Bank Muamalat & Muamalat Institute Siapkan Inkubator Bisnis, Dorong Startup Baru

PT Bank Muamalat Indonesia dan Muamalat Institute berkomitmen mendorong pertumbuhan UMKM sebagai penggerak roda perekonomian serta dukungan ke industri halal melalui program inkubator bisnis untuk mencetak para startup yang memiliki jiwa kewirausahaan melalui skema pembiayaan dana bergulir yang dapat dimanfaatkan bagi para siswa untuk menciptakan produk dari ide bisnis mereka.

Komitmen itu diwujudkan melalui Muamalat Institute Movement Entrepreneur Incubator (MIMPI) di SMKN 20 Jakarta yang merupakan salah satu SMK Unggulan dan sekolah penggerak.

SEVP Human Capital Bank Muamalat Indonesia Riska Prakosa mengatakan, Bank Muamalat mengemban amanah dari regulator sebagai beyond Islamic Banking, yaitu menjalankan fungsi literasi dan inklusi yang memberikan kebermanfaatan.

“Program inkubator bisnis ini salah satu wujud tanggung jawab untuk berkontribusi menggerakkan roda perekonomian, apalagi ditengah perlambatan ekonomi, berakibat pada daya serap lulusan yang semakin bersaing. Sehingga, program kewirausahaan diharapkan dapat mencetak pengusaha-pengusaha muda yang tangguh, ” kata Riksa dalam keterangannya.

Melalui program MIMPI, lanjut Riksa, Muamalat Institute dan Bank Muamalat Indonesia memberikan efek domino untuk mendukung Generasi Indonesia Emas.

Kepala Sekolah SMK Negeri 20 Jakarta Indah Sri Wahyuningsih mengatakan, visi SMK Negeri 20 Jakarta adalah mencetak generasi yang tangguh, ulet dan kompeten.

“SMK merupakan sekolah kejuruan yang harus memiliki skill-skill umum dan khusus agar berdaya saing. Program inkubator ini diharapkan mencetak lulusan menjadi wirausaha muda agar membuka lapangan pekerjaan di masyarakat,” ujarnya.

Baca : Muamalat Institute dan Bank Muamalat Terus Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah

Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Diding Wahyudin mengatakan, program MIMPI dapat mengakselerasi program BMW (Bekerja Melanjutkan Wirausaha) sesuai dengan program dinas pendidikan.

“Hal yang disoroti adalah terkait keterserapan lulusan SMK yang masih minim di industri. SMK Negeri 20 selalu berusaha mencetak lulusan yang unggul dan kompeten melalui kolaborasi dan sinergi dengan industri,” ujarnya.

Ia menambahkan, Dinas pendidikan Jakarta bekerja sama dengan JAKPRENEUR dan pihak lainnya menghadirkan produk-produk yang dihasilkan para SMK ini berdaya saing global melalui pameran-pameran di luar negeri seperti Jerman dan Belanda. Saat ini para lulusan dituntut untuk tidak hanya fokus di satu skill, namun juga multiskill.

Setelah penandatangan kerja sama tersebut, dilanjutkan dengan adanya Kuliah Tamu dengan tema “Sinkronisasi Program Teaching Factory dengan Industri perbankan Syariah” oleh Direktur Eksekutif Muamalat Institute Anton Hendrianto.

“Komitmen Bank Muamalat Indonesia dan Muamalat Institute adalah membangun kualitas SDM Indonesia yang unggul melalui sinergi dengan sekolah vokasi dalam program link-match, industri perbankan syariah merupakan demand side dari para lulusan kompeten dan unggul sedangkan SMK merupakan supply side dari kebutuhan industri perbankan syariah,” kata Anton.

Melalui kerja sama dengan sekolah vokasi membantu menyiapkan keterampilan para siswa dalam menghadapi dunia industri. Saat ini tantangan yang dihadapi adalah industry gap yaitu adanya mismatch antara jumlah lulusan SMK dan perguruan tinggi dengan jumlah kebutuhan industri perbankan syariah yang tidak seimbang.

Menurut Anton hal tersebut disebabkan adanya skill mismatch, lulusan saat ini memiliki skill dan kompetensi yang hanya unggul di bidang kognitif namun sebaliknya di social skill dan juga interpersonal seperti problem solving, decision making, dan critical thinking masih perlu dikembangkan.

Oleh karena itu, sinergi dengan pihak sekolah melalui program pengembangan skill tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi para siswa dalam mengembangankan potensi bisnisnya. Padahal industri perbankan syariah saat ini membutuhkan talenta-talenta yang mampu berpikir out of the box, kreatif, dan juga kompeten di bidangnya.

Pada kesempatan yang sama, salah satu siswa SMK Negeri 20 Jakarta menyampaikan testimoninya “melalui program ini, ide bisnis saya dapat terealisasi berkat program inkubator dari Bank Muamalat Indonesia, serta mentoring program yang insightful dari para mentor dari Muamalat Institute.

Di akhir kesempatan, Bank Muamalat dan Muamalat Insititute siap untuk mendukung program pengembangan SMK Negeri 20 melalui produk pengembangan SDM mengandung nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan seperti MIMPI, teaching factory, sertifikasi guru.

Baca : Launching Program GEULIS, Muamalat Institute Hidupkan Ekosistem Literasi Syariah Untuk Bangsa

Bank Muamalat dan Muamalat Institute Perkuat Literasi dan Inklusi Perbankan Syariah di Bengkulu

Bank Muamalat

Jakarta – Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan lulusannya dengan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman yang dibutuhkan di industri Indonesia. Melalui pendidikan dapat menjadi investasi pelatihan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas untuk menghadapi persaingan dunia kerja dan dunia usaha serta meningkatkan Human Capital Index Indonesia di kawasan ASEAN.

Oleh karena itu, lulusan diharapkan mampu bersaing dalam dunia kerja dan bisnis di era globalisasi. Namun, masih terdapat kesenjangan antara mutu lulusan perguruan tinggi dengan tuntutan kehidupan profesional. Hal ini karena salah satu penyebabnya adalah terbatasnya aksesibilitas literasi terkait ekonomi dan keuangan syariah di daerah, khususnya perbankan syariah. 

Menyikapi hal ini, PT Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan Muamalat institute (MI) pun berkolaborasi dengan Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu (UIN FAS Bengkulu) untuk mendorong literasi dan inklusi perbankan syariah di wilayah Bengkulu.

Untuk meningkatkan kompetensi serta pengetahuan Mahasiswa/i UIN FAS Bengkulu, Anton Hendrianto selaku Direktur Eksekutif Muamalat Institute menyampaikan kuliah umum dengan judul “Leadership Mindset to Ensure Your Bright Future Career” yang menjelaskan betapa pentingnya memiliki mindset kepemimpinan yang kuat untuk memastikan karier yang cerah di masa depan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN FAS Bengkulu, Supardi menyampaikan, kerja sama ini nantinya akan berdampak positif bagi kampus khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis dalam mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan perbankan syariah dan aspek lain yang terkait.

Selain itu kerjasama lain yang dapat dibangun dengan MI seperti kuliah tamu, riset serta program pelatihan dan sertifikasi karena hal tersebut merupakan yang kita butuhkan bukan hanya bermanfaat untuk mahasiswa namun juga untuk para dosen. “Dengan adanya komitmen dan sinergi yang kuat antara kedua belah pihak, kami berharap kerjasama ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujarnya dikutip 21 Juni 2023.

Selanjutnya Anton Hendrianto yang juga merupakan Head of Human Capital Strategy & Development di Bank Muamalat Indonesia menambahkan, menghadapi era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) SDM harus dibekali kemampuan hard skill dan soft skill agar mampu bersaing didunia industri. Melalui sinergi antara Kampus UIN FAS Bengkulu, Bank Muamalat dan Muamalat Institute, sebagai contoh konkret dari konsep Triple Helix.

Baca : Muamalat Institute dan Bank Muamalat Terus Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah

Menurutnya, kerja sama ini menciptakan keterkaitan yang erat antara sektor bisnis dan pendidikan, dengan pemerintah juga dapat terlibat dalam mendorong kolaborasi ini, dan menciptakan kerangka kerja kolaboratif yang memanfaatkan keahlian dan sumber daya dari berbagai sektor untuk meningkatkan inovasi, pertumbuhan ekonomi, dan pengembangan sumber daya manusia.

“MI mendukung terlibat aktif dalam menjembatani sinergi antara kampus UIN FAS, BMI, melalui program-program konkret. Inisiatif-inisiatif seperti penelitian, inkubasi bisnis, pemagangan, sertifikasi kompetensi, dosen tamu, dan gerakan literasi syariah dapat memiliki dampak yang signifikan dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Memperkaya Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM),” ungkapnya.

Pada acara ini, Bank Muamalat juga memfasilitasi mahasiswa melakukan pembukaan rekening melalui Customer on Boarding (CoB) yang membuat pembukaan rekening sangat cepat dan mudah. Pembukaan rekening ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa agar dapat langsung mengaplikasikan materi yang telah disampaikan terkait pemahaman dasar perbankan syariah untuk dapat menggunakan produk-produk perbankan syariah sebagai bentuk dukungan nyata pada Perbankan Syariah. 

Ke depannya Bank Muamalat Indonesia dan Muamalat Institute terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui program-program Link and Match Kampus dan Industri seperti Muamalat Enlightenment Campaign Program (MINTERIN), Muamalat Indonesia Kompeten (MIKO), Muamalat Institute Kuis Interaktif (MIKIR), Muamalat Institute Business Innovation Incubator (MIBII) hingga Dosen Tamu. Melalui program tersebut diharapkan mahasiswa dapat menjadi prime mover  (penggerak utama) dalam inklusi produk dan layanan keuangan syariah. 

”Melalui program ini menjadi langkah awal kolaborasi, diharapkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa mengenai perbankan syariah dapat diperluas, dan mereka akan memiliki keterampilan yang relevan dan kompetitif dalam memasuki dunia kerja. Secara keseluruhan, kami dukungan mendukung sinergi dengan kampus UIN FAS Bengkulu, untuk memperkuat hubungan antara dunia akademik dan industri perbankan syariah,” tutup Branch Manager Bank Muamalat Cabang Bengkulu, Rifyal Fajri.

Baca : Launching Program GEULIS, Muamalat Institute Hidupkan Ekosistem Literasi Syariah Untuk Bangsa

Bank Muamalat dan Muamalat Institute Dorong Penguatan Ekosistem Pendidikan di Banten

PT Bank Muamalat Indonesia dan Muamalat Institute berkolaborasi untuk memperkuat ekosistem pendidikan di Banten melalui kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih Syeikh Nawawi Tanara (STIF Syentra), Banten.

Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara STIF Syentra dengan Bank Muamalat Indonesia dan Muamalat Institute yang dihadiri oleh Ibu Hj Siti Haniatunnisa, LIB, MH, CRGP selaku Ketua STIF Syentra, Bapak Agung Prambudi selaku Head of Distribution Network Manager Bank Muamalat Indonesia, Bapak Aber Nurhadi selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang, Bapak Anton Hendrianto selaku Head of Human Capital Strategy and Development dan Direktur Eksekutif Muamalat Institute dan tamu undangan serta mahasiswa STIF Syentra yang dilaksanakan pada Senin, (15/05/2023) bertempat di Aula STIF Syentra.

Baca : Muamalat Institute dan Bank Muamalat Terus Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah

Penguatan ekosistem tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengembangan kualitas sumber daya insani yang kompeten, secara luas hal ini dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan juga mendorong pengembangan industri keuangan syariah di Banten.

Hj Siti Haniatunnisa, LIB, MH, CRGP selaku Ketua STIF Syentra menyatakan bahwa STIF Syentra Banten menyambut positif dengan adanya kerja sama ini dikarenakan akan memperkuat sinergitas dengan industri yang mendukung program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) dari Kemendikbud serta Tri Darma Peguruan Tinggi.

“Hal ini memperluas wawasan, skill, dan kompetensi dan pengalaman bagi mahasiswa, dosen, dan civitas akademika terkait industri perbankan syariah. Daya serap lulusan yang semakin dibutuhkan industri menjadi indikator keberhasilan dari kampus dalam mencetak lulusan yang kompeten,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Head of Distribution Network Manager Bank Muamalat Indonesia, Agung Prambudi menyatakan bahwa kerja sama Penguatan Ekosistem Pendidikan ini merupakan bentuk komitmen kepada STIF Syentra sebagai mitra Bank Muamalat Indonesia.

“Tidak hanya dengan pihak kampus, namun seluruh civitas akademika, penguatan SDM yang unggul akan menciptakan generasi insani yang akan menjadi talent terbaik bagi industri perbankan syariah di masa mendatang,” ungkapnya.

Selanjutnya, Bapak Aber Nurhadi selaku Kepala DPKD Kabupaten Serang mengatakan siap mendukung.

“Saya mendukung upaya penguatan ekosistem pendidikan khususnya di bidang literasi di Banten karena diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Serang,” jelasnya.

Setelah sambutan serta penandatangan kerja sama tersebut, dilanjutkan dengan adanya Kuliah Tamu dengan tema “Leadership dan Karir Mahasiswa” oleh Direktur Eksekutif Muamalat Institute, Anton Hendrianto. Dalam kesempatan tersebut, Anton menyampaikan bahwa pentingnya untuk mengasah softskill bagi para mahasiswa khususnya leadership, karena kepemimpinan sangat penting dalam membentuk karakter seseorang dan membangun rasa percaya diri.

Menurut Anton, saat ini tantangan yang dihadapi adalah industry gap yaitu adanya mismatch antara jumlah lulusan perguruan tinggi dan jumlah kebutuhan industri perbankan syariah yang tidak seimbang. Hal tersebut disebabkan adanya skill mismatch, lulusan saat ini memiliki skill dan kompetensi yang hanya unggul di bidang kognitif namun sebaliknya di social skill dan juga interpersonal seperti problem solving, decision making, dan critical thinking masih perlu dikembangkan.

“Sinergi dengan pihak kampus melalui program pengembangan skill tersebut diharapkan dapat menjadi langkah dalam pembentukan karakter, karena industri perbankan syariah saat ini membutuhkan talenta-talenta yang mampu berpikir out of the box, kreatif, dan juga kompeten di bidangnya,” harapnya.

Di akhir kesempatan, poin dari kerja sama tersebut adalah Bank Muamalat Indonesia siap untuk mendukung program pengembangan STIF Syentra melalui produk-produk perbankan syariah yang mengandung nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan. Hal ini ditunjang dengan peran Muamalat Institute sebagai anak perusahaan dari Bank Muamalat melalui berbagai program pengembangan SDM seperti pemagangan, pelatihan, sertifikasi, dan juga bisnis inkubator bagi seluruh mahasiswa, dosen, dan tenaga pendidikan dalam meningkatan skill dan kompetensi serta daya saing para lulusan.

Ke depannya Bank Muamalat Indonesia dan Muamalat Institute terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui program-program Link and Match Kampus dan Industri seperti Muamalat Enlightenment Campaign Program (MINTERIN), Muamalat Indonesia Kompeten (MIKO), Muamalat Institute Kuis Interaktif (MIKIR), Muamalat Institute Business Innovation Incubator (MIBII) hingga Dosen Tamu. Melalui program tersebut diharapkan mahasiswa dapat memainkan peran penting dalam menggerakkan inklusi produk dan layanan keuangan syariah serta ekonomi syariah.

Baca : Launching Program GEULIS, Muamalat Institute Hidupkan Ekosistem Literasi Syariah Untuk Bangsa

Bank Muamalat dan Muamalat Institute Perkuat Program MBKM Bersama UIN Alauddin Makassar 

Perguruan tinggi merupakan lembaga pendidikan yang berperan penting dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten untuk mendukung pertumbuhan industri halal di Indonesia. Pendidikan dapat menjadi investasi dalam menyiapkan Sumber Daya manusia (SDM) kompeten untuk menghadapi persaingan di dunia kerja dan usaha, serta meningkatkan Human Capital Index Indonesia di Kawasan ASEAN. Maka dari itu diharapkan lulusan Perguruan Tinggi daya saing dalam dunia kerja dan usaha dalam era globalisasi

Namun, saat ini masih terdapat kesenjangan antara mutu lulusan Perguruan Tinggi dengan kebutuhan dunia kerja/usaha. Hal tersebut dikarenakan salah satunya karena kendala aksesibilitas literasi terkait ekonomi dan keuangan syariah di daerah khususnya perbankan syariah.

Baca : Muamalat Institute dan Bank Muamalat Terus Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah

PT Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan Muamalat institute (MI) berkolaborasi dengan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UIN Alauddin Makassar) untuk mendorong literasi dan inklusi perbankan syariah di wilayah Makassar.

Acara ini diselenggarakan di Graha Muamalat Makassar dilakukan pada Rabu, (10/05/2023) yang dihadiri oleh Prof. DR. H. Abustani Ilyas, M.Ag selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar, Anton Hendrianto selaku Direktur Eksekutif Muamalat Institute Ahmad Salihin selaku Region Head Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampua), Dwi P. Widodo selaku Branch Manager Cabang Makassar beserta jajaran, serta mahasiswi dari Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar.

Prof. DR. H. Abustani Ilyas, M.Ag selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar mengatakan bahwa ebagai fakultas yang memiliki program studi di bidang ekonomi dan bisnis islam, kampusnya memahami betul pentingnya peran sektor keuangan dalam perekonomian, terutama dalam konteks keuangan syariah.

“Saya merasa beruntung karena melalui kerja sama yang ditawarkan MI seperti kuliah tamu, riset serta program pelatihan dan sertifikasi merupakan yang kita butuhkan bukan hanya bermanfaat untuk mahasiswa namun juga untuk para dosen. Kami juga berharap kerjasama dengan MI dan BMI dapat terus berkelanjutan dan saling memberikan manfaat bagi kedua belah pihak karena kebersamaan dan keberhasilan itu diukur oleh kerja sama,” tuturnya.

Selanjutnya Ahmad Salihin selaku Region Head Sulampua yang didampingi oleh Dwi P. Widodo selaku Branch Manager Cabang Makassar menyampaikan bahwa Bank Muamalat sebagai lembaga keuangan syariah, sangat mendukung pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

“Kami memahami betul pentingnya peran akademisi dan mahasiswa dalam menciptakan inovasi-inovasi baru dalam bidang ekonomi syariah. Saya berharap melalui program ini dapat menjadi ajang yang baik untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam bidang perbankan dan ekonomi syariah. Kami siap untuk memberikan dukungan dan kerja sama dalam mengembangkan potensi-potensi yang ada di bidang ekonomi syariah,” jelasnya.

Lebih lanjut Anton selaku Direktur Muamalat Institute menambahkan bahwa MI cukup terbuka dan sangat mendukung program MInterin untuk membangun kualitas SDM Indonesia yang unggul melalui sinergi triple helix model yakni dengan menyatukan kolaborasi antara unsur Pemerintah, Kampus dan Industri agar mendukung pertumbuhan Industri Halal dan Perbankan syariah menuju Indonesia Emas 2045.

“Muamalat Institute akan berperan aktif dalam menjembatani sinergi tersebut dengan program-program yang konkrit, seperti; penelitian, inkubasi bisnis, pemagangan, sertifikasi kompetensi, dosen tamu dan gerakan literasi. Semua itu untuk terciptanya ‘link & match’ dalam MBKM serta mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi, pungkas Anton yang juga merupakan pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia,” terangnya.

Dalam kunjungan Kampus ke Graha Muamalat Makassar, BMI memfasilitasi mahasiswa melakukan office tour dan pembukaan rekening Bank Muamalat melalui Customer on Boarding (CoB) yang membuat pembukaan rekening sangat cepat dan mudah. Pembukaan rekening ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa agar dapat langsung mengaplikasikan materi yang telah disampaikan terkait pemahaman dasar perbankan syariah untuk dapat menggunakan produk-produk perbankan syariah sebagai bentuk dukungan nyata pada Perbankan Syariah.

“Ke depannya Bank Muamalat Indonesia dan Muamalat Institute terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui program-program Link and Match Kampus dan Industri seperti Muamalat Enlightenment Campaign Program (MINTERIN), Muamalat Indonesia Kompeten (MIKO), Muamalat Institute Kuis Interaktif (MIKIR), Muamalat Institute Business Innovation Incubator (MIBII) hingga Dosen Tamu. Melalui program tersebut diharapkan mahasiswa dapat menjadi prime mover  (penggerak utama) dalam inklusi produk dan layanan keuangan syariah,” tutup Anton.

Baca : Launching Program GEULIS, Muamalat Institute Hidupkan Ekosistem Literasi Syariah Untuk Bangsa

Muamalat Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di Jambi

PT Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan Muamalat institute (MI) bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) mendorong literasi dan inklusi perbankan syariah di wilayah Jambi, khususnya di kalangan mahasiswa.

Dalam ajang yang dihadiri lebih dari 1.000 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN STS Jambi itu, Direktur Eksekutif Muamalat Institute Anton Hendrianto mengatakan, perguruan tinggi merupakan lembaga pendidikan yang berperan dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten untuk mendukung pertumbuhan industri halal di Indonesia.

“Saat ini masih terdapat kesenjangan antara mutu lulusan Perguruan Tinggi dengan kebutuhan dunia kerja/usaha. Hal tersebut dikarenakan salah satunya kendala aksesibilitas literasi terkait ekonomi dan keuangan syariah di daerah,” katanya.

Anton menambahkan, pihaknya memiliki komitmen yang tinggi dalam memberikan dukungan penuh dalam memberikan program MInterin Goes to Campus.

“Kami membangun kualitas SDM Indonesia yang unggul melalui sinergi triple helix model yakni dengan menyatukan kolaborasi antara unsur pemerintah, kampus dan industri agar mendukung pertumbuhan Industri Halal dan Perbankan syariah menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Baca : Muamalat Institute dan Bank Muamalat Terus Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah

Dekan FEBI UIN STS Jambi A A Miftah berharap, ajang edukasi mengenai literasi keuangan syariah itu terus berlanjut, bukan saja untuk mahasiswa, tapi juga dosen-dosen di FEBI UIN STS Jambi.

“Upaya ini dalam mendukung pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), kami juga berharap kerjasama dengan MI dan BMI dapat terus berkelanjutan dalam action yang nyata dan dapat saling memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujarnya.

Direktur Operasi & Digital yang juga Direktur Supervisi Regional Sumatera Bank Muamalat Wahyu Avianto mengatakan, pihaknya mendukung literasi perbankan syariah di kalangan mahasiswa karena mereka tunas bangsa yang akan melanjutkan bangsa Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah di dunia.

Tidak hanya paparan materi pada acara ini, BMI memfasilitasi 1.000 lebih Mahasiswa melakukan pembukaan rekening Bank Muamalat melalui Coordination of Benefit (CoB) yang membuat pembukaan rekening sangat cepat dan mudah. 

Pembukaan rekening ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa agar dapat langsung mengaplikasikan materi yang telah disampaikan terkait pemahaman dasar perbankan syariah untuk dapat mengunakan produk-produk perbankan syariah sebagai bentuk dukungan nyata pada Perbankan Syariah. 

Kedepannya Bank Muamalat Indonesia dan Muamalat Institute terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui program-program Link and Match Kampus dan Industri seperti Muamalat Enlightment Campaign Program (MINTERIN), Muamalat Indonesia Kompeten (MIKO), Muamalat Institute Kuis Interaktif (MIKIR), Muamalat Institute Business Innovation Incubator (MIBII) hingga Dosen Tamu.  “Melalui program tersebut diharapkan mahasiswa dapat menjadi prime mover (penggerak utama) dalam inklusi produk dan layanan keuangan syariah,” pungkas Wahyu.

Baca : Launching Program GEULIS, Muamalat Institute Hidupkan Ekosistem Literasi Syariah Untuk Bangsa

Muamalat Institute dan Islamic Insurance Society Dukung Penguatan Sinergi Perbankan Syariah dan Asuransi Syariah

JAKARTA (30/03/2023) – Muamalat Institute berkomitmen memperkuat ekosistem keuangan syariah antara perbankan syariah dan asuransi syariah melalui kerjasama dengan Islamic Insurance Society.

Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang dihadiri oleh Ketua Islamic Insurance Society (IIS), Direktur Muamalat Institute dan jajaran pengurus kedua belah pihak yang dilakukan pada Kamis, (30/03/2023) bertempat di Muamalat Tower Lantai 8, Kuningan, Jakarta Selatan.

Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan pengembangan Sumber Daya Insani (SDI) dan kemajuan misi kelembagaan industri keuangan syariah. Selain itu penguatan ekosistem sinergi perbankan dan asuransi syariah ini dilakukan mengingat tingkat literasi dan inklusi produk keuangan syariah yang masih dapat dioptimalkan.

Baca : Muamalat Institute dan Bank Muamalat Terus Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah

Menurut Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia 2022, indeks literasi dan inklusi keuangan syariah sebesar 9,14% dan 12,12% dimana market share perbankan syariah per Desember 2022 sebesar 7,09% dan IKNB Syariah sebesar 4,64%. Hal ini memperlihatkan bahwa perlu adanya sinergitas untuk mendorong tingkat literasi dan inklusi serta market share keuangan syariah di Indonesia.

Menurut Muhammad Zamachsyari selaku ketua IIS menyampaikan bahwa kedua industri syariah ini memiliki keterkaitan dan ketergantungan yang cukup kuat.

“Hal ini karena perbankan syariah berperan sebagai potensi pengembangan bisnis asuransi syariah dan sebaliknya, asuransi syariah sebagai enabler dalam mendukung mitigasi risiko perbankan syariah secara khusus serta pengembangan industri halal seperti perlindungan bagi pelaku industri halal, kegiatan haji dan umroh, sector riil dan ekosistem syariah lainnya,” terangnya.

Di kesempatan yang sama, Anton Hendrianto selaku Direktur Eksekutif Muamalat Institute berharap melalui penandatanganan nota kerjasama antara Muamalat Institute dengan Islamic Insurance Society harus diwujudkan melalui kolaborasi program pendalaman pasar yakni kegiatan sosialisasi dan literasi seperti pelatihan, seminar, penelitian dan kegiatan lainnya.

“Melalui kerjasama ini diharapkan Muamalat Institute dan Islamic Insurance Society dapat berkontribusi lebih untuk memperkuat sinergi ekosistem keuangan syariah melalui sosialisasi, dan literasi mengenai perbankan syariah dan asuransi syariah yang mengandung nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan,” harapnya.

Hal ini ditunjang dengan peran Islamic Insurance Society sebagai center of knowledge di industri asuransi syariah dan Muamalat Institute sebagai anak perusahaan dari Bank Muamalat Indonesia dengan berbagai program pengembangan SDI seperti pemagangan, pelatihan, sertifikasi, dan juga bisnis inkubator bagi seluruh mahasiswa, dosen, dan tenaga Pendidikan.

Baca : Launching Program GEULIS, Muamalat Institute Hidupkan Ekosistem Literasi Syariah Untuk Bangsa

Muamalat Institute

Gedung Muamalat Institute                                 

Jalan Tanjung Duren Raya 7 ABC

Grogol  Petamburan Jakarta Barat 11470

Telepon +6221-56980556  Faksimile +6221-56980557

www.muamalat-institute.com

Muamalat Institute dan Bank Muamalat Indonesia Gelar Lomba Tahfidz Bagi Driver Ojol

Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, Bank Muamalat Indonesia dan Muamalat Institute berkomitmen untuk melakukan kegiatan sosial yang memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat melalui program Jumat Berkah yang rutin dilakukan sebagai bagian dari program CSR (Corporate Social Responsibility). 

Kegiatan ini dilakukan pada Jumat, 31 Maret 2023 bertempat di kantor Muamalat Institute, Tanjung Duren Raya, Jakarta Barat. 

Acara ini dihadiri oleh SEVP Human Capital PT Bank Muamalat Indonesia dan juga Direktur Eksekutif Muamalat Institute. 

Dalam kesempatan ini, konsep yang dilakukan adalah dengan menggelar kegiatan Tahfidz Quran bagi pengemudi ojek online dan masyarakat sekitar melalui hafalan Quran dan buka puasa bersama serta pembukaan rekening gratis dan aktivasi mobile banking MDIN bagi peserta yang berhasil menghafal ayat suci Al Quran.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan keberkahan di bulan suci Ramadhan melalui kegiatan hafalan Quran untuk memberantas buta aksara Quran serta peningkatan literasi dan inklusi produk perbankan syariah khususnya digital banking yaitu Muamalat Digital Islamic Network (MDIN). 

Dalam sambutannya, SEVP Human Capital PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, Riksa Prakoso menambahkan poin penting dari kegiatan sosial ini adalah sebagai mendukung peningkatan literasi dan inklusi melalui hafalan Quran. Serta menjadi dukungan bagi masyarakat untuk memahami dan menggunakan produk perbankan syariah. 

Baca : Launching Program GEULIS, Muamalat Institute Hidupkan Ekosistem Literasi Syariah Untuk Bangsa

Kedepannya, perbankan syariah berperan lebih dari sekedar lembaga keuangan. Namun dapat menjadi agen perubahan. khususnya dalam memberikan dampak ke sosial ke masyarakat dan juga menjadi sahabat bagi masyarakat. 

Anton Hendrianto selaku Direktur Muamalat Institute menyampaikan bahwa momentum Ramadhan kita gunakan untuk mendapatkan keberkahan melalui baca Quran dan sarana literasi kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk tanggung jawab sosial dari Muamalat Institute dan Bank Muamalat Indonesia. 

Diharapkan hal ini bisa menjadi pendorong munculnya tahfidz-tahfidz Quran. Anton menambahkan bahwa program ini adalah salah satu dari program kami dalam mendukung perkembangan sharia di Indonesia, seperti Gerakan Literasi Keuangan Syariah (GEULIS), Muamalat Indonesia Kompeten (MIKO), Muamalat Enlightenment Campaign Program (MINTERIN), Muamalat Institute Kuis Interaktif (MIKIR), dan kami akan terus berinovasi dengan melibatkan semua pemangku kepentingan yang ada.

Di akhir acara, ditutup dengan buka bersama dengan para peserta yang mayoritas pengemudi ojek online, pekerja bangunan, petugas parkir, serta para warga sekitar. 

Warga sekitar sangat antusias dan menyambut baik kegiatan ini, salah satu pemenang lomba tahfidz mengatakan bahwa ini adalah inspirasi untuk hijrah bersama-sama menggunakan produk perbankan syariah agar lebih mendapatkan keberkahan.

Baca : Muamalat Institute dan Bank Muamalat Terus Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah

Tentang Muamalat Institute

Muamalat Institute bertujuan mencetak sumber daya manusia profesional berkualitas sehingga dapat berperan dalam proses pembangunan Indonesia. Kami fokus bergerak di bidang pengembangan bisnis dan sumber daya manusia, dengan menyediakan jasa di bidang Training, Research, Consulting, & Publication.

Dengan pengalaman 30 tahun dalam menghasilkan bakat keterampilan tinggi dan bekerja sebagai mitra bisnis yang andal untuk Indonesia dan Asia Tenggara, MI berkomitmen untuk terus memberikan program pelatihan berkualitas dan konsultasi pengembangan bisnis untuk mendukung pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

Muamalat Institute

Gedung Muamalat Institute                                 

Jalan Tanjung Duren Raya 7 ABC

Grogol  Petamburan Jakarta Barat 11470

Telepon +6221-56980556  Faksimile +6221-56980557

www.muamalat-institute.com

Jumat Berkah Seribu Rupiah Pembuka Pintu Surga

Bagi saudara kita yang bekerja di luar, berpayung langit, dan berlantai aspal jalanan yang panas sudah biasa. Terkadang mereka tak perduli jika langit menurunkan hujan atau memancarkan panasnya matahari. Berjalan jauh bahkan mungkin sebagian dari mereka tidak mengenakan alas kaki, juga sudah biasa bagi mereka, demi mencari beberapa lembar rupiah yang bisa di tukarkan beberapa jumput beras. Untuk bisa makan bersama keluarga setiap hari nya.

Mungkin pula sesekali mereka mengeluh, namun tidak lantas menyurutkan langkah mereka mencari nafkah demi keluarga. Tidak lah berlebih jika kita memberi pada mereka yang tidak meminta, tidak lah berlebih jika kita menyisihkan sedikit demi seulas senyum saudara dhuafa kita. Maka, semoga sepiring nasi beserta lauk yang lezat yang di sajikan di Warung Nasi BARU (Bayar Seribu) dari Muamalat Institute sebagai bentuk CSR (Corporate Social Responsibility) ini, bisa membawa seulas senyum pada wajah saudara dhuafa kita yang setiap harinya berjuang mencari nafkah untuk keluarga mereka.

Baca : Launching Program GEULIS, Muamalat Institute Hidupkan Ekosistem Literasi Syariah Untuk Bangsa

Program Jumat Berkah Warung Nasi Baru ini diadakan pada hari Jumat, 10 Februari 2023 dengan menerapkan konsep ‘Rantai Kebaikan’ yang di mana hasil perolehan uang dari Warung Nasi Baru akan kami salurkan kepada Masjid / Mushola sekitar yang membutuhkan. Konsep tersebut dapat menjadi manfaat dan ladang pahala untuk Muamalat Institute dan masyarakat. Semoga Jumat Berkah Seribu Rupiah Pembuka Pintu Surga ini bisa mendapatkan keberkahan, meningkatkan dan mempererat tali persaudaraan, meningkatkan kepedulian terhadap sesama umat manusia, dan dapat memperkenalkan Muamalat Institute pada umumnya dan Jumat Berkah pada khususnya kepada masyarakat.

Baca : Muamalat Institute dan Bank Muamalat Terus Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah

Muamalat Institute & PT BPRS Mustaqim Aceh (Perseroda) Dukung Penguatan Integritas IJK Melalui Strategi APU-PPT

ACEH – Peraturan Qanun No.11 Tahun 2018 terkait Lembaga Keuangan Syariah (LKS) di Aceh telah disahkan. Penerapan Qanun LKS ini telah diimplementasikan seluruh lembaga jasa keuangan syariah. Dalam implementasinya, Qanun LKS ini perlu didukung oleh penguatan integritas dan pengembangan SDM yang handal untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui tata kelola (good governance) pada perbankan syariah baik bank umum syariah, bank pembangunan daerah, dan juga BPRS di Aceh. Sehingga, hal tersebut dapat menjadi salah satu stimulasi pertumbuhan ekonomi masyarakat Aceh yang makmur dan madani.

Sejalan dengan hal tersebut, Muamalat Institute dan PT BPRS Mustaqim Aceh (Perseroda) berkolaborasi dalam meningkatkan kompetensi insan BPRS Mustaqim Aceh dengan mengadakan pelatihan terkait implementasi integritas jasa keuangan melalui training anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (APU-PPT) yang dilaksanakan secara virtual pada Selasa, 28 Februari 2023 yang diikuti 50 Orang peserta yang terdiri dari Kepala Divisi, Kepala Seksi dan Teller dari seluruh jaringan kantor PT BPRS Mustaqim Aceh/ Sebagaimana diketahui, seluruh industri jasa keuangan harus melakukan penerapan pencegahan APU PPT sesuai dengan POJK No. 23/POJK.01/2019.

Baca : Launching Program GEULIS, Muamalat Institute Hidupkan Ekosistem Literasi Syariah Untuk Bangsa

Raisul Mukhlis selaku Plt Direktur Utama BPRS Mustaqim Aceh manyampaikan bahwa “Insan BPRS Mustaqim harus paham terkait pengaturan dan proses pelaksanaan upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme dalam melakukan pelayanan, Oleh karena itu, melalui pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat integritas BPRS Mustaqim Aceh yang dimiliki pemerintah daerah dan juga mendukung regulator”

Selanjutnya, Direktur Kepatuhan BPRS Mustaqim Aceh, Muhammad Ali, menambahkan bahwa “pelatihan ini menjadi salah satu strategi manajemen risiko untuk memitigasi fraud, kredit macet dan penguatan tata kelola BPRS yang semakin baik”. Sinergi program dengan Muamalat institute ini diharapkan menjadi penggerak sejumlah transformasi salah satunya melalui pengembangan SDM. Direktur Eksekutif Muamalat Institute Anton Hendrianto menegaskan “Muamalat Institute mendukung penerapan Qanun LKS di Aceh melalui program pengembangan SDM seperti yang dilakukan oleh BPRS Mustaqim Aceh, saya berharap sinergi ini berkontribusi pada perekonomian Aceh yang sejahtera, makmur, dan madani. Peran Aceh sangatlah besar untuk pertumbuhan syariah dan ekonomi halal di Indonesia, maka dari itu MI akan terus berupaya menjadi bagian perkembangan industry dengan memberikan solusi dan layanan prima disetiap kesempatan, ini semua sesuai dengan ambisi kami yang menjadi ‘right business partner’ untuk Indonesia”.

Lebih lanjut, program yang ditawarkan oleh Muamalat Institute yaitu terkait dengan penguatan bisnis BPRS terhadap daerah itu sendiri.

Muamalat Institute mendukung pertumbuhan bisnis BPRS Mustaqim Aceh dalam hal upaya penguatan peran BPRS Mustaqim Aceh melalui berbagai pelatihan seperti pengelolaan bisnis, analisis pembiayaan, akuntansi, service excellence, dengan harapan melalui integritas yang baik, hal ini akan berdampak pada bisnis BPRS Mustaqim yang berkelanjutan berorientasi pada jangka panjang agar BPRS Mustaqim Aceh tetap memberikan pelayanan prima serta terus berkontribusi pada kesejahteraan ekonomi masyarakat Aceh.

BPRS Mustaqim Aceh merupakan lembaga keuangan syariah yang terus melakukan inovasi produk layanan yang diberikan untuk nasabah. BPRS Mustaqim Aceh sangat mendukung perekonomian dalam memperkuat sektor riil melalui penguatan UMKM, industri halal, ekonomi syariah yang lebih inklusif dan digitalisasi layanan agar siap tumbuh optimal dalam meningkatkan produktifitas dan daya saing demi mendukung terwujudnya kesejahteraan rakyat yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, keadilan, pemerataan ekonomi, partisipasi rakyat serta efisiensi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan untuk menjadi sektor unggulan serta lembaga keuangan kebanggaan masyarakat Aceh.

Baca : Muamalat Institute dan Bank Muamalat Terus Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah

Tentang Muamalat Institute

Muamalat Institute bertujuan mencetak sumber daya manusia profesional berkualitas sehingga dapat berperan dalam proses pembangunan Indonesia. Kami fokus bergerak di bidang pengembangan bisnis dan sumber daya manusia, dengan menyediakan jasa di bidang Training, Research, Consulting, & Publication.

Dengan pengalaman 30 tahun dalam menghasilkan bakat keterampilan tinggi dan bekerja sebagai mitra bisnis yang andal untuk Indonesia dan Asia Tenggara, MI berkomitmen untuk terus memberikan program pelatihan berkualitas dan konsultasi pengembangan bisnis untuk mendukung pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

Muamalat Institute

Gedung Muamalat Institute                                 

Jalan Tanjung Duren Raya 7 ABC

Grogol  Petamburan Jakarta Barat 11470

Telepon +6221-56980556  Faksimile +6221-56980557

www.muamalat-institute.com

Muamalat Indonesia Kompeten (MIKO)

Perguruan Tinggi menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan mengembangkan ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang penyelenggaraannya berpedoman pada Tri Dharma Perguruan Tinggi (tercantum dalam UU No.12 Tahun 2012) meliputi pendidikan dan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat agar dapat menghasilkan lulusan PT yang unggul dan berkualitas.

Peningkatan hardskill dan softskill SDM menjadi hal yang sangat penting dan krusial bagi dunia industri. Bentuk keseriusan pemerintah untuk mendukung peningkatan hardskill dan softskill civitas akademika adalah melalui Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM), salah satu programnya adalah magang. Program ini menekankan perlunya transformasi pembelajaran agar perguruan tinggi dapat merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif yang juga mendukung pemenuhan dari Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).

Sehubungan dengan hal tersebut, Muamalat Institute menyelenggarakan program Muamalat Indonesia Kompeten (MIKO), yaitu program magang yang ditujukan untuk mahasiswa melalui pembelajaran di industri (experiential learning) selama min. 6 bulan dengan tujuan memberikan pengalaman dan kompetensi mahasiswa agar siap dalam memasuki dunia kerja dan karirnya. Pihak kampus pun dapat mengkonversi dengan jumlah SKS yang telah ditentukan oleh ketentuan MBKM. Program ini juga dapat mendukung peningkatan Literasi Keuangan Syariah di Indonesia.

Selain itu, MIKO berkolaborasi dengan Quran Cordoba yang turut serta mendukung Gerakan Road To 1 Juta Pengusaha Qur’ani dan Gerakan Kampus Merdeka. Kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu modal dasar untuk mewujudkan visi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Ekosistem pembangunan ekonomi syariah yang kondusif berdasarkan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019- 2024 salah satunya dapat diwujudkan melalui strategi peningkatan kuantitas dan kualitas SDM ekonomi syariah, baik di lembaga pendidikan, lembaga sosial-keagamaan, maupun lembaga ekonomi dan keuangan syariah.

Muamalat Institute berkomitmen meningkatkan Sumber Daya Manusia melalui Program-Program Pelatihan yang dibutuhkan oleh Mahasiswa. Oleh karena itu program kerjasama ini memberikan pengalaman entrepreneurship dan edukasi dengan menawarkan Program Training dan Al-Qur’an Cordoba. Insya Allah program ini akan memberikan berkah kepada semuanya.

Baca : Launching Program GEULIS, Muamalat Institute Hidupkan Ekosistem Literasi Syariah Untuk Bangsa

Open chat
Assalamu alaikum warahmatullohi wabarakatuh.... ada yang bisa kami bantu ?