Workshop Sinergi Edukasi dan Penyelarasan Kurikulum Ekonomi Syariah dengan Perguruan Tinggi

Workshop yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UINSI Samarinda dengan tema “Pemaparan Program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)”. Yang dilaksanakan pada 24 mei 2022. Lokasinya : Aula Lantai 1, Gedung FEBI UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan literasi ekonomi dan keuangan syariah Indonesia, perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan formal memiliki peran penting dalam mencetak lulusan sebagai SDM yang unggul dan berdaya saing. SDM dan literasi menjadi strategi dasar dalam pengembangan ekonomi syariah Indonesia sebagaimana yang tercantum dalam Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024, yakni peningkatan kesadaran dan literasi publik serta peningkatan kuantitas dan kualitas SDM di bidang ekonomi dan keuangan syariah.

Acara Workshop ini menghadirkan para Narasumber yaitu, Dr. Muhammad Nasir, M.Ag.  (Wakil Rektor 1 UINSI), M. Soleh Nurzaman, PhD (Kepala Devisi Pengembangan SDM Ekonomi Syariah KNEKS), Wachid Asad Muslimin (Direktur Eksekutif Alami Institute), Anton Hendrianto (Head Of People Development and Culture & Direktur Eksekutif Muamalat Institute), Hayati MPsi.,Psi (Analis 1 Pengembangan SDM Ekonomi Syariah), Binti Nurwachid (Branch Manager BSI KC Samarinda Antasari), Drs. H. Ahmad Nabhan (Ketua BAZNAS  Prov. KALTIM), dan Ahmad Syarif, M.Sc (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UINSI Samarinda).

Baca : Launching Program GEULIS, Muamalat Institute Hidupkan Ekosistem Literasi Syariah Untuk Bangsa

Tujuan Workshop

1. Meningkatkan kapasitas kemampuan dan kompetensi skill dosen Ekonomi
Syariah di Pendidikan Tinggi .

2. Meningkatkan literasi dan kualitas edukasi ekonomi dan keuangan syariah di
Pendidikan Tinggi.

3. Memberikan panduan untuk penyelarasan kurikulum ekonomi syariah dengan
program magang Merdeka Belajar: Kampus Merdeka (MBKM).

4. Memberikan informasi mengenai program magang dari pihak industri di bidang Ekonomi dan Keuangan Syariah.

Manfaat Workshop

1. Peningkatan kompetensi dosen Ekonomi Syariah di Pendidikan Tinggi.

2. Peningkatan literasi dan kualitas pembelajaran ekonomi dan keuangan syariah
di Pendidikan Tinggi.

3. Adanya panduan untuk penyelarasan kurikulum ekonomi syariah dengan
program magang Merdeka Belajar: Kampus Merdeka (MBKM).

4. Dapat terjalinnya kerjasama dalam program magang antara Perguruan Tinggi
dengan pihak industri di bidang Ekonomi dan Keuangan Syariah

Baca : Muamalat Institute dan Bank Muamalat Terus Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah

Muamalat Institute dan IIGMA Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Treasury Dealer

JAKARTA – Muamalat Institute bekerjasama dengan IIGMA (Indonesia Islamic Global Market Association),  menyelenggarakan Program Refreshment Sertifikasi Kompetensi Bidang Treasury Dealer ini dalam format Webinar Zoom, Senin (27/9/2021).

Dalam kegiatan ini menghadirkan pembicara dari Bank Indonesia, Tri Puji Lestari. Avrist Asset Management, Tubagus Farash Farich dan Bloomberg, Ebru Boysan & Tamara Henderson

Dan dilanjutkan sesi diskusi oleh Direktur Ekonomi Keuangan Syariah Bank Indonesia, Prijono.

Dengan tema “Investasi di Era Pandemi Covid19”, Ketua Indonesia Islamic Global Market Association Budi Kurniawan mengatakan, program pemeliharaan (refreshment) sertifikasi kompetensi bidang treasury dealer bertujuan untuk memelihara kompetensi pemegang sertifikat kompetensi.

Dan memastikan kepatuhan terhadap persyaratan yang ditetapkan dalam pedoman, standar atau skema sertifikasi.
“Dan juga agar pemegang sertifikat kompetensi mengikuti perkembangan terbaru dan melakukan pengkinian aspek teknis, dan manajerial dalam bidang Tresuri,” ujar Budi saat sambutan.

Untuk diketahui, seorang dealer perbankan di unit treasury adalah seseorang yang salah satu tugas utamanya ialah mengelola aset dan liabilitas serta likuiditas bank. Dealer juga melakukan transaksi di pasar finansial baik itu pasar uang (money market), obligasi atau surat utang dan valuta asing untuk mendapatkan profit.

Baca : Muamalat Institute Luncurkan Learning Management System (LMS) Berbasis Komputasi Awan

Budi Kurniawan mengatakan, investasi di bidang ekonomi dan perbankan syariah saat ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. “Sesuai dengan laporan OJK, per Desember 2020, saat ini total aset perbankan syariah itu sebesar Rp610 triliun, dengan pertumbuhan total aset sebesar 13,04 persen,” kata Budi.

Menurutnya, peningkatan aset perbankan syariah ini terjadi karena proses konversi aset bank konvensional ke bank syariah sesuai aturan Qanun Aceh.

Sementara, Direktur Executive Muamalat Institute Anton Hendrianto mengatakan, program pemeliharaan ini diadakan karena mempertimbangkan berbagai hal. Diantaranya, sertifikat kompetensi bidang Treasury Dealer mempunyai masa berlaku selama 3 tahun.

Anton mengatakan, Bank diharapkan mengikutsertakan setiap pengurus dan pejabat bank yang dipersyaratkan memiliki sertifikat Treasury Dealer dalam program pemeliharaan secara berkala.

“Seseorang yang telah memiliki sertifikat kompetensi yang diterbitkan oleh LSPP diharapkan mengikuti program pemeliharaan,” ujarnya.

Anton juga mengatakan, pengambilan tema “Investasi di Era Pandemi Covid19” sangat kekinian. Sesuai dengan komitmen Muamalat Institute pada industri keuangan syariah, dirinya ingin bersama-sama mendorong peningkatan kompetensi SDM untuk mendukung pertumbuhan bisnis syariah.

Hal ini karena investasi di pasar syariah dan perbankan syariah ke depannya akan terus meningkat dan menjanjikan.
“Kita MI akan mendukung bank-bank konvensional yang akan bertransformasi menjadi perbankan syariah. Hal ini agar perbankan syariah bisa menjadi pilar penting di perbankan Indonesia,” imbuh Anton yang juga merupakan pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia.

Baca : Kalender Publik HARBOLNAS 10.10 Bulan Oktober

Open chat
Assalamu alaikum warahmatullohi wabarakatuh.... ada yang bisa kami bantu ?