Muamalat Institute dan IIGMA Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Treasury Dealer

JAKARTA – Muamalat Institute bekerjasama dengan IIGMA (Indonesia Islamic Global Market Association),  menyelenggarakan Program Refreshment Sertifikasi Kompetensi Bidang Treasury Dealer ini dalam format Webinar Zoom, Senin (27/9/2021).

Dalam kegiatan ini menghadirkan pembicara dari Bank Indonesia, Tri Puji Lestari. Avrist Asset Management, Tubagus Farash Farich dan Bloomberg, Ebru Boysan & Tamara Henderson

Dan dilanjutkan sesi diskusi oleh Direktur Ekonomi Keuangan Syariah Bank Indonesia, Prijono.

Dengan tema “Investasi di Era Pandemi Covid19”, Ketua Indonesia Islamic Global Market Association Budi Kurniawan mengatakan, program pemeliharaan (refreshment) sertifikasi kompetensi bidang treasury dealer bertujuan untuk memelihara kompetensi pemegang sertifikat kompetensi.

Dan memastikan kepatuhan terhadap persyaratan yang ditetapkan dalam pedoman, standar atau skema sertifikasi.
“Dan juga agar pemegang sertifikat kompetensi mengikuti perkembangan terbaru dan melakukan pengkinian aspek teknis, dan manajerial dalam bidang Tresuri,” ujar Budi saat sambutan.

Untuk diketahui, seorang dealer perbankan di unit treasury adalah seseorang yang salah satu tugas utamanya ialah mengelola aset dan liabilitas serta likuiditas bank. Dealer juga melakukan transaksi di pasar finansial baik itu pasar uang (money market), obligasi atau surat utang dan valuta asing untuk mendapatkan profit.

Baca : Muamalat Institute Luncurkan Learning Management System (LMS) Berbasis Komputasi Awan

Budi Kurniawan mengatakan, investasi di bidang ekonomi dan perbankan syariah saat ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. “Sesuai dengan laporan OJK, per Desember 2020, saat ini total aset perbankan syariah itu sebesar Rp610 triliun, dengan pertumbuhan total aset sebesar 13,04 persen,” kata Budi.

Menurutnya, peningkatan aset perbankan syariah ini terjadi karena proses konversi aset bank konvensional ke bank syariah sesuai aturan Qanun Aceh.

Sementara, Direktur Executive Muamalat Institute Anton Hendrianto mengatakan, program pemeliharaan ini diadakan karena mempertimbangkan berbagai hal. Diantaranya, sertifikat kompetensi bidang Treasury Dealer mempunyai masa berlaku selama 3 tahun.

Anton mengatakan, Bank diharapkan mengikutsertakan setiap pengurus dan pejabat bank yang dipersyaratkan memiliki sertifikat Treasury Dealer dalam program pemeliharaan secara berkala.

“Seseorang yang telah memiliki sertifikat kompetensi yang diterbitkan oleh LSPP diharapkan mengikuti program pemeliharaan,” ujarnya.

Anton juga mengatakan, pengambilan tema “Investasi di Era Pandemi Covid19” sangat kekinian. Sesuai dengan komitmen Muamalat Institute pada industri keuangan syariah, dirinya ingin bersama-sama mendorong peningkatan kompetensi SDM untuk mendukung pertumbuhan bisnis syariah.

Hal ini karena investasi di pasar syariah dan perbankan syariah ke depannya akan terus meningkat dan menjanjikan.
“Kita MI akan mendukung bank-bank konvensional yang akan bertransformasi menjadi perbankan syariah. Hal ini agar perbankan syariah bisa menjadi pilar penting di perbankan Indonesia,” imbuh Anton yang juga merupakan pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia.

Baca : Kalender Publik HARBOLNAS 10.10 Bulan Oktober

Launching Program GEULIS, Muamalat Institute Hidupkan Ekosistem Literasi Syariah Untuk Bangsa.

Potensi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia sangatlah besar. Masih banyak ruang di sektor tersebut yang dapat terus dioptimalkan. Namun salah satu tantangan pengembangan sektor tersebut ialah masih rendahnya tingkat literasi ekonomi syariah dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Menanggapi situasi tersebut, kami Muamalat Institute (MI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat terobosan untuk membuat literasi dengan mengunakan pendekatan multimedia dan digital, untuk memulainya diadakan Seminar Nasional bertajuk “Literasi Keuangan Syariah di Era Digital” dan Launching Gerakan Literasi Syariah (GEULIS)

Seminar ini bertujuan untuk menumbuhkan tingkat literasi dengan konten yang inovatif dalam membahas ekonomi dan keuangan syariah secara mudah dan juga dapat menambah khazanah bahan bacaan di Taman Baca Masyarakat (TBM) yang tersebar di Indonesia.

Acara ini digelar secara virtual Sabtu (28/8/2021) diselenggarakan oleh MI, Bank Muamalat Indonesia, OJK, Perpusnas RI, dan Forum Taman Bacaan Masyarakat se-Indonesia.

Acara ini juga mengadakan diskusi panel yang menghadirkan Gol A Gong Sebagai Duta Baca Indonesia dan Penulis, Kang Maman Suherman sebagai Jurnalis dan Penulis, Awaldi sebagai Direktur Operational BMI dan juga Penulis Buku “Karyawan Galau Nasabah Selingkuh”, di moderator oleh Chief Human Capital Officer BMI, Riksa Prakoso dan ditengah acara ini hadir ketua Umum Pengurus Pusat Forum TBM Indonesia, Kang Opik untuk menandatangani MoU antara Muamalat Institute dan Forum TBM Indonesia.

Dengan semakin banyaknya konten-konten kreatif yang membahas ekonomi dan keuangan syariah, maka masyarakat akan semakin tertarik dan mudah memperoleh pemahaman terkait ekonomi dan keuangan syariah sejak dari awal.

Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Horas Tarihoran mengatakan pihaknya mengapresiasi inisiatif yang dimotori oleh MI demi mendukung literasi keuangan syariah. Pasalnya kata dia, walaupun potensi syariah yang tinggi tapi indeks inklusi keuangan rendah dan literasi keuangan juga rendah.
“Kami berharap kedepan bukan hanya Bank Muamalat. Jangan jadikan aturan OJK untuk melaksanakan literasi keuangan, sebagai beban. Tapi justru sebagai investasi. Kita edukasi dulu, baru kita jualan produk,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando yang diwakili Upriyadi, berharap dengan adanya acara ini dapat meningkatkan indeks literasi.

Sementara itu, CEO Bank Muamalat Indonesia, Achmad K Permana mengatakan, pihaknya sangat setuju harus ada terobosan dalam mengedukasi masyarakat. Dalam meningkatkan literasi agar dapat menumbuhkan ekonomi syariah di Indonesia.

“Seperti pendekatan kekinian, dengan digital. Meningkatkan literasi keuangan bukan hanya pekerjaan rumah dari regulator saja. Saya setuju dengan pak Horas. Kita harus melibatkan semua,” ujarnya.

CEO BMI berharap “Bahwa inovasi tidak berhenti sampai disini, MI harus terus berinovasi untuk memberikan sumbangsih nyata untuk perekonomi syariah di Indonesia.”

Executive Director Muamalat Institute, Anton Hendrianto mengatakan, pihaknya membuat program ini karena berdasarkan data BPS minat baca kita masih rendah. Selain itu berdasarkan data OJK, Literasi Keuangan Syariah juga rendah.

“Maka kami mengusulkan kepada OJK, membuat satu program. Dalam bentuk kartun. Kita melaunching episode 1, bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional, Forum Taman Baca Masyarakat Indonesia, bagaimana kita menggemarkan membaca. Sehingga literasi syariah kita dan literasi membaca kita meningkat. Insya Allah kami terus berkomitmen untuk mendukung literasi syariah dengan bersinergi dengan semua pihak dalam ekosistem syariah, maka tunggu program garapan generasi muda MI dalam project MIDIO (MI Studio) yang dipersembahkan untuk Indonesia yang tangguh dan tumbuh pada sektor ekonomi syariah,” jelas Anton yang juga pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia. (Z_A_

Muamalat Institute dan Universitas Gadjah Mada Bersinergi untuk SDM Indonesia yang Tangguh

Universitas Gadjah Mada

JAKARTA – Muamalat Institute (MI) menjalin perjanjian kerjasama (PKS) dengan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), dalam menyiapkan sumber daya manusia di bidang ekonomi syariah, atau industri keuangan syariah yang unggul dan berkompeten. Kerjasama ini juga dalam rangka mendukung pelaksanaan pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi profesi.

Dalam acara Ceremony Penandatanganan PKS ini juga turut hadir Kepala Badan  Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI, Anggito Abimanyu memberikan seminar tentang “Kontribusi Dana Haji dalam Perbankan Syariah”.

Executive Director MuamaIat Institute Anton Hendrianto, beliau mengatakan, kerja sama ini merupakan tanda-tanda yang baik, kita bersinergi untuk menghasilkan generasi muda yang lebih baik lagi demi membangun perekonomian halal di Indonesia yang sangat memiliki potensi sangat besar.

Kerjasama ini akan bersifat resiprokal untuk Industri dan Universitas, tujuan kerjasama ini adalah menciptakan ekosistem yang kuat dari semua pemangku kepentingan, terutama untuk Indonesia yang akan memasuki bonus demografi pada satu dekade kedepan, maka peningkatan kompetensi akan menjadi kata kunci.

Baca : Muamalat Institute Luncurkan Learning Management System (LMS) Berbasis Komputasi Awan

“Kita harus berubah, bersinergi antara dunia kampus dan industri, agar bersama-sama bisa menciptakan generasi muda yang unggul dan berkompeten, khusus di bidang ekonomi syariah, atau industri keuangan syariah,” ujar Anton dalam keterangan persnya, Selasa (10/8/2021).

Ia meyakini, Muamalat Institute, Bank Muamalat Indonesia, beserta Sekolah Vokasi UGM bisa menjadi pelopor kemajuan ekonomi syariah atau Industri keuangan syariah di Indonesia, mengungguli negara-negara lain.

Pernyataan diatas pun mendapatkan dukungan dari orang nomer satu di BPKH, Anggito menyatakan, Manusia yang berkualitas akan menjadi Game Changer dan faktor pembeda dalam persaingan usaha dan kerjasama ini menjadi pionir pada industry keuangan syariah.

“Karena leader masa depan itu tidak hanya mementingkan keuntungan saja, tetapi harus memberikan dampak sosial yang positif di tengah-tengah masyarakat. Agar ekosistem ini berjalan sebagaimana mestinya, jadi kita bersama-sama akan menyiapkan generasi muda unggul, berkompeten, dan berguna bagi masyarakat,” jelas Anton yang juga pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia.

Pelaksana Tugas Dekan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada Agus Maryono mengungkapkan, dirinya amat senang karena dapat terwujudnya perjanjian kerjasama antara Sekolah Vokasi UGM dan Muamalat Institute.

“Kerjasama ini merupakan keinginan untuk saling menunjang peran para pihak, dalam upaya peningkatan produktivitas dan daya saing lulusan melalui sektor pendidikan. Saya berharap melalui kerjasama ini, mahasiswa Vokasi kami betul-betul memahami dunia industri, dunia kerja, dan dunia usaha,” pungkas Agus.

Baca : Program Free Training untuk Seluruh Warga Indonesia

MI Dukung BMI meningkatkan Digitalisasi Melalui MAP DB

JAKARTA – Muamalat Institute (MI) selaku anak perusahaan Bank Muamalat Indonesia (BMI) mendukung berjalannya  program Muamalat Associate Program Digital Banking (MAP-DB), untuk berkontribusi pada pertumbuhan digitalisasi perbankan Syariah melalui BMI.

Dalam acara yang diselenggrakan secara Live di MI-DIO (Studio Muamalat Institute) yang memiliki bisnis Multimedia. Hadir secara langsung Direktur Bisnis Retail, Purnomo B. Soetadi, Direktur Operasional, Awaldi, Chief Human Capital Officer, Riksa Prakoso, Pejabat senior dan seluruh orang tua peserta. Kegiatan ini juga mengangkat tema “Fixing The Glitch in Disruption Era”, melalui daring.

Purnomo B. Soetadi Direktur Bisnis Ritel BMI menyatakan, MAP Digital Banking adalah sebuah inisiatif dari BMI, bahwa mau enggak mau dalam situasi seperti sekarang ini, landscape-nya sudah berubah, kebutuhan nasabahnya berubah, ekosistem disekelilingnya berubah, dan behavior-nya juga berubah.

Contoh perubahan itu adalah biasanya kita setiap pagi membaca surat kabar, atau nunggu berita di televisi, sekarang kita tinggal membaca berita melalui handphone kita saja, yang bisa diakses setiap saat.

“Alhamdulilah, selamat datang di Bank Muamalat, saya sampaikan kepada para MAP digital banking Bank Muamalat. Kita harus bersyukur bisa berkumpul dalam keadaan sehat wal’afiat. Saya mewakili pak Ahmad K. Permana, Presiden Direktur Bank Muamalat, beliau menitipkan salam, selamat kepada para MAP digital banking yang telah bergabung di Bank Muamalat, beliau kebetulan belum bisa join pada acara ini, tetapi nanti Insya Allah di event selanjutnya, pak Dirut akan menyapa langsung temen-temen sekalian,” tutupnya sambil meresmikan opening ceremony MAP DB BMI, Senin (2/8/2021).

Head People Development & Culture, Anton Hendrianto merasa bangga kepada seluruh peserta MAP-DB ini yang terpilih. Ia meyakini ke-20 orang yang telah terpilih dan bergabung di MAP-DB ini akan berkontribusi nyata untuk membuat perbedaan pada bisnis digital BMI.

Ini adalah salah satu ikhtiar dari BMI untuk menjawab tantangan terkini, di mana saat ini customer dan client semakin berubah. Sehingga cara bekerja pun berubah, dan kedepannya akan bekerja semakin digital.                                                                      

“Pemilihan MAPDB ini dari seluruh kampus Indonesia melalui tujuh seleksi, dan jumlah CV yang masuk 6.400 untuk mengisi 20 posisi. Selamat untuk MAPDB terpilih, tapi ini baru satu pintu yang baru kalian buka, dan ada beberapa pintu yang harus kalian buka untuk membantu BMI mendorong digital ekosistem di Syariah,” ungkap Anton yang juga menjabat sebagai Executive Director di MI.

Anton menambahkan, Peserta MAP DB ini akan melewati beberapa tahap, kurang lebih satu tahun, 6 bulan pertama mereka akan full belajar. Ini adalah bentuk komitmen kuat BMI untuk mewujudkan “IDEAL Place to Work” dengan memastikan seluruh peserta MAP-DB ini memiliki kompetensi yang sama, baik untuk designer maupun untuk developer.

“Sangat berharap di 12 bulan nanti setelah melewati semua ini bisa lulus, dan setelah itu berkontribusi nyata untuk BMI dan juga institusi keuangan Syariah. MI akan mendorong kompetensi digital generasi muda yg meliputi Digital Marketing, Developer, Designer dan Data Scientist melalui program yg terpadu dan terstuktur”, ujarnya. (Z_A)

MI bersama Hijrah Coach untuk kualitas SDM Indonesia yang Unggul

Jakarta – Muamalat Institute (MI) dan Hijrah Coach melakukan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Jumat (30/7/2021). Kerjasama yang dilakukan melalui Webinar-Zoom ini, dalam rangka peningkatan SDM melalui program leadership dan sertifikasi coaching.

MoU ini dihadiri oleh Founder and CEO of Hijrah Coach, Coach Daru Dewayanto, Managing Director of Hijrah Coach, Coach Intan Erlita, Head of Program Solution, Cahya Maulana. Executive Director Muamalat Institute, berikut jajarannnya.

Founder and CEO of Hijrah Coach, Daru Dewayanto mengatakan, dirinya senang dapat bekerjasama dengan Muamalat Institute. Ia menilai MI sudah banyak pengalaman di Industri Keuangan Syariah.

“Menjadikan saya Self-reflection, temen-temen MI dan Bank Muamalat cukup senior, namun kami di industri baru sekitar sepuluh tahun. Dengan semangat kita jalani Hijrah Coach ini, ingin sebanyak-banyaknya membantu dan kontribusi kepada umat,” ujar Daru dalam keterangan pers-nya.

Ia melanjutkan, dengan kerjasama ini, menjadi core competence keunikan, dan advance bagi para leader, CEO, executive dunia untuk dimiliki.

“Alhamdulillah kita fokus ke kompetensi itu, kami yakin dengan core competence MI energi dan semangat Pak Anton dan jajarannya. InsyaAllah kita menjadi dominan di Indonesia, terutama di industri keuangan berbasis syariah dengan menggabungkan core competence kita,” tutur Daru.

Sementara, Anton Hendrianto mengungkapkan, kerjasama ini dilandasi kesamaan visi dan misi dari kedua institusi untuk membuat SDM yang unggul pada bidang syariah dan halal industri. Saya yakin betul bahwa kerjasama ini merupakan aliansi strategis yang akan membawa perubahan berarti di Indonesia.

Pada era saat ini kemampuan coaching adalah menjadi salah satu kompetensi yang dimiliki oleh setiap orang dalam memimpin sebuah organisasi untuk dapat terus bertahan dan sukses pada situasi yg sangat menantang seperti saat ini, dan saya yakin coaching adalah elemen penting dan aktifitas penunjang produktifitas dan kinerja perusahan pada era saat ini dan new normal kedepannya tukas Anton yang juga pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia. (Z_A)

Muamalat Institute Dorong Mahasiswa UMY Jadi SDM Ekonomi Syariah Yang Berkompeten

MI.com. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerjasama dengan Muamalat Institute (MI), dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) ekonomi syariah yang berkompeten, dan bisa langsung terjun di dunia industri keuangan syariah.

Hal itu direalisasikan dalam Workshop dan Pembekalan Magang Tahun 2021/2022, dengan tema “Skill dan Kompetensi SDM Ekonomi Syariah dalam Menangkap Peluang Kerja pada Industri Keuangan Syariah”, yang diselenggarakan pada 17 Juli 2021 lalu.

Kepala Program Studi Ekonomi Syariah, Maesyaroh mengatakan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melalui Prodi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam menginginkan, agar mahasiswanya kompeten. Terampil serta siap dalam pengelolaan operasional bank syariah secara efektif, dan siap berkiprah pada industri perbankan syariah secara masif.

Menurutnya, mahasiswa perlu memahami (menelaah) konsep perbankan syariah, dan menguasai berbagai kemampuan teknis perbankan baik secara individu maupun kelompok (personal and team skill). Sehingga nantinya mampu mengembangkannya pada proses praktik
perbankan di dunia kerja.

“Dorongan (motivasi) dalam bentuk kegiatan terpadu kepada mahasiswa secara berkelanjutan, seperti sekarang ini, diharapkan mampu membentuk kultur positif. Kebutuhan terhadap pengenalan dan simulasi kerja perbankan syariah, dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa, guna mendukung tercapainya tujuan praktik perbankan mahasiswa pada lembaga keuangan perbankan syariah,” ujar Maesyaroh dalam keterangan tertulis, Rabu (21/7/2021).

Ia melanjutkan, dengan workshop dan pembekalan magang ini, Prodi Ekonomi Syariah FAI UMY berharap bisa mempersiapkan mahasiswa untuk terjun pada lembaga keuangan syariah dalam bentuk magang. Serta mendorong (memotivasi) mahasiswa dalam mempersiapkan diri sebagai bagian dari praktisi syariah.

Sementara, Executive Director of Muamalat Institute Anton Hendrianto mengatakan, pihaknya yakin mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah FAI UMY bisa terjun dan terserap di industri keuangan syariah jika lulus nanti.

Karena menurut Anton, dari data yang tertera, menurut World Economic Forum, 10 skill yang dibutuhkan di Tahun 2025 adalah salah satunya skill yang terkait dengan industri syariah. Hal ini karena industri keuangan syariah akan terus berkembang. 

“InsyaAllah teman-teman mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah FAI UMY nanti terserap di dunia kerja yang halal. Yang penting ada dorongan, kemauan dalam diri untuk berikhtiar dalam berusaha semaksimal mungkin,” kata Anton yang sebagai fasilitator pembekalan untuk Mahasiswa UMY.

Dirinya berharap, agar mahasiswa ekonomi syariah dapat meningkatkan kualitas diri, sehingga menambah SDM yang unggul di Indonesia. “Sehingga kita bisa lihat adik-adik mahasiswa ini nantinya bisa maju kedepan, Insya Allah ini menjadi Langkah awal kita bisa maju bersama.
Ini (workshop) untuk mempersiapkan generasi muda yang dapat menangkap dan mengembangkan peluang yang sangat besar pada industry syariah,” pungkas Anton pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia tersebut. (ZA)

Universitas Sumatra Utara gandeng Muamalat Institute mewujudkan konsep merdeka Belajar, dan Kampus Merdeka.

Muamalat Institute (MI) MoU dengan Universitas Sumatra Utara (USU) akan mewujudkan konsep Merdeka Belajar, dan Kampus Merdeka (MBKM) khususnya di Sumatra Utara, umumnya di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan melalui Webinar Zoom.

Turut menghadiri Wakil Rektor III USU Dr Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S Si, M Si, Apt, Staf Ahli WR 3 USU, Siti Salmiah, drg, Sp KGA, Head of HCGA, Finance and Operation Muamalat Institute Nur Atikah, Head of CRM Yudi Krisdianto, Head of Design Product Saiful Khoiri, Product Development Salsabila Sholehah, Client Relationship Manager Marita P dan Ka Biro BP2KM dan Kerjasama USU Surya Darma, S Sos.

Rektor USU Muryanto Amin sangat merasa bersyukur dapat berkesempatan untuk bersinergi dengan Muamalat Institute. kami dari USU Mengucapkan terima kasih dan menyambut baik kesempatan untuk bisa bekerja sama dengan MI, hal ini terkait banyaknya benefit yang didapat dalam pengelolaan-pengelolaan yang berkaitan dengan perbankan, perekonomian dan kegiatan yang dapat mendukung terlaksananya Tri Darma perguruan tinggi.

“Kami juga sedang giat-giatnya untuk melaksanakan konsep MBKM. Konsep ini diperlukan sebagiamana yang kita pahami bersama bahwa lulusan dari perguruan tinggi itu terkadang sulit untuk bisa cepat beradaptasi dengan dunia Industri. Oleh karena itu Konsep Merdeka Belajar, dan Kampus Merdeka ini dilaksanakan untuk mengurangi kesenjangan antara kebutuhan Industri dengan lulusan yang dihasilkan oleh perguruan tinggi” ungkapnya saat sambutan.

Tujuan utama dari kerja sama ini untuk mengurangi kesenjangan itu, hingga melalui program-program yang akan kita rumuskan secara lebih detail dan lebih baik dan menguntungkan bagi kedua belah pihak, Kami berharap dengan kerja sama ini bisa memberikan atau mendapatkan efek positif untuk perkembangan Institusi masing-masing.

Direktur Eksekutif Muamalat Institute (MI), Anton Hendrianto selalu berupaya meluaskan kerjasama dengan banyak kampus demi mengakselerasi MBKM dan meningkatnya Human Capital Index (HCI), Youth Development Index (YDI) serta tercapainya Sustainable Development Goal (SDG) Indonesia. Ini juga merupakan implementasi dari semangat SDM Unggul Indonesia Maju.

“Ini merupakan suatu Ikhtiar buat kita , juga akan berdampak positif kepada usaha Sumatra Utara, harapan kita Bersama tentu saja meningkatkan kualitas SDM, sehingga SDM Unggul Indonesia Maju bukanlah pada tataran slogan, tapi tataran yang betul-betul kita bisa dinikmati dan kita bisa lihat adek-adek kita bisa maju kedepan, Insya Allah ini menjadi Langkah awal kita bisa maju bersama,” pungkas Anton yang merupakan pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia. (ZA)

Bank Sumut dan Muamalat Institute kolaborasi pelatihan Pendidikan Dasar Perbankan Syariah

Bank Sumut dan Muamalat Institute (MI) berkolaborasi memberikan pelatihan pendidikan dasar perbankan syariah kepada karyawan atau staff Bank Sumut, di Jl. Balai Kota Nomor 2, Kesawan, Kecamatan. Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara, pelatihan tersebut diselenggarakan selama dua hari mulai dari Kamis-Jumat (10-11/6/21).

Executive Director MI Anton Hendrianto mengatakan, pelatihan ini merupakan bentuk kerjasama antara MI dan Bank Sumut. Dalam memberikan kontribusi pada Industri Ekonomi Syariah. Hadir dalam acara itu Direktur Bisnis dan Syariah Bank Sumut Irwan dan Pemimpin Unit Usaha Syariah Bank Sumut Julian Helmi Lubis,

“Alhamdulillah, semakin banyak yang tergerak untuk lebih fokus pada ekonomi keuangan syariah, saat ini BPD SUMUT menerapkan dual banking system secara equal penawarannya kepada nasabahnya, adalah buktinya nyata atas keinginan kuat untuk dapat berkontribusi pada Industry Ekonomi Syariah,” Ujar Anton dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (12/6/2021).

Dan untuk mencapai tujuan dari BPD SUMUT, lanjut Anton, Muamalat Institute (MI) dengan senang hati untuk dapat berkontribusi untuk mempersiapkan SDM. Yang memiliki kompetensi cakap, dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip syariah dalam menjalankan bisnisnya.

“MI akan selalu mendukung langkah strategis BPD SUMUT dalam menjalan Bisnis Syariah. Ini karena sudah menjadi komitmen kami, dalam mendukung ecosystem syariah di Indonesia,” pungkas Anton

Sementara, Direktur Bisnis dan Syariah Bank Sumut Irwan mengatakan, dirinya mengapresiasi pelatihan ini karena SDM-SDM Bank Sumut bisa mendapatkan pelatihan. Serta pemahaman dasar perbankan syariah, dari perbankan syariah yang telah lama di Indonesia

“Kita membuat training-training seperti ini, dan melibatkan lintas divisi, jadi semua insan Bank Sumut, baik level divisi maupun level yang bawah, nanti akan bantu produk-produk bank Sumut dan prinsip-prinsipnya. Kita bertanya memang kepada yang berpengalaman” pungkas Irwan. (Z_A)

Jalin sinergi Koperasi Agro Niaga Jabung Syariah Jawa Timur – Muamalat Institute dorong tingkatkan SDM berdaya saing tinggi.

Muamalat Institute (MI) menjalin kerja sama dengan Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung Syariah Jawa Timur dalam meningkatkan kompetensi SDM dalam upaya memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat dan perluasan bisnis.

Pertemuan kedua pihak dilaksanakan pada Jumat (28/05) yang dihadiri oleh Executive Director MI Anton Hendrianto dan Ketua I KAN Jabung Herman Soepardjono, ST, MI berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan Bisnis, Operasi & Teknologi dan SDM, khususnya dalam bidang pengembangan SDM Koperasi, MI akan terus mendukung KAN Jabung terus menjadi salah satu Koperasi terbesar di Indonesia dan diperhitungkan dalam kancah perekomonian Indonesia.

Anton menyebut, MI siap mendukung KAN Jabung dalam pengembangan Bisnis, Operasi, Teknologi dan SDM koperasi. Pada kesempatan yang sama, Jumat (28/05) bertempat di Aula kantor pusat Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung telah dilaksanakan pembukaan program pelatihan dan pengembangan SDM guna menyiapkan kader pemimpin yang tangguh dan terus dapat mengikuti pekembangan usaha dan iklim bisnis pada masa yg semakin menantang.

Pembukaan program pelatihan dibuka oleh Ketua I KAN Jabung Herman Soepardjono. dalam sambutannya Herman menyebutkan “Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung sangat konsisten dalam mempersiapkan SDM berkualitas yang dapat membangun dan mengembangkan koperasi, dengan adanya program ini diharapkan para peserta dapat optimal dalam mengembangkan koperasi” pernyataan tersebut ditanggapi juga oleh Anton Hendrianto selaku Executive MI yang menyatakan ” kualitas dari sebuah perusahaan sangat ditunjang dari kualitas sumber daya manusia, dalam membangun dan mengembangkan sebuah bisnis, harus ada investasi yang dibangun, tentu saja investasi sumber daya manusia menjadi hal utama, karena jika kompetensi SDM baik, maka hal itu akan dapat menunjang perusahaan secara keseluruhan.

“Saya sangat yakin sinergi ini akan terus dilakukan untuk perkembangan ekonomi Indonesia khususnya melalui koperasi, karena saya sangat yakin Koperasi adalah salah satu pilar utama dalam pertumbuhan ekonomi, khususnya pasca pandemi covid,” pungkas Anton yang juga merupakan pejabat senior Bank Muamalat Indonesia. (Z_A)

BACA : Muamalat Institute Luncurkan Learning Management System (LMS) Berbasis Komputasi Awan

Muamalat Institute mendukung Strategi Penerapan Governance Risk Compliance untuk komisaris dan direksi Bank Muamalat

PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk adakan Webinar Strategi Penerapan Governance, Risk management and Compliance (GRC) Dalam Mendukung Kinerja Bank Muamalat Indonesia (BMI).

Acara ini di didukung penuh oleh Muamalat Institute selaku anak perusahaan BMI, Adapun peserta webinar ini adalah Komisaris utama Ilham Habibie beserta Dewan Komisaris dan Presiden Direktur Achmad K. Permana dan Direksi BMI.

Executive Director MI Anton Hendrianto menjelaskan “Bank Muamalat Indonesia (BMI) dengan memberikan pelatihan untuk Dewan Komisaris dan Dewan Direktur agar dapat terus terbaharukan perihal Governance Risk Management and Compliance (GRC) dalam mendukung kinerja yang berkesinambungan pada tahun yang menantang dan semakin tajamnya kompetisi sektor finansial pada era digital, maka pembekalan pada level pejabat senior perbankan harus dilakukan secara berkala dan langsung menjawab kebutuhan saat ini,” ujarnya

“Program ini sangat baik untuk seluruh Dewan Komisaris, Dewan Direksi dan Pejabat Senior Perbankan Nasional. Ini semua demi menciptakan perbankan nasional yang semakin sehat dan mapan,” Tambah Anton yang merupakan pejabat senior di BMI.

Fasilitator Muamalat Institute, Abdurrahman menjelaskan Alhamdulillah, para Board of Commisioner (BoC) dan Board of Director (BoD) memiliki awareness yang tinggi terhadap penerapan GRC yang terintegrasi untuk mendukung kinerja Bank Mualamat. “Para peserta telah memahami bahwa GRC memiliki peran untuk memujudkan Principled Performance. Jadi GRC tidak hanya sekedar memenuhi tuntutan regulator, namun sekaligus untuk mewujudkan kinerja,” ungkapnya.

Abdurrahman menambahkan, Peserta juga memahami tentang GRC dari perspektif regulasi yang saat ini masih parsial namun bisa dijadikan rujukan dalam menerapkan GRC. Peserta juga telah memahami GRC Capability Model yang dikembangkan oleh Open Compliance & Ethical Group (OCEG) sebagai integrated GRC sebagai model terintegrasi yang terdiri dari 4 elemen utama yaitu Learn, Align, Perform & Review dan 20 komponen.

“GRC yang akan diterapkan juga dapat mengakomodir transformasi digital banking dari sisi pengelolaan risiko internal Bank dan dalam kolaborasi dengan eksternal sebagai bagian dari ekosistem digital banking” ungkapnya saat di hubungi. (Z_A)

BACA : Muamalat Institute Luncurkan Learning Management System (LMS) Berbasis Komputasi Awan

Open chat
Assalamu alaikum warahmatullohi wabarakatuh.... ada yang bisa kami bantu ?