomi syariah dapat meningkatkan kualitas diri, sehingga menambah SDM yang unggul di Indonesia. “Sehingga kita bisa lihat adik-adik mahasiswa ini nantinya bisa maju kedepan, Insya Allah ini menjadi Langkah awal kita bisa maju bersama.
Ini (workshop) untuk mempersiapkan generasi muda yang dapat menangkap dan mengembangkan peluang yang sangat besar pada industry syariah,” pungkas Anton pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia tersebut. (ZA)

Universitas Sumatra Utara gandeng Muamalat Institute mewujudkan konsep merdeka Belajar, dan Kampus Merdeka.

Muamalat Institute (MI) MoU dengan Universitas Sumatra Utara (USU) akan mewujudkan konsep Merdeka Belajar, dan Kampus Merdeka (MBKM) khususnya di Sumatra Utara, umumnya di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan melalui Webinar Zoom.

Turut menghadiri Wakil Rektor III USU Dr Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S Si, M Si, Apt, Staf Ahli WR 3 USU, Siti Salmiah, drg, Sp KGA, Head of HCGA, Finance and Operation Muamalat Institute Nur Atikah, Head of CRM Yudi Krisdianto, Head of Design Product Saiful Khoiri, Product Development Salsabila Sholehah, Client Relationship Manager Marita P dan Ka Biro BP2KM dan Kerjasama USU Surya Darma, S Sos.

Rektor USU Muryanto Amin sangat merasa bersyukur dapat berkesempatan untuk bersinergi dengan Muamalat Institute. kami dari USU Mengucapkan terima kasih dan menyambut baik kesempatan untuk bisa bekerja sama dengan MI, hal ini terkait banyaknya benefit yang didapat dalam pengelolaan-pengelolaan yang berkaitan dengan perbankan, perekonomian dan kegiatan yang dapat mendukung terlaksananya Tri Darma perguruan tinggi.

“Kami juga sedang giat-giatnya untuk melaksanakan konsep MBKM. Konsep ini diperlukan sebagiamana yang kita pahami bersama bahwa lulusan dari perguruan tinggi itu terkadang sulit untuk bisa cepat beradaptasi dengan dunia Industri. Oleh karena itu Konsep Merdeka Belajar, dan Kampus Merdeka ini dilaksanakan untuk mengurangi kesenjangan antara kebutuhan Industri dengan lulusan yang dihasilkan oleh perguruan tinggi” ungkapnya saat sambutan.

Tujuan utama dari kerja sama ini untuk mengurangi kesenjangan itu, hingga melalui program-program yang akan kita rumuskan secara lebih detail dan lebih baik dan menguntungkan bagi kedua belah pihak, Kami berharap dengan kerja sama ini bisa memberikan atau mendapatkan efek positif untuk perkembangan Institusi masing-masing.

Direktur Eksekutif Muamalat Institute (MI), Anton Hendrianto selalu berupaya meluaskan kerjasama dengan banyak kampus demi mengakselerasi MBKM dan meningkatnya Human Capital Index (HCI), Youth Development Index (YDI) serta tercapainya Sustainable Development Goal (SDG) Indonesia. Ini juga merupakan implementasi dari semangat SDM Unggul Indonesia Maju.

“Ini merupakan suatu Ikhtiar buat kita , juga akan berdampak positif kepada usaha Sumatra Utara, harapan kita Bersama tentu saja meningkatkan kualitas SDM, sehingga SDM Unggul Indonesia Maju bukanlah pada tataran slogan, tapi tataran yang betul-betul kita bisa dinikmati dan kita bisa lihat adek-adek kita bisa maju kedepan, Insya Allah ini menjadi Langkah awal kita bisa maju bersama,” pungkas Anton yang merupakan pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia. (ZA)

Bank Sumut dan Muamalat Institute kolaborasi pelatihan Pendidikan Dasar Perbankan Syariah

Bank Sumut dan Muamalat Institute (MI) berkolaborasi memberikan pelatihan pendidikan dasar perbankan syariah kepada karyawan atau staff Bank Sumut, di Jl. Balai Kota Nomor 2, Kesawan, Kecamatan. Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara, pelatihan tersebut diselenggarakan selama dua hari mulai dari Kamis-Jumat (10-11/6/21).

Executive Director MI Anton Hendrianto mengatakan, pelatihan ini merupakan bentuk kerjasama antara MI dan Bank Sumut. Dalam memberikan kontribusi pada Industri Ekonomi Syariah. Hadir dalam acara itu Direktur Bisnis dan Syariah Bank Sumut Irwan dan Pemimpin Unit Usaha Syariah Bank Sumut Julian Helmi Lubis,

“Alhamdulillah, semakin banyak yang tergerak untuk lebih fokus pada ekonomi keuangan syariah, saat ini BPD SUMUT menerapkan dual banking system secara equal penawarannya kepada nasabahnya, adalah buktinya nyata atas keinginan kuat untuk dapat berkontribusi pada Industry Ekonomi Syariah,” Ujar Anton dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (12/6/2021).

Dan untuk mencapai tujuan dari BPD SUMUT, lanjut Anton, Muamalat Institute (MI) dengan senang hati untuk dapat berkontribusi untuk mempersiapkan SDM. Yang memiliki kompetensi cakap, dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip syariah dalam menjalankan bisnisnya.

“MI akan selalu mendukung langkah strategis BPD SUMUT dalam menjalan Bisnis Syariah. Ini karena sudah menjadi komitmen kami, dalam mendukung ecosystem syariah di Indonesia,” pungkas Anton

Sementara, Direktur Bisnis dan Syariah Bank Sumut Irwan mengatakan, dirinya mengapresiasi pelatihan ini karena SDM-SDM Bank Sumut bisa mendapatkan pelatihan. Serta pemahaman dasar perbankan syariah, dari perbankan syariah yang telah lama di Indonesia

“Kita membuat training-training seperti ini, dan melibatkan lintas divisi, jadi semua insan Bank Sumut, baik level divisi maupun level yang bawah, nanti akan bantu produk-produk bank Sumut dan prinsip-prinsipnya. Kita bertanya memang kepada yang berpengalaman” pungkas Irwan. (Z_A)

Jalin sinergi Koperasi Agro Niaga Jabung Syariah Jawa Timur – Muamalat Institute dorong tingkatkan SDM berdaya saing tinggi.

Muamalat Institute (MI) menjalin kerja sama dengan Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung Syariah Jawa Timur dalam meningkatkan kompetensi SDM dalam upaya memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat dan perluasan bisnis.

Pertemuan kedua pihak dilaksanakan pada Jumat (28/05) yang dihadiri oleh Executive Director MI Anton Hendrianto dan Ketua I KAN Jabung Herman Soepardjono, ST, MI berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan Bisnis, Operasi & Teknologi dan SDM, khususnya dalam bidang pengembangan SDM Koperasi, MI akan terus mendukung KAN Jabung terus menjadi salah satu Koperasi terbesar di Indonesia dan diperhitungkan dalam kancah perekomonian Indonesia.

Anton menyebut, MI siap mendukung KAN Jabung dalam pengembangan Bisnis, Operasi, Teknologi dan SDM koperasi. Pada kesempatan yang sama, Jumat (28/05) bertempat di Aula kantor pusat Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung telah dilaksanakan pembukaan program pelatihan dan pengembangan SDM guna menyiapkan kader pemimpin yang tangguh dan terus dapat mengikuti pekembangan usaha dan iklim bisnis pada masa yg semakin menantang.

Pembukaan program pelatihan dibuka oleh Ketua I KAN Jabung Herman Soepardjono. dalam sambutannya Herman menyebutkan “Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung sangat konsisten dalam mempersiapkan SDM berkualitas yang dapat membangun dan mengembangkan koperasi, dengan adanya program ini diharapkan para peserta dapat optimal dalam mengembangkan koperasi” pernyataan tersebut ditanggapi juga oleh Anton Hendrianto selaku Executive MI yang menyatakan ” kualitas dari sebuah perusahaan sangat ditunjang dari kualitas sumber daya manusia, dalam membangun dan mengembangkan sebuah bisnis, harus ada investasi yang dibangun, tentu saja investasi sumber daya manusia menjadi hal utama, karena jika kompetensi SDM baik, maka hal itu akan dapat menunjang perusahaan secara keseluruhan.

“Saya sangat yakin sinergi ini akan terus dilakukan untuk perkembangan ekonomi Indonesia khususnya melalui koperasi, karena saya sangat yakin Koperasi adalah salah satu pilar utama dalam pertumbuhan ekonomi, khususnya pasca pandemi covid,” pungkas Anton yang juga merupakan pejabat senior Bank Muamalat Indonesia. (Z_A)

BACA : Muamalat Institute Luncurkan Learning Management System (LMS) Berbasis Komputasi Awan

Muamalat Institute mendukung Strategi Penerapan Governance Risk Compliance untuk komisaris dan direksi Bank Muamalat

PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk adakan Webinar Strategi Penerapan Governance, Risk management and Compliance (GRC) Dalam Mendukung Kinerja Bank Muamalat Indonesia (BMI).

Acara ini di didukung penuh oleh Muamalat Institute selaku anak perusahaan BMI, Adapun peserta webinar ini adalah Komisaris utama Ilham Habibie beserta Dewan Komisaris dan Presiden Direktur Achmad K. Permana dan Direksi BMI.

Executive Director MI Anton Hendrianto menjelaskan “Bank Muamalat Indonesia (BMI) dengan memberikan pelatihan untuk Dewan Komisaris dan Dewan Direktur agar dapat terus terbaharukan perihal Governance Risk Management and Compliance (GRC) dalam mendukung kinerja yang berkesinambungan pada tahun yang menantang dan semakin tajamnya kompetisi sektor finansial pada era digital, maka pembekalan pada level pejabat senior perbankan harus dilakukan secara berkala dan langsung menjawab kebutuhan saat ini,” ujarnya

“Program ini sangat baik untuk seluruh Dewan Komisaris, Dewan Direksi dan Pejabat Senior Perbankan Nasional. Ini semua demi menciptakan perbankan nasional yang semakin sehat dan mapan,” Tambah Anton yang merupakan pejabat senior di BMI.

Fasilitator Muamalat Institute, Abdurrahman menjelaskan Alhamdulillah, para Board of Commisioner (BoC) dan Board of Director (BoD) memiliki awareness yang tinggi terhadap penerapan GRC yang terintegrasi untuk mendukung kinerja Bank Mualamat. “Para peserta telah memahami bahwa GRC memiliki peran untuk memujudkan Principled Performance. Jadi GRC tidak hanya sekedar memenuhi tuntutan regulator, namun sekaligus untuk mewujudkan kinerja,” ungkapnya.

Abdurrahman menambahkan, Peserta juga memahami tentang GRC dari perspektif regulasi yang saat ini masih parsial namun bisa dijadikan rujukan dalam menerapkan GRC. Peserta juga telah memahami GRC Capability Model yang dikembangkan oleh Open Compliance & Ethical Group (OCEG) sebagai integrated GRC sebagai model terintegrasi yang terdiri dari 4 elemen utama yaitu Learn, Align, Perform & Review dan 20 komponen.

“GRC yang akan diterapkan juga dapat mengakomodir transformasi digital banking dari sisi pengelolaan risiko internal Bank dan dalam kolaborasi dengan eksternal sebagai bagian dari ekosistem digital banking” ungkapnya saat di hubungi. (Z_A)

BACA : Muamalat Institute Luncurkan Learning Management System (LMS) Berbasis Komputasi Awan

Cara Belajar Yang Menyenangkan Dengan Menggunakan Teknologi Terkini Di Bidang Immersive

Oleh: Adez Aulia
Founder immersiva.id

Dalam menyambut Hari Pendidikan Nasional Tanggal 2 Mei, saya membuat seminar mengenai *cara belajar yang menyenangkan dengan menggunakan teknologi terkini di bidang immersive, bekerjasama dengan Muamalat Institute, yang merupakan bagian dari Bank Muamalat Indonesia, kegiatan ini dihadiri 100 Guru dan Dosen se-Indonesia.

Pandemi covid-19 telah memaksa kita untuk melakukan adaptasi terhadap berbagai hal dalam kehidupan dan tentunya di dalam pendidikan pun juga tidak boleh ketinggalan. Jika di dalam kehidupan nyata kita berinteraksi dengan murid secara tiga dimensi, maka pada metode pembelajaran jauh jarak jauh, terutama dengan menggunakan zoom, kita terpaksa untuk berinteraksi dengan cara dua dimensi, yang tidak dapat dipungkiri telah mengurangi kenikmatan belajar bagi para murid.

Namun dengan demikian bukan berarti kita harus menyerah, justru kita harus berinovasi dengan menggunakan cara belajar yang berbeda dengan cara kita mengajar di dalam kelas sebelum masa pandemi, dan juga berbeda dengan cara kita menggunakan zoom secara standar, misalnya hanya dengan duduk di laptop, berbicara biasa, lalu berharap bahwa murid akan dapat memahami apa yang kita ajarkan.

Berikut adalah beberapa tips yang saya bagikan kan di dalam webinar hari ini:

Berdirilah lebih jauh dari layar laptop kita, gunakan kabel extension (perpanjang) dari mikrofon kita, sehingga murid kita dapat melihat tubuh kita secara keseluruhan dan mereka bisa melihat bahasa tubuh kita, terutama gerakan tangan kita, yang akan menambah elemen visual pada saat kita berkomunikasi. Para ahli sepakat bahwa 70% dari pemahaman siswa terhadap pelajaran terbentuk oleh bahasa tubuh kita dibandingkan jika hanya mendengar bahasa verbal saja.

Gunakan fasilitas share audio yang ada di zoom, lalu kita pilih musik instrumental yang akan meningkatkan mood belajar, sekaligus juga meningkatkan fokus para siswa dalam menyimak pelajaran yang kita berikan. Musik instrumental akan menghilangkan distraksi di dalam pikiran siswa yang masih akan terganggu oleh sosial media dan kegiatan lain yang tidak berhubungan dengan pelajaran.

Gunakan green screen (layar hijau) yang dipadukan dengan slide powerpoint yang di desain secara menarik, apalagi jika bisa dikombinasikan dengan animasi bergerak yang akan membuat semua elemen menjadi lebih dinamis dan tentunya akan membuat suasana menjadi lebih hidup.

Usahakan agar siswa tidak duduk saja, minta mereka berdiri, kombinasikan dengan musik agar siswa bisa berolahraga, seperti melakukan senam sederhana yang membuat mereka aktif bergerak, sehingga tidak hanya duduk saja secara pasif. Penelitian membuktikan bahwa tubuh yang aktif bergerak akan membuat otak bekerja dengan lebih baik dan dapat menerima pelajaran yang diberikan di dalam kelas.

Gunakan metode yang memancing ketertarikan siswa untuk belajar, misalnya meminta mereka untuk membaca artikel, tetapi tidak dengan menggunakan intonasi yang biasa, melainkan dengan cara nge-rap diiringi oleh instrumen musik dari jenis hip-hop. Murid-murid terutama dari ini generasi muda akan sangat senang sekali melakukan sesuatu yang berkaitan dengan kesukaan mereka di zaman sekarang.

Pelajaran tidak hanya diberikan secara harus tatap muka, kita juga bisa melakukan rekaman suara rumah dengan diiringi musik instrumental, yang mirip dengan podcast (internet radio) sehingga murid akan mendengarkan materi yang kita berikan sambil memejamkan mata, dan memberikan mereka kesempatan untuk mengistirahatkan mata yang menjadi lebih lelah karena memandang layar monitor komputer terus menerus. Tulisan ini juga langsung saya praktekkan menjadi rekaman suara yang diiringi musik, sehingga anda langsung dapat mendengar bentuknya seperti apa.

Gunakan fasilitas terbaru dari zoom yaitu immersive view, yang dapat memadukan pembicara di dalam satu layar, kita bahkan bisa menampilkan seluruh murid dan menyatukan mereka seakan-akan berada di ruangan kelas yang sama.

Jika memungkinkan gunakan teknologi immersive yang terbaru seperti virtual reality atau minta televisi yang bisa menampilkan benda-benda virtual masuk ke dunia nyata dan membuat murid bisa berinteraksi dengan benda virtual tersebut, seakan berpindah dari rumah masing-masing ke kebun binatang, ke lokasi lain di seluruh dunia, bahkan bertemu dengan makhluk dari masa lalu seperti dinosaurus, atau masa depan seperti pesawat luar angkasa.

Intinya adalah bagaimana memadukan proses pengajaran dengan hiburan, sehingga suasana belajar menjadi jauh lebih menyenangkan dan tentunya akan sanggup menghadapi situasi sekarang yang penuh dengan keterbatasan.

Baca : Muamalat Institute Luncurkan Learning Management System (LMS) Berbasis Komputasi Awan

Muamalat Institute Teken MoU dengan Psikologimu guna membangun mental SDM Indonesia.

Kesadaran sehat mental di Indonesia semakin meningkat. Namun demikian, banyak hambatan untuk mendapatkan akses sehat mental seperti infrastruktur yang belum memadai di seluruh Indonesia, minim tenaga sehat mental, rasa malu akibat stigma negatif untuk individu yang konsultasi dengan Psikolog, serta biaya konsultasi yang tinggi.

Muamalat Institute melakukan MoU dengan Psikologimu melalui Webinar-Zoom dibuat untuk memberikan akses sehat mental dengan menghubungkan users dengan Psikolog professional melalui digital platform sehingga setiap individu dapat konsultasi dengan biaya terjangkau serta berkonsultasi kapan saja di mana saja, Jumat (30/4/21)

Kenapa harus Psikologimu, karena Rahasia Terjamin, Pilih Sendiri Psikologmu, Langsung Ngobrol
Gak Nunggu Lama, dan Garansi Uang Kembali untuk Gangguan Teknis.

CEO Psikologimu Nova Ariyanto Jono merasa senang mendapatkan kesempatan seperti ini, beberapa tahun menjalankan psikologimu Kata Kolaborasi menjadi kata kunci karena, orang Indonesia mental health stigma masih jelek, memang harus dengan kolaborasi supaya semua orang bisa merasakan benefitnya. Value yang kita tawarkan tidak hanya dunia, semua orang Indonesia kalau kita feel better dan dari situ kita sudah mendapatkan pahala, pasti banyak yang menolong, yang penting kita komit buat melakukan semua improvement.

“Tujuan akhir semua orang bisa lebih sehat mentalnya, kalua mentalnya sehat 70 persen sakit itu karena stress kok, kalau dia gk stress maka biaya Kesehatan turun. Yang pengen kita add adalah value semua stakeholder, dengan bantuan Muamalat Institute kita bisa selang lebih deket dengan melakukan semua itu” ungkapnya alumni mahasiswa Psikologi saat memberi sambutan.

Executive Director MI, Anton Hendrianto mengungkapkan Allhamdulillah, kami terus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan dan berkelanjutan dengan melakukan kolaborasi dengan Psikologimu, produk dan layanan yang kami sebut PsikologiMu merupakan bimbingan psikologi dengan mengunakan digital platform untuk menjawab kebutuhan saat ini, karena pada saat pandemi banyak kebutuhan bimbingan psikologi untuk menunjang kinerja seseorang di dunia kerja atau diluar pekerjaan. Saya sangat yakin program ini akan menjadi faktor pembeda satu organisasi dalam memberikan benefit kepada aset paling berharga dari perusahaan yakni Sumber Daya Manusia sebagai Human Capital.

“Kami akan terus beraliansi strategis dan bersinergi dengan semua pihak yang dapat saling menguatkan untuk kepentingan SDM Unggul Indonesia Maju”, Imbuh Anton yang juga Pejabat Senior di Bank Muamalat Indonesia. (Z_A)

BACA : Muamalat Institute Luncurkan Learning Management System (LMS) Berbasis Komputasi Awan

FEBI UIN Mataram dan Muamalat Institute Optimis Bangun SDM Syariah untuk NTB.

Menindak lanjuti dari kesempatan yang telah dilaksanakan pada Kegiatan Perjanjian Kerjasama (PKS) oleh Muamalat Institute (MI) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Mataram melaui Zoom, kamis lalu (25/3/21).

Executive Director memberikan kuliah umum kepada mahasiswa UIN Mataram pada acara Studium General dengan Tema “Optimalisasi Dunia Pendidikan Ekonomi dan Bisnis dalam rangka pembangunan Daerah NTB” yang dilaksanakan di Ruang Teater Gedung Research Center UIN Mataram, Jl. Pendidikan No.35, Dasan Agung Baru, Kec. Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (12/4/21).

“MI berupaya untuk mensinergikan seluruh elemen syariah di NTB untuk menciptakan ecosystem demi meningkatkan market syariah di NTB sebelum peningkatan ekonomi pada saat diluncurkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang akan mengelar ajang dunia pada tahun 2022 yakni Moto GP. Maka dari itu Industri Kreatif Syariah harus mengambil peran dan dimajukan melalui generasi muda NTB. Dan saya sangat salut dengan komitmen UIN Mataram, khususnya FEBI UIN Mataram yang terus berupaya agar semua cita-cita mulia tercipta,” pungkas Executive Director MI Anton Hendrianto.

Anton menambahkan, “MI terus berupaya tanpa lelah untuk dapat mewujudkan NTB menjadi ‘Center of Excellence Syariah’, setelah ini kami akan melakukan serangkaian diskusi dengan seluruh pemangku kepentingan dengan sasaran jangka pendek meningkatnya literasi keuangan syariah dan Inklusi perbankan syariah dengan memberdayakan generasi muda dan digital platform untuk menyambut masa depan syariah yang lebih baik di NTB, Saya ucapkan terima kasih kepada Dekan FEBI UIN dan jajarannya” pungkas Anton yang juga merupakan Pejabat Senior di Bank Muamalat Indonesia.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan 1, Dr. Muh Salahuddin, M.Ag, Wakil Dekan 2, Dr. Muhammad Saleh, MA, Wakil Dekan 3, Dr. Muhamad Yusup, MSI, Branc Manager Bank Muamalat Indonesia Cabang Mataram, Nasrullah.

Dekan FEBI UIN Mataram, Ahmad Amir Aziz sangat mengucap syukur dan berterimakasih atas kehadiran Pak Anton Hendrianto, kemarin itu teman-teman dosen dan mahasiswa cukup antusias menyimak dan ada diskusi ringan terkait hal itu. Mudah mudahan dalam waktu dekat tindak lanjutnya nanti bisa kita diskusi lebih lanjut bagaimana agar apa yang kemarin dipikirkan dan direncanakan, apa yang dihasilkan dari point point penting yang menjadi kesepakatan, mangarah pada titik temu konsep itu bisa kita tindak lanjuti pada masa masa yang akan datang.

“Kami berharap MI bisa mensupport, karna bagaimana pun mahasiswa kami cukup banyak ekonomi Syariah di NTB, perlu pendamping, kami juga berharap bisa join mengadakan semacam research untuk memetakan lebih jauh bagaimana gagasan Centre of Excellence itu bisa kita wujudkan. Kami tengah terus mempersiapkan itu dan perlu diskusi lebih intens mengenai apa yang kita hajatkan bisa kita wujudkan dengan program yang lebih operasional,” tuturnya.

Wakil dekan I bidang akademik, Salahuddin, menjelaskan ada beberapa hal yang saya catat dari kegiatan kemarin dengan MI. Yang pertama, bahwa hubungan Kerjasama kita Bersama dengan MI adalah hubungan yang symbiosis mutualisme dimana Lembaga bisnis selain berfungsi bisnis juga harus memiliki fungsi edukatif dan sosial. Demikian pula apa yang ada didunia Pendidikan tidak hanya murni untuk ilmu pengetahuan tetapi bagaimana men-supply apa yang dibutuhkan oleh industry. Dan disitulah letak titik temu kita.

“Oleh karena nya kedepan diharapkan Kerjasama FEBI UIN Mataram dengan MI dapat lebih menguatkan lagi tingkat professionalisme mahasiswa dan tenaga tenaga professional ekonomi Syariah yang ada di NTB”, ujarnya. (Z_A)

BACA : Muamalat Institute Luncurkan Learning Management System (LMS) Berbasis Komputasi Awan

Open chat
Assalamu alaikum warahmatullohi wabarakatuh.... ada yang bisa kami bantu ?