Bank Muamalat dan Muamalat Institute Dorong Program Kewirausahaan di SMK Negeri 20 Jakarta

Jakarta – PT Bank Muamalat Indonesia dan Muamalat Institute berkomitmen mendorong pertumbuhan UMKM sebagai penggerak roda perekonomian serta dukungan ke industri halal melalui program inkubator bisnis yang bertujuan untuk mendorong inovasi bisnis dalam bentuk kompetisi bisnis untuk mencetak para startup yang memiliki jiwa kewirausahaan yang kompetitif melalui skema pembiayaan dana bergulir yang dapat dimanfaatkan bagi para siswa untuk menciptakan produk dari ide bisnis mereka. Dengan mengikuti kompetisi business plan sebagai stimulasi bagi generasi muda untuk siap berwirausaha. Acara tersebut diresmikan pada Senin, 24 Juli 2023 ditandai dengan peluncuran program MIMPI (Muamalat Institute Movement Entrepreneur Incubator) oleh Kepala Sekolah SMK Negeri 20 Jakarta, SEVP Human Capital Bank Muamalat Indonesia, Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta bertempat di Aula SMK Negeri 20 Jakarta. SMK Negeri 20 Jakarta merupakan salah satu SMK unggulan dan sekolah penggerak yang menjadi role model, diharapkan dengan program pendanaan yang diberikan Muamalat Institute.

Riksa Prakoso selaku SEVP Human Capital Bank Muamalat Indonesia menyampaikan bahwa Bank Muamalat mengemban amanah dari regulator sebagai beyond Islamic Banking, yaitu menjalankan fungsi literasi dan inklusi yang memberikan kebermanfaatan. Program inkubator bisnis ini salah satu wujud tanggung jawab untuk berkontribusi menggerakkan roda perekonomian, apalagi ditengah perlambatan ekonomi, berakibat pada daya serap lulusan yang semakin bersaing. Sehingga, program kewirausahaan diharapkan dapat mencetak pengusaha-pengusaha muda yang tangguh. Melalui program MIMPI ini Muamalat Institute dan Bank Muamalat Indonesia memberikan efek domino untuk mendukung Indonesia Golden Generation. Selanjutnya Kepala Sekolah SMK Negeri 20 Jakarta, Indah Sri Wahyuningsih menyampaikan bahwa visi SMK Negeri 20 Jakarta adalah mencetak generasi yang tangguh, ulet dan kompeten. SMK merupakan sekolah kejuruan yang harus memiliki skill-skill umum dan khusus agar berdaya saing. Program inkubator ini diharapkan mencetak lulusan menjadi wirausaha muda agar membuka lapangan pekerjaan di masyarakat. Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, menyampaikan bahwa program MIMPI dapat mengakselerasi program BMW (Bekerja Melanjutkan Wirausaha) sesuai dengan program dinas pendidikan. Hal yang disoroti adalah terkait keterserapan lulusan SMK yang masih minim di industri. SMK Negeri 20 selalu berusaha mencetak lulusan yang unggul dan kompeten melalui kolaborasi dan sinergi dengan industri.  Dinas pendidikan Jakarta bekerja sama dengan JAKPRENEUR dan pihak lainnya menghadirkan produk-produk yang dihasilkan para SMK ini berdaya saing global melalui pameran-pameran di luar negeri seperti Jerman dan Belanda. Saat ini para lulusan dituntut untuk tidak hanya fokus di satu skill, namun juga multiskill.

Baca : Bank Muamalat & Muamalat Institute Siapkan Inkubator Bisnis, Dorong Startup Baru

Setelah penandatangan kerjasama tersebut, dilanjutkan dengan adanya Kuliah Tamu dengan tema “Sinkronisasi Program Teaching Factory dengan Industri perbankan Syariah” oleh Direktur Eksekutif Muamalat Institute, Anton Hendrianto. Dalam kesempatan tersebut, Anton menyampaikan “Komitmen Bank Muamalat Indonesia dan Muamalat Institute adalah membangun kualitas SDM Indonesia yang unggul melalui sinergi dengan sekolah vokasi dalam program link-match, industri perbankan syariah merupakan demand side dari para lulusan kompeten dan unggul sedangkan SMK merupakan supply side dari kebutuhan industri perbankan syariah”. Melalui kerjasama dengan sekolah vokasi membantu menyiapkan keterampilan para siswa dalam menghadapi dunia industri. Saat ini tantangan yang dihadapi adalah industry gap yaitu adanya mismatch antara jumlah lulusan SMK dan perguruan tinggi dengan jumlah kebutuhan industri perbankan syariah yang tidak seimbang. Menurut Anton hal tersebut disebabkan adanya skill mismatch, lulusan saat ini memiliki skill dan kompetensi yang hanya unggul di bidang kognitif namun sebaliknya di social skill dan juga interpersonal seperti problem solving, decision making, dan critical thinking masih perlu dikembangkan. Oleh karena itu, sinergi dengan pihak sekolah melalui program pengembangan skill tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi para siswa dalam mengembangankan potensi bisnisnya. Padahal industri perbankan syariah saat ini membutuhkan talenta-talenta yang mampu berpikir out of the box, kreatif, dan juga kompeten di bidangnya.

Pada kesempatan yang sama, salah satu siswa SMK Negeri 20 Jakarta menyampaikan testimoninya “melalui program ini, ide bisnis saya dapat terealisasi berkat program inkubator dari Bank Muamalat Indonesia, serta mentoring program yang insightful dari para mentor dari Muamalat Institute.

Di akhir kesempatan, Bank Muamalat dan  Muamalat Insititute siap untuk mendukung program pengembangan SMK Negeri 20 melalui produk pengembangan SDM mengandung nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan seperti MIMPI, teaching factory, sertifikasi guru.

Sejak beroperasi pada 1 Mei 1992, perseroan terus berinovasi dengan menghasilkan program dan layanan unggulan. Kartu Shar-E Gold Debit Bank Muamalat menjadi kartu chip bank syariah pertama di Indonesia yang dapat digunakan untuk bertransaksi bebas biaya, pada jutaan merchant di seluruh dunia. Bank Muamalat juga meluncurkan kampanye #AyoHijrah yang mengajak masyarakat hidup berkah dengan menggunakan layanan keuangan yang sesuai dengan syariat.

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk                  

Corporate Affairs                                                                      

Muamalat Tower                                                           

Jl. Prof Dr Satrio Kav 18, Jakarta 12940

corporate.affairs@bankmuamalat.co.id                                                                                                           

www.bankmuamalat.co.id                                                                                                                                 

SalaMuamalat 1500016           

Baca : Bank Muamalat & Muamalat Institute Siapkan Inkubator Bisnis, Dorong Startup Baru

Muamalat Institute bertujuan mencetak sumber daya manusia profesional berkualitas sehingga dapat berperan dalam proses pembangunan Indonesia. Kami fokus bergerak di bidang pengembangan bisnis dan sumber daya manusia, dengan menyediakan jasa di bidang Training, Research, Consulting, & Publication.

Dengan pengalaman 30 tahun dalam menghasilkan bakat keterampilan tinggi dan bekerja sebagai mitra bisnis yang andal untuk Indonesia dan Asia Tenggara, MI berkomitmen untuk terus memberikan program pelatihan berkualitas dan konsultasi pengembangan bisnis untuk mendukung pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

Muamalat Institute

Gedung Muamalat Institute                                 

Jalan Tanjung Duren Raya 7 ABC

Grogol Petamburan Jakarta Barat 11470

Telepon +6221-56980556 Faksimile +6221-56980557

www.muamalat-institute.com

Bank Muamalat & Muamalat Institute Siapkan Inkubator Bisnis, Dorong Startup Baru

PT Bank Muamalat Indonesia dan Muamalat Institute berkomitmen mendorong pertumbuhan UMKM sebagai penggerak roda perekonomian serta dukungan ke industri halal melalui program inkubator bisnis untuk mencetak para startup yang memiliki jiwa kewirausahaan melalui skema pembiayaan dana bergulir yang dapat dimanfaatkan bagi para siswa untuk menciptakan produk dari ide bisnis mereka.

Komitmen itu diwujudkan melalui Muamalat Institute Movement Entrepreneur Incubator (MIMPI) di SMKN 20 Jakarta yang merupakan salah satu SMK Unggulan dan sekolah penggerak.

SEVP Human Capital Bank Muamalat Indonesia Riska Prakosa mengatakan, Bank Muamalat mengemban amanah dari regulator sebagai beyond Islamic Banking, yaitu menjalankan fungsi literasi dan inklusi yang memberikan kebermanfaatan.

“Program inkubator bisnis ini salah satu wujud tanggung jawab untuk berkontribusi menggerakkan roda perekonomian, apalagi ditengah perlambatan ekonomi, berakibat pada daya serap lulusan yang semakin bersaing. Sehingga, program kewirausahaan diharapkan dapat mencetak pengusaha-pengusaha muda yang tangguh, ” kata Riksa dalam keterangannya.

Melalui program MIMPI, lanjut Riksa, Muamalat Institute dan Bank Muamalat Indonesia memberikan efek domino untuk mendukung Generasi Indonesia Emas.

Kepala Sekolah SMK Negeri 20 Jakarta Indah Sri Wahyuningsih mengatakan, visi SMK Negeri 20 Jakarta adalah mencetak generasi yang tangguh, ulet dan kompeten.

“SMK merupakan sekolah kejuruan yang harus memiliki skill-skill umum dan khusus agar berdaya saing. Program inkubator ini diharapkan mencetak lulusan menjadi wirausaha muda agar membuka lapangan pekerjaan di masyarakat,” ujarnya.

Baca : Muamalat Institute dan Bank Muamalat Terus Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah

Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Diding Wahyudin mengatakan, program MIMPI dapat mengakselerasi program BMW (Bekerja Melanjutkan Wirausaha) sesuai dengan program dinas pendidikan.

“Hal yang disoroti adalah terkait keterserapan lulusan SMK yang masih minim di industri. SMK Negeri 20 selalu berusaha mencetak lulusan yang unggul dan kompeten melalui kolaborasi dan sinergi dengan industri,” ujarnya.

Ia menambahkan, Dinas pendidikan Jakarta bekerja sama dengan JAKPRENEUR dan pihak lainnya menghadirkan produk-produk yang dihasilkan para SMK ini berdaya saing global melalui pameran-pameran di luar negeri seperti Jerman dan Belanda. Saat ini para lulusan dituntut untuk tidak hanya fokus di satu skill, namun juga multiskill.

Setelah penandatangan kerja sama tersebut, dilanjutkan dengan adanya Kuliah Tamu dengan tema “Sinkronisasi Program Teaching Factory dengan Industri perbankan Syariah” oleh Direktur Eksekutif Muamalat Institute Anton Hendrianto.

“Komitmen Bank Muamalat Indonesia dan Muamalat Institute adalah membangun kualitas SDM Indonesia yang unggul melalui sinergi dengan sekolah vokasi dalam program link-match, industri perbankan syariah merupakan demand side dari para lulusan kompeten dan unggul sedangkan SMK merupakan supply side dari kebutuhan industri perbankan syariah,” kata Anton.

Melalui kerja sama dengan sekolah vokasi membantu menyiapkan keterampilan para siswa dalam menghadapi dunia industri. Saat ini tantangan yang dihadapi adalah industry gap yaitu adanya mismatch antara jumlah lulusan SMK dan perguruan tinggi dengan jumlah kebutuhan industri perbankan syariah yang tidak seimbang.

Menurut Anton hal tersebut disebabkan adanya skill mismatch, lulusan saat ini memiliki skill dan kompetensi yang hanya unggul di bidang kognitif namun sebaliknya di social skill dan juga interpersonal seperti problem solving, decision making, dan critical thinking masih perlu dikembangkan.

Oleh karena itu, sinergi dengan pihak sekolah melalui program pengembangan skill tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi para siswa dalam mengembangankan potensi bisnisnya. Padahal industri perbankan syariah saat ini membutuhkan talenta-talenta yang mampu berpikir out of the box, kreatif, dan juga kompeten di bidangnya.

Pada kesempatan yang sama, salah satu siswa SMK Negeri 20 Jakarta menyampaikan testimoninya “melalui program ini, ide bisnis saya dapat terealisasi berkat program inkubator dari Bank Muamalat Indonesia, serta mentoring program yang insightful dari para mentor dari Muamalat Institute.

Di akhir kesempatan, Bank Muamalat dan Muamalat Insititute siap untuk mendukung program pengembangan SMK Negeri 20 melalui produk pengembangan SDM mengandung nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan seperti MIMPI, teaching factory, sertifikasi guru.

Baca : Launching Program GEULIS, Muamalat Institute Hidupkan Ekosistem Literasi Syariah Untuk Bangsa

Bank Muamalat dan Muamalat Institute Perkuat Literasi dan Inklusi Perbankan Syariah di Bengkulu

Bank Muamalat

Jakarta – Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan lulusannya dengan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman yang dibutuhkan di industri Indonesia. Melalui pendidikan dapat menjadi investasi pelatihan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas untuk menghadapi persaingan dunia kerja dan dunia usaha serta meningkatkan Human Capital Index Indonesia di kawasan ASEAN.

Oleh karena itu, lulusan diharapkan mampu bersaing dalam dunia kerja dan bisnis di era globalisasi. Namun, masih terdapat kesenjangan antara mutu lulusan perguruan tinggi dengan tuntutan kehidupan profesional. Hal ini karena salah satu penyebabnya adalah terbatasnya aksesibilitas literasi terkait ekonomi dan keuangan syariah di daerah, khususnya perbankan syariah. 

Menyikapi hal ini, PT Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan Muamalat institute (MI) pun berkolaborasi dengan Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu (UIN FAS Bengkulu) untuk mendorong literasi dan inklusi perbankan syariah di wilayah Bengkulu.

Untuk meningkatkan kompetensi serta pengetahuan Mahasiswa/i UIN FAS Bengkulu, Anton Hendrianto selaku Direktur Eksekutif Muamalat Institute menyampaikan kuliah umum dengan judul “Leadership Mindset to Ensure Your Bright Future Career” yang menjelaskan betapa pentingnya memiliki mindset kepemimpinan yang kuat untuk memastikan karier yang cerah di masa depan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN FAS Bengkulu, Supardi menyampaikan, kerja sama ini nantinya akan berdampak positif bagi kampus khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis dalam mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan perbankan syariah dan aspek lain yang terkait.

Selain itu kerjasama lain yang dapat dibangun dengan MI seperti kuliah tamu, riset serta program pelatihan dan sertifikasi karena hal tersebut merupakan yang kita butuhkan bukan hanya bermanfaat untuk mahasiswa namun juga untuk para dosen. “Dengan adanya komitmen dan sinergi yang kuat antara kedua belah pihak, kami berharap kerjasama ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujarnya dikutip 21 Juni 2023.

Selanjutnya Anton Hendrianto yang juga merupakan Head of Human Capital Strategy & Development di Bank Muamalat Indonesia menambahkan, menghadapi era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) SDM harus dibekali kemampuan hard skill dan soft skill agar mampu bersaing didunia industri. Melalui sinergi antara Kampus UIN FAS Bengkulu, Bank Muamalat dan Muamalat Institute, sebagai contoh konkret dari konsep Triple Helix.

Baca : Muamalat Institute dan Bank Muamalat Terus Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah

Menurutnya, kerja sama ini menciptakan keterkaitan yang erat antara sektor bisnis dan pendidikan, dengan pemerintah juga dapat terlibat dalam mendorong kolaborasi ini, dan menciptakan kerangka kerja kolaboratif yang memanfaatkan keahlian dan sumber daya dari berbagai sektor untuk meningkatkan inovasi, pertumbuhan ekonomi, dan pengembangan sumber daya manusia.

“MI mendukung terlibat aktif dalam menjembatani sinergi antara kampus UIN FAS, BMI, melalui program-program konkret. Inisiatif-inisiatif seperti penelitian, inkubasi bisnis, pemagangan, sertifikasi kompetensi, dosen tamu, dan gerakan literasi syariah dapat memiliki dampak yang signifikan dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Memperkaya Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM),” ungkapnya.

Pada acara ini, Bank Muamalat juga memfasilitasi mahasiswa melakukan pembukaan rekening melalui Customer on Boarding (CoB) yang membuat pembukaan rekening sangat cepat dan mudah. Pembukaan rekening ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa agar dapat langsung mengaplikasikan materi yang telah disampaikan terkait pemahaman dasar perbankan syariah untuk dapat menggunakan produk-produk perbankan syariah sebagai bentuk dukungan nyata pada Perbankan Syariah. 

Ke depannya Bank Muamalat Indonesia dan Muamalat Institute terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui program-program Link and Match Kampus dan Industri seperti Muamalat Enlightenment Campaign Program (MINTERIN), Muamalat Indonesia Kompeten (MIKO), Muamalat Institute Kuis Interaktif (MIKIR), Muamalat Institute Business Innovation Incubator (MIBII) hingga Dosen Tamu. Melalui program tersebut diharapkan mahasiswa dapat menjadi prime mover  (penggerak utama) dalam inklusi produk dan layanan keuangan syariah. 

”Melalui program ini menjadi langkah awal kolaborasi, diharapkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa mengenai perbankan syariah dapat diperluas, dan mereka akan memiliki keterampilan yang relevan dan kompetitif dalam memasuki dunia kerja. Secara keseluruhan, kami dukungan mendukung sinergi dengan kampus UIN FAS Bengkulu, untuk memperkuat hubungan antara dunia akademik dan industri perbankan syariah,” tutup Branch Manager Bank Muamalat Cabang Bengkulu, Rifyal Fajri.

Baca : Launching Program GEULIS, Muamalat Institute Hidupkan Ekosistem Literasi Syariah Untuk Bangsa

Contest MIgram 2023

Photo Contest

Congratulations to the winner of “Contest MIgram 2023”! 🎉
🥇 @lindapratiwi_777
🥈 @a.prasetyo
🥉 @spectrevers
📌 Pemenang berdasarkan foto, caption, dan penilaian dari juri secara objektif Sekali lagi, selamat atas terpilihnya para pemenang untuk Contest MIgram 2023! 😆

Bank Muamalat dan Muamalat Institute Perkuat Ekosistem Pendidikan di Universitas Brawijaya

PT Bank Muamalat Indonesia dan Muamalat Institute berkomitmen memperkuat ekosistem pendidikan di Indonesia melalui kerjasama dengan Universitas Brawijaya, Malang dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.

Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Universitas Brawijaya, FEB UB dengan Bank Muamalat Indonesia dan Muamalat Institute yang diwakili oleh Wakil Dekan II FEB UB, Kepala Program Studi S1 Ilmu Ekonomi, Direktur Muamalat Institute, dan Regional Head Bank Muamalat Indonesia, dan juga Branch Manager Bank Muamalat di Malang pada Senin, (20/02/2023) bertempat di Aula Lantai 7 Gedung F, FEB UB.

Penguatan ekosistem tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengembangan kualitas sumber daya insani yang kompeten, secara luas hal ini dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan juga mendorong pengembangan industri keuangan syariah di Indonesia.

Setelah penandatangan kerjasama tersebut, dilanjutkan dengan adanya Kuliah Tamu dengan tema “Kickstart Your Career and Aspire your Future” oleh Direktur Eksekutif Muamalat Institute, Anton Hendrianto.

“Komitmen Bank Muamalat Indonesia dan Muamalat Institute adalah membangun kualitas SDM Indonesia yang unggul melalui sinergi dalam program link-match, industri perbankan syariah merupakan demand side dari para lulusan kompeten dan unggul sedangkan perguruan tinggi merupakan supply side dari kebutuhan industri perbankan syariah,” terang Anton.

Saat ini tantangan yang dihadapi adalah industry gap yaitu adanya mismatch antara jumlah lulusan perguruan tinggi dan jumlah kebutuhan industri perbankan syariah yang tidak seimbang. Menurut Anton hal tersebut disebabkan adanya skill mismatch, lulusan saat ini memiliki skill dan kompetensi yang hanya unggul di bidang kognitif namun sebaliknya di social skill dan juga interpersonal seperti problem solving, decision making, dan critical thinking masih perlu dikembangkan.

“Oleh karena itu, sinergi dengan pihak kampus melalui program pengembangan skill tersebut diharapkan dapat terjalin. Padahal industri perbankan syariah saat ini membutuhkan talenta-talenta yang mampu berpikir out of the box, kreatif, dan juga kompeten di bidangnya,” tambahnya.

Baca : Launching Program GEULIS, Muamalat Institute Hidupkan Ekosistem Literasi Syariah Untuk Bangsa

Menanggapi hal tersebut, Dr. Asfi Manzilati selaku Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi Brawijaya menyatakan bahwa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya menyambut positif dengan adanya kerjasama ini dikarenakan akan memperkuat sinergitas dengan industri yang mendukung program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) dari Kemendikbud serta Tri Darma Peguruan Tinggi.

“Hal ini memperluas wawasan, skill, dan kompetensi dan pengalaman bagi mahasiswa, dosen, dan civitas akademika terkait industri perbankan syariah. Daya serap lulusan yang semakin dibutuhkan industri menjadi indikator keberhasilan dari kampus dalam mencetak lulusan yang kompeten,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Region Head Bank Muamalat Indonesia untuk wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Aufrieda Artsiana Dewi menambahkan tentang pentingnya kerjasama.

“Kerjasama Penguatan Ekosistem Pendidikan ini merupakan apresiasi sebagai bentuk loyalitas kepada Universitas Brawijaya sebagai mitra Bank Muamalat Indonesia tidak hanya dengan pihak kampus, namun seluruh civitas akademika, penguatan SDM yang unggul akan menciptakan generasi insani yang akan menjadi talen talen terbaik bagi industri perbakan syariah di masa mendatang,” ujarnya.

Di akhir kesempatan, poin dari kerjasama tersebut adalah Bank Muamalat Indonesia siap untuk mendukung program pengembangan Universitas Brawijaya melalui produk-produk perbankan syariah yang mengandung nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan.

Hal ini ditunjang dengan peran Muamalat Institute sebagai anak perusahaan dari Bank Muamalat melalui berbagai program pengembangan SDM seperti pemagangan, pelatihan, sertifikasi, dan juga bisnis inkubator bagi seluruh mahasiswa, dosen, dan tenaga pendidikan di FEB Universitas Brawijaya dalam meningkatan skill dan kompetensi serta daya saing para lulusan.

Baca : Muamalat Institute dan Bank Muamalat Terus Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah

Bersama Muamalat Institute, BPRS Way Kanan Perkuat Transformasi dan Pengembangan Bisnis

JAKARTA – Muamalat Institute akan membangun kerja sama dengan BPR Syariah Way Kanan terkait dengan program pengembangan bisnis dan juga penguatan tata kelola usaha serta peningkatan kualitas SDM yang baik.

Direktur Eksekutif Muamalat Institute Anton Hendrianto mengatakan, dukungan yang diberikan bermanfaat untuk mendorong BPR Way Kanan melakukan transformasi usaha ke arah lebih baik.

“Pengembangan SDM adalah kunci keberhasilan usaha oleh karena itu karyawan BPRS Way Kanan harus dilengkapi dengan skill dan juga kompetensi yang berdaya saing,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Minggu, 25 Desember.

Anton menjelaskan, Muamalat Institute bakal memberikan pelatihan berupa Rahn Gadai Emas yang berpotensi menjadi salah satu penopang bisnis di masa depan.

“Kami juga memberikan pengetahuan terkait digitalisasi melalui aplikasi mobile banking dan juga terkait dengan penguatan peran BPR dan BPRS terhadap daerah itu sendiri,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur BPR Syariah Way Kanan Suryanti menegaskan terus berkomitmen meningkatkan kapabilitas SDM dalam hal implementasi lima pilar penerapan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT).

“Hal ini sejalan dengan visi manajemen juga guna mendukung regulator dalam menciptakan industri jasa keuangan yang kuat dan kompetitif di era digital seperti saat ini,” katanya.

Baca : Muamalat Institute dan Bank Muamalat Terus Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah

Dia menyampaikan pula jika pelatihan APU PPT, sejalan dengan arah transformasi BPRS dari OJK terkait dengan digitalisasi dan juga pengembangan SDM.

“Strategi ini jelas untuk menunjang bisnis BPRS yang bersaing dengan lembaga jasa keuangan lainnya,” tegas dia.

Sebagai informasi, BPRS Way Kanan merupakan lembaga keuangan syariah yang terus melakukan inovasi produk layanan yang diberikan untuk nasabah.

BPRS Way Kanan menyatakan mendukung perekonomian Kabupaten Way Kanan dalam memperkuat sektor riil melalui penguatan UMKM, industri halal, dan juga optimalisasi sektor unggulan untuk tetap menjadi lembaga keuangan kebanggan masyarakat Kabupaten Way Kanan.

Baca : Launching Program GEULIS, Muamalat Institute Hidupkan Ekosistem Literasi Syariah Untuk Bangsa

Muamalat Institute Siap Cetak Golden Generation 2045

Jakarta – Seiring dengan visi pemerintah dalam mewujudkan SDM Indonesia unggul pada 2045 yaitu dalam mencetak generasi emas Indonesia yang kompeten dan juga berakhlak baik, dibutuhkan suatu komitmen bersama antar pihak terkait. Dengan kegiatan sosialisasi dan juga edukasi kepada masyarakat.

Pada 2045 mendatang, diproyeksikan jumlah penduduk Indonesia sebesar 309 juta jiwa dengan komposisi generasi milenial sebesar 25,87% dan generasi Z sebesar 27,94% (BKF, 2022).

Meninjau hal tersebut, perlu adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi milenial.

Generasi milenial merupakan generasi dengan rentang kelahiran antara tahun 1980 – 1995. Dengan demikian, tahun 2022 ini, usia para generasi milenial berkisar antara 27 – 42 tahun.

Yang mana rentang usia ini merupakan usia produktif. Anak muda yang memiliki semangat tinggi, idealis, berpikiran yang terbuka, senang memanfaatkan teknologi dalam berkomunikasi dengan bantuan internet.

Serta banyak berinteraksi dengan smartphone. Baik dalam mencari informasi maupun menggunakan aplikasi-aplikasi yang menunjang pekerjaan dan kemudahan dalam kehidupan sehari-harinya.

Kemenkominfo mencatat jumlah pengguna smartphone di Indonesia sebanyak 167 juta orang. Atau 89% dari total penduduk Indonesia.

Mayoritas pengguna smartphone berada pada rentang usia 20-29 tahun sebesar 75,95 persen.

Namun, kemudahan akses informasi juga berakibat terhadap penyalahgunaan informasi dari sumber yang tidak dapat dipercaya. Adanya mis informasi atau pemahaman yang tidak tepat. Termasuk dalam mengakses informasi mengenai produk dan jasa keuangan.

Hal itu disebabkan karena tingkat pemahaman atau literasi terkait produk keuangan yang masih rendah.

Survei OJK 2022, tingkat literasi keuangan sebesar 49,68% dan tingkat inklusi keuangan sebesar 85,10%, untuk indeks literasi keuangan syariah sebesar 9,14% dan indeks inklusi keuangan syariah sebesar 12,12%.

Artinya banyak pengguna jasa dan produk keuangan syariah masih belum paham terkait fitur dari produk keuangan yang ada.

Berdasarkan pada survei yang dilakukan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dominasi jumlah investor merupakan generasi milenial sebesar 77,47%.

Namun sayangnya masih banyak masyarakat, khususnya generasi milenial yang menjadi korban kasus tindak pidana penipuan berkedok investasi.

Meninjau hal tersebut, perlu adanya upaya pemerintah untuk menyiapkan tenaga-tenaga muda yang memiliki pemahaman dan pengelolaan keuangan yang baik dalam menghadapi bonus demografi.

Saat ini Indonesia mulai mendapatkan demography dividend atau bonus demografi. Artinya rasio jumlah penduduk produktif lebih besar daripada jumlah penduduk tidak produktif.

Data dari BPS per Juni 2022, jumlah penduduk produktif sekitar 69% dan di tahun 2030, bonus demografi dengan rasio 70% usia produktif. Artinya tingkat persaingan semakin tinggi. Sehingga perlu SDM unggul baik hard skill namun juga softskill.

Keterampilan komunikasi, leadership, ethics merupakan softskill yang harus dimiliki generasi saat ini dalam mempersiapkan calon pemimpin di masa depan.

Meninjau hal tersebut, Muamalat institute aktif berpartisipasi untuk melakukan kolaborasi, sosialisasi, literasi, dan edukasi kepada lembaga pendidikan.

Baca : Launching Program GEULIS, Muamalat Institute Hidupkan Ekosistem Literasi Syariah Untuk Bangsa

Baik di tingkat dasar, menengah, dan tinggi dari level SD, SMP, SMA di seluruh Indonesia melalui program literasi keuangan syariah (GEULIS). Yang saat ini telah menjangkau 14 provinsi dengan total 76 instansi dan 5659 peserta.

Program GEULIS merupakan suatu inisiasi Muamalat Institute untuk mendukung literasi syariah bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dan Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di seluruh Indonesia.

Selain hal tersebut, Muamalat Institute mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Khususnya terkait dengan pemagangan mahasiswa bersertifikat melalui program Muamalat Indonesia Kompeten (MIKO). Yang saat ini diikuti oleh 11 kampus dan 138 mahasiswa dari Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia.

Program MIKO merupakan satu ikhtiar Muamalat Institute dalam upaya menciptakan kualitas sumber daya manusia masa depan yang kompeten dan berdaya saing tinggi sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi syariah dan industri halal di Indonesia.

Anton Hendrianto selaku direktur Muamalat Institute menyampaikan bahwa kunci dari peningkatan SDM unggul adalah melalui kolaborasi dan sinergi antar berbagai pihak. Untuk mempersiapkan calon pemimpin masa depan yang kompeten.

Di akhir tahun 2022 ini Muamalat institute melakukan roadshow ke berbagai kota adapun tujuan program tersebut untuk meningkatkan sinergi dengan berbagai lembaga pendidikan di daerah.

Beberapa program tersebut diantaranya:

Focus Group Discussion Pemetaan Kompetensi yang dibutuhkan oleh Mitra Magang Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) (2 November 2022) – Universitas Pendidikan Indonesia Workshop Sinergi Implementasi Program MBKM dan Penyelarasan Kurikulum Ekonomi Syariah (23 November 2022) – Universitas Ahmad Dahlan Stadium General “Prepare Your Future Career Journey” (24 November 2022) – Universitas Muhammadiyah Mataram Opening Ceremony Kajian Perbankan Syariah “Pandangan Generasi Milenial Terkait Perbankan Syariah serta Persiapan Perbankan Syariah dalam Menghadapi Resesi Dunia Tahun 2023” (26 November 2022) – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Pelatihan Soft Skill “Planning Your Transition to Successful Leadership” (29 November 2022) – Universitas Muhammadiyah Riau.

Lebih lanjut, Anton menambahkan, “Selain melakukan roadshow ke berbagai daerah, kami di Muamalat Institute juga melakukan berbagai kegiatan literasi. Tidak hanya kepada pelajar di Perguruan Tinggi namun juga kepada pelajar pada berbagai tingkat mulai dari SD, SMP, SMA dan SMK. Semakin dini kegiatan literasi dan edukasi terkait ekonomi syariah akan semakin berdampak kepada masa depan mereka sebagai penerus bangsa yang unggul pada 2045”.

Baca : Muamalat Institute dan Bank Muamalat Terus Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah

Bank Muamalat melalui Muamalat Institute Luncurkan Program Literasi Bersama KNEKS

JAKARTA, 4 November 2022 PT Bank Muamalat Indonesia Tbk melalui Muamalat Institute bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) telah meluncurkan program literasi pengembangan kompetensi sumber daya insani di era digitalisasi dalam rangka mendukung pemerintah dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia pada 2045. Program ini sekaligus bertepatan dengan Bulan Inklusi Keuangan 2022 (BIK) serta dalam momentum perayaan Sumpah Pemuda ke-94 tahun ini.

Menurut hasil survei terkini dari OJK menunjukkan tingkat literasi keuangan mencapai 49,9% dan tingkat inklusi keuangan sebesar 84,2%. Ditargetkan, indeks literasi dan inklusi keuangan di tahun 2024 mendatang mencapai 90%. Adapun untuk tingkat literasi keuangan syariah pada 2022 ini sebesar 23,3%.

Chief Human Capital Officer Bank Muamalat Riksa Prakoso menyampaikan bahwa kegiatan literasi dan sosialisasi terkait ekonomi dan keuangan syariah tidak dapat dilakukan secara parsial. Kolaborasi antar pihak seperti pelaku industri perbankan syariah, regulator, lembaga pendidikan, akademisi, dan kementerian/lembaga lainnya perlu lebih masif agar terjadi keselarasan pemahaman di masyarakat.

“Kami di Bank Muamalat memiliki visi menjadi bank syariah yang terdepan. Oleh karena itu perlu didukung oleh sumber daya insani yang kompeten dan berdaya saing global, sehingga kami tanamkan nilai-nilai IDEAL (Islami, Modern, dan Profesional). Sebagai contoh, peluncuran program virtual internship merupakan salah satu komitmen dari Bank Muamalat untuk menghasilkan talent-talent terbaik sebagai penerus di masa mendatang. Selain itu, untuk mendukung pemerintah pada salah satu program dari merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) Kemendikbud,” ujarnya.

Baca : Launching Program GEULIS, Muamalat Institute Hidupkan Ekosistem Literasi Syariah Untuk Bangsa

Sementara itu, Direktur Eksekutif Muamalat Institute Anton Hendrianto mengungkapkan bahwa  peluncuran program literasi bersama ini meliputi tiga program, yaitu Program Virtual Internship yang ada di Bank Muamalat untuk sejumlah posisi seperti Business Intelligence Analyst, UI/UX designer, Full Stack Developer, Product Development, dan Digital Marketing.

Program kedua yang diluncurkan adalah Muamalat Institute Business Innovation Incubator melalui kompetisi bisnis berupa pendanaan bagi pelajar di tingkat pendidikan atas dan juga pendidikan tinggi untuk memupuk jiwa kewirausahaan dan menciptakan ide bisnis ke dalam suatu produk. Hal ini bertujuan untuk menambah kompetensi serta wawasan bagi pelajar karena mereka didampingi oleh para mentor yang profesional dan berpengalaman dalam dunia start up.

Program ketiga adalah peluncuran program pembelajaran berbasis digital melalui Learning Management System (LMS) bagi para guru di Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para guru di Indonesia. Dalam LMS ini, para guru dapat mengakses berbagai modul terkait keuangan syariah seperti perbankan syariah, dan industri halal dari berbagai klaster seperti makanan minuman, rekreasi, farmasi, dan lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat berharap ke depannya, program sinergi kolaborasi terkait ekonomi dan keuangan syariah seperti ini dapat berkesinambungan dan dilakukan secara masif oleh seluruh pihak. Tentunya sumber daya insani yang kompeten merupakan suatu pendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah serta industri halal. Hal ini mendukung penguatan dan integrasi antar sektor sehingga selanjutnya ekosistem ekonomi dan keuangan syariah dapat semakin kuat.

Tentang PT Bank Muamalat Indonesia Tbk

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk merupakan pionir perbankan syariah di Indonesia, didirikan pada  tanggal 1 November 1991 yang digagas oleh MUI, ICMI, serta beberapa pengusaha muslim yang kemudian mendapat dukungan dari Pemerintah Indonesia.

Sejak beroperasi pada 1 Mei 1992, perseroan terus berinovasi dengan menghasilkan program dan layanan unggulan. Kartu Shar-E Gold Debit Bank Muamalat menjadi kartu chip bank syariah pertama di Indonesia yang dapat digunakan untuk bertransaksi bebas biaya, pada jutaan merchant di seluruh dunia. Bank Muamalat juga meluncurkan kampanye #AyoHijrah yang mengajak masyarakat hidup berkah dengan menggunakan layanan keuangan yang sesuai dengan syariat.

Baca : Muamalat Institute dan Bank Muamalat Terus Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk                      

Corporate Affairs

Muamalat Tower                                                                

Jl. Prof Dr Satrio Kav 18, Jakarta 12940

corporate.affairs@bankmuamalat.co.id                                                                                                           

www.bankmuamalat.co.id

SalaMuamalat 1500016           

Tentang Muamalat Institute

Muamalat Institute bertujuan mencetak sumber daya manusia profesional berkualitas sehingga dapat berperan dalam proses pembangunan Indonesia. Kami fokus bergerak di bidang pengembangan bisnis dan sumber daya manusia, dengan menyediakan jasa di bidang Training, Research, Consulting, & Publication.

Dengan pengalaman 30 tahun dalam menghasilkan bakat keterampilan tinggi dan bekerja sebagai mitra bisnis yang andal untuk Indonesia dan Asia Tenggara, MI berkomitmen untuk terus memberikan program pelatihan berkualitas dan konsultasi pengembangan bisnis untuk mendukung pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

Muamalat Institute

Gedung Muamalat Institute                                 

Jalan Tanjung Duren Raya 7 ABC

Grogol  Petamburan Jakarta Barat 11470

Telepon +6221-56980556  Faksimile +6221-56980557

www.muamalat-institute.com

Bank Muamalat Jadi Tuan Rumah Forum Human Capital Perbankan Indonesia

Chief Human Capital Officer Bank Muamalat Riksa Prakoso (kedua kanan) menyerahkan plakat kepada Managing Partner Engage Rocket Audi Lumbantoruan (kedua kiri) disaksikan Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Achmad K Permana (kanan) dan Ketua Forum Human Capital Perbankan Indonesia (FHCPI) Irvandi Ferizal (kiri) usai diskusi di Muamalat Tower Jakarta Selatan belum lama ini. 

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menjadi tuan rumah Forum Human Capital Perbankan Indonesia (FHCPI): Employee Engagement Universe dengan mengusung tema Engage – Produce – Grow.

Kegiatan yang dilaksanakan di Muamalat Tower Jakarta Selatan belum lama ini dihadiri oleh Irvandi Ferizal selaku ketua FHCPI beserta lebih dari 60 peserta HC Senior Leaders yang berasal dari 30 bank.

Irvandi mengatakan, event yang diselenggarakan oleh Bank Muamalat dan FHCPI ini memiliki nilai tambah yang luar biasa dalam dunia human capital. Sebab dalam situasi ketidakpastian bisnis, employee engagement menjadi kritikal dalam memastikan ketahanan suatu organisasi.

“Dengan kehadiran milenial di tataran kepemimpinan organisasi dan centenial (Gen Z) sebagai newbees, pendekatan employee engagement telah berevolusi juga,” katanya.

Acara ini dibuka oleh Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K. Permana. Adapun bertindak selaku pembicara yaitu Chief Human Capital Officer Bank Muamalat Riksa Prakoso yang membawakan tema ‘Engagement to Drive Optimum Result’ dan Managing Partner Engage Rocket Audi Lumbantoruan yang membawakan tema ‘Diagnostic HR Maturity’.

Baca : Muamalat Institute dan Bank Muamalat Terus Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah

Riksa mengatakan, Forum Human Capital Perbankan Syariah ini merupakan salah satu agenda strategis dalam pengembangan human capital di industri perbankan di Indonesia. Apalagi di era digital yang begitu dinamis seperti saat ini peran human capital dibutuhkan dalam menunjang keberlanjutan sebuah organisasi.

“Organisasi yang mengimplementasikan strategi ‘People First’ dari end-to-end prosesnya pastinya lebih agile dalam menghadapi tantangan saat ini. Seperti halnya di Bank Muamalat kami hadir sebagai bank syariah pertama di Indonesia yang mengimplementasikan sharia and people first dari end-to-end setiap kebijakan,” ujarnya.

Sebagai informasi, Bank Muamalat membangun budaya kerja berdasarkan nilai IDEAL (Islami, Modern, dan Profesional). Nilai tersebut kemudian diturunkan menjadi tiga kebijakan yaitu engagement secara spiritual, engagement secara emosional, dan engagement secara rasional.

Atas inisiatif tersebut, baru-baru ini Bank Muamalat mendapatkan penghargaan Indonesia Human Capital Award VIII 2022 dan Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K Permana didapuk sebagai The Best President Director Commitment to Human Capital. 

Baca : Launching Program GEULIS, Muamalat Institute Hidupkan Ekosistem Literasi Syariah Untuk Bangsa

Open chat
Assalamu alaikum warahmatullohi wabarakatuh.... ada yang bisa kami bantu ?