Pemilihan Akad yang Tepat untuk Pembiayaan Produktif

Pembiayaan merupakan salah satu tugas pokok bank, yaitu pemberian fasilitas penyediaan dana untuk memenuhi kebutuhan pihak-pihak yang merupakan defisit unit. Bank harus lebih berhati-hati dalam memberikan pembiayaan kepada nasabah/mitranya, terkhusus dalam masa pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia saat ini. Di training kita kali ini akan membahas tuntas tentang Pemilihan Akad yang Tepat untuk Pembiayaan Produktif.

Menurut sifat penggunaannya, pembiayaan, menjadi dua hal yaitu: (a) Pembiayaan Produktif, yaitu pembiayaan yang di tujukan untuk peningkatan usaha, baik usaha produksi, perdagangan, maupun investasi, sedangkan, dan (b) Pembiayaan Konsumtif, yaitu pembiayaan yang di gunakan ntuk memenuhi kebutuhan konsumsi, yang akan habis di gunakan untuk memenuhi kebutuhan.

Jasa perbankan syariah yang berkenaan dengan penyaluran dana seperti pemberian pembiayaan kepada nasabah, dapat dilakukan dengan beragam bentuk akad sesuai dengan kebutuhan dari nasabah. Pembiayaan dilakukan untuk mendukung investasi yang sudah direncanakan, baik dilakukan sendiri maupun oleh orang lain. Penyaluran dana dalam bentuk pembiayaan didasarkan pada kepercayaan yang diberikan oleh pemilik dana kepada pengguna dana bahwa dana dalam bentuk pembiayaan yang diberikan pasti akan terbayar.

Adapun akad merupakan kontrak perjanjian atau kesepakatan yang dilakukan antara pemilik dana dan mitra penerima dana. Dalam bank syariah ada berbagai jenis akad yang dapat diaplikasikan sesuai dengan kebutuhan mitra. Bank syariah perlu menganalisa kebutuhan nasabah/mitra kemudian memilih akad yang tepat untuk memberikan pembiayaan supaya menghasilkan keuntungan diantara kedua pihak. Secara garis besar akad terbagi kepada berbagai bentuk, diantaranya berupa titipan, pinjaman, bagi hasil, jual beli, sewa, dan jasa.