HIKP dan MI Bulatkan Tekad Hadapi Revolusi Industri 4.0

Jakarta -Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS)  Harta Insan Karimah (HIK) Parahyangan selalu setia dalam memberikan yang terbaik untuk SDM-nya dengan terus bekerja sama Muamalat Institute (MI) dengan menggunakan Muamalat Institute Learning Solution (MILES). Hal tersebut terungkap dalam acara yang mengangkat tema  “Launching Learning Center BPRS HIK Parahyangan dengan Motto : Share Knowledge Together, Better Together” di Werbinar-Zoom, Senin (24/8/2020).

Dalam acara Launching ini dihadiri oleh Direktur Operasional BPRS HIK Parahyangan Martadinata, berikut jajarannya. Hadir juga Executive Director Muamalat Institute  Anton Hendrianto berikut divisi yang lainnya. Dalam rangkainnya acara ini juga ada penyerahan Aplikasi MILES kepada BPRS HIK Parahyangan langsung diberikan oleh Executive Director Muamalat Institute, Anton Hendrianto.

Executive Director Muamalat Institute, Anton Hendrianto menyatakan, bersyukur dengan kegiatan tersebut. Sebab dengan peluncuran ‘learning center’ itu bisa menjadi sebuah ajang pembelajaran dan pengembangan para pegawai.

“Alhamdulillah hari ini Muamalat Institute dan BPRS HIK Parahyangan meluncurkan ‘learning center’ sebuah digital platform untuk pembelajaran dan pengembangan karyawan sehingga dapat memanfaatkan proses pengembangan anytime dan anywhere, kami Muamalat Institute sangat ingin terus merangkul dan mendorong ekosistem syariah untuk tumbuh bersama untuk menciptakan ekonomi syariah yg kuat, ” ungkapnya Anton yang juga menjabat sebagai Head of People Development & Culture Bank Muamalat Indonesia.

Anton juga merasa sangat yakin semangat yang dimiliki oleh karyawan BPRS HIK Parahyangan  dengan managemen BPRS HIK Parahyangan yang terus aktif dalam pengembangan dan pelatihan talenta-talentanya untuk dapat mencapai aspirasi bisnis dengan kuat dan sehat melalui SDM yang memiliki kompetensi yang baik.

Direktur Operasional BPRS HIK Parahyangan, Martadinata menyatakan dalam sambutannya, sangat berterima kasih kesempatan kerja sama kepada MI.

“Kita dapat momen baru, dapat realiasi agenda baru yang bagi saya fundament yang cukup  baik bagi BPRS HIK Parahyangan. Karena berpegangan bahwa  Sumber Daya untuk kemajuan BPRS itu tidak mesti dari dalam, banyak kolaborasi – kolaborasi yang harus kita lakukan diwaktu waktu yang lalu dan kedepannya terus menerus, mengoptimaliasi hasil kerja kita, lebih optimal. Dengan Aplikasi ini kami sangat terbantu” ungkapnya.

Martadinata menambahkan, “Learning Center ini Insya Allah kita bisa Sharing Knowledge frekuensi yang sangat jauh luarbiasa dari sebelum-sebelumnya pengembangan manusia di sisi bisa kita lakukan dengan volume kuantitas yang lebih banyak dan tidak terbatas waktu juga tidak terbatas tempat lagi, nah ini sebuah cara lebih yang cepet bagi kita sebuah bank kecil atau BPRS Bank Mikro, namun punya keinginan untuk cepat tumbuh lebih baik, ” ujarnya. 

Peserta Publik MI berharap bisa Training secara Offline

Banyak kejadian-kejadian kejahatan pada mesin ATM. Maka dari itu Muamalat Institute membuat Training Online yang diikuti dari beberapa instansi dengan Tema “Mitigasi Kejahatan Mesin ATM pada Perbankan”, melalui Webinar-Zoom, Rabu (19/08/20).

Dalam training ini terdapat 7 peserta, empat dari BPRS HIK Parahyangan dan tiga dari BPRS Dinar Ashri. Muamalat Institute menghadirkan instruktur ini Associate Trainer AKP R. Hendro, ST.

Client Relationship Manager (External) Muamalat Institute Yudi Krisdianto menjelaskan diadakan Training ini Agar para bankirs mengetahui dan memahami tindak kejahatan yang terjadi pada mesin ATM. “Sehingga diharapkan dapat memitigasi sedini mungkin kejahatan yang akan terjadi,” ungkapnya saat diwawancarai melalui handphone.

Staff IT BPRS HIK Parahyangan Taufik Ismail merasa sangat senang mengikuti training ini dan Terima kasih kepada pak Hendro yang sudah memberikan banyak ilmu yang tidak tau sama sekali. “Semoga kedepannya kita dilancarkan dan dimudahkan aplikasinya untuk mendekati kesempurnaan,” ujarnya saat memberikan testimoni diakhir sesi Training online.

Taufik Ismail juga menambahkan “Semoga kita bisa mengambil bermanfaatnya, dan berharap bisa praktek langsung, ketemuan Offline, tapi nanti setelah covidnya musnah,” harapnya.

Operational BPRS Dinar Ashri KC Aikmel Faerus Ibrahim menyatakan sangat memberi masukan untuk kami menjadi lebih baik lagi setelah mengikuti training ini. “Semoga ada pelatihan Offline berikutnya lagi. Terima kasih,” ungkapnya saat memberikan testimoni melalui Flayer Training IG Muamalat Institute. (Z_A-MI)

Open chat
Assalamu alaikum warahmatullohi wabarakatuh.... ada yang bisa kami bantu ?