Muamalat Institute Dorong Peningkatan Kompetensi Bankir

kompetensi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Manajemen Risiko Bankir Indonesia Muamalat Institute (MI) konsisten memberikan dukungan untuk peningkatan kompetensi bankir perbankan syariah di Indonesia. Executive Director MI, Anton Hendrianto mengatakan bisnis perbankan tidak bisa lepas dari bagaimana melakukan pengelolaan manajemen risiko yang baik.

“Maka dari itu MI merancang program Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan yang terstruktur dan berkualitas,” katanya dalam keterangan pers, Jumat (20/11).

Menurutnya, hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kompetensi di bidang Manajemen Risiko. Ini menjadi cara menempuh standar profesi dan kode etik yang baik untuk meningkatkan kualitas manajemen risiko dan corporate governance perbankan syariah Indonesia.

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/ 19 /PBI/2009 Tanggal 4 Juni 2009 tentang Sertifikasi Manajemen Risiko Bagi Pengurus dan Pejabat Bank Umum dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 12/ 7 /PBI/2010 Tanggal 19 April 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/19/PBI/2009 tentang Sertifikasi Manajemen Risiko Bagi Pengurus dan Pejabat Bank Umum, bank wajib mengisi jabatan pengurus dan pejabat bank dengan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan keahlian di bidang Manajemen Risiko. 

Pengurus dan pejabat bank tersebut wajib memiliki sertifikat manajemen risiko yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi profesi. MI mendukung program ini dengan melakukan Pembekalan Sertifikasi Manajemen Risiko level 1 sampai dengan level 5 kepada karyawan bank, dosen, mahasiswa maupun masyarakat umum yang akan melakukan ujian sertifikasi manajemen risiko di lembaga sertifikasi yang sudah ditetapkan oleh BNSP.

Selang bulan Januari 2020 hingga saat ini, MI telah melaksanakan Pembekalan sebelum ujian sertifikasi manajemen risiko ke beberapa lembaga. Di antaranya Bank Muamalat, Bank Syariah Bukopin, BNI Syariah, BPRS HIK Cibitung, BTPN Syariah, UIN Syarif Hidayatullah, UNISNU Jepara, PT BPRS Al Salaam Amal Salman, Bank Mega Syariah, dan Kelas Publik yang dilakukan untuk umum baik bankir, akademisi dan berbagai kalangan.

Data persentase seluruh kelulusan ujian yang didapat setelah kelas pembekalan ini selama bulan Januari 2020 hingga saat ini adalah Pembekalan Sertifikasi Manajemen Risiko Level 1 yaitu 91,13 persen, Pembekalan Sertifikasi Manajemen Risiko Level 2 yaitu 93,75 persen, Pembekalan Sertifikasi Manajemen Risiko Level 3 100 persen. 

Sehingga dikalkulasikan seluruhnya sebesar 94,18 persen dari 448 peserta yang sudah mengikuti kelas pembekalan di MI yaitu 413 peserta yang kompeten. Bagi peserta yang belum kompeten dapat mengikuti kelas ulangan untuk mendalami lebih lanjut materi yang disampaikan hingga peserta tersebut lulus ujian.

“Inilah wujud dari komitmen kami dalam membangun landscape perbankan yang lebih baik di Indonesia,” kata Anton Hendrianto yang juga sebagai pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia.

Anton juga menyarankan untuk segera dapat berkonsultasi dengan konsultan dari MI agar mendapatkan solusi yang terbaik perihal ini. Menurutnya, selain kelas pembekalan, MI juga melakukan pelatihan refreshment program untuk para peserta yang telah lulus ujian sertifikasi manajemen risiko.

Tujuan dari pelatihan ini yaitu untuk memberikan penyegaran kepada bankir profesional dan peserta yang telah lulus ujian sertifikasi manajemen risiko. Juga pemeliharaan sertifikasi manajemen risiko dimana masa berlaku untuk Sertifikasi Manajemen Risiko Level 1 sampai dengan 3 selama empat tahun dan dua tahun untuk Level 4 dan 5.

Koordinator Operasi dan Pelayanan Cabang Bank syariah Bukopin, Mohammad Aulia, sangat bersyukur dan banyak manfaat yang diperoleh setelah mengikuti pelatihan tentang Manajemen Risiko yang diselenggarakan oleh MI. Menurutnya, banyak ilmu dan istilah-istilah manajemen risiko yang didapat terutama  dalam menghadapi risiko-risiko yang terjadi dalam perusahaan. 

“Materi yang diberikan sangat membantu dalam menghadapi ujian sertifikasi yang diselenggarakan oleh LSP KS,” katanya.

Sumber : https://republika.co.id/berita/qk34j5383/muamalat-institute-dorong-peningkatan-kompetensi-bankir

Bank Muamalat Berbagi Tips Bersepeda Sehat Kepada Nasabah Prioritas

Jakarta, 10Januari 2021 – Bersepeda adalah salah satu olahraga yang menjadi tren di masa pandemi. Komunitas pesepeda alias cyclistpun bermunculan. Seiring dengan tren tersebut, Bank Muamalat berkolaborasi dengan Pocari Sweat dan Muamalat Institute mengadakan webinar dengan tema “Tips Bersepeda yang Benar & Aman” pada Minggu, 10 Januari 2021.

Webinar yang diikuti oleh nasabah prioritas ini menghadirkan Andri Prawata sebagai cycling coach dan Bamandhita Rahma sebagai Sport Science Expert dari Pocari Sweat Sport Science. Andri menjelaskan mulai dari jenis sepeda, perlengkapan bersepeda, hingga cara bersepeda yang aman. Sedangkan Bamandhita menjelaskan pentingnya asupan makanan dari 90 menit sebelum bersepeda, dan tidak kalah penting cairan tubuh mulai dari sebelum, saat dan setelah bersepeda agar tubuh tidak dehidrasi.

Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K. Permana mengatakan, webinar ini merupakan bentuk apresiasi perseroan kepada para nasabah loyal, khususnya nasabah Muamalat Prioritas yang gemar berolahraga.Bank Muamalat juga menyiapkan program tabungan berhadiah sepeda sesuai pilihan nasabah.

“Kami berharap dapat merangkul komunitas sepeda melalui event seperti ini. Apalagi kami juga sering mengadakan virtual ride yang diikuti oleh karyawan dan keluarga. Mudah-mudahan semakin banyak nasabah yang berpartisipasi,” ujarnya.

Di penghujung tahun 2020 Bank Muamalat telah mengadakan kegiatan virtual ride yang diikuti oleh perwakilan Karyawan dari seluruh Indonesia dan Kuala Lumpur. Dalam kegiatan bersepeda virtual ini setiap kilometer yang dilalui oleh peserta dikonversikan menjadi rupiah untuk didonasikan.Total donasi yang terkumpul senilai Rp 50.925.698. 

Sebagai informasi, Pocari Sweat sebagai produk yang memiliki visi meningkatkan kesehatan dan memajukan dunia olahraga Indonesia membuat tim khusus yang dinamakan Pocari Sweat Sport Science. Tim ini bertujuan memberikan edukasi dan intervensi untuk membantu masyarakat agar bisa berolahraga dengan efektif. Pocari Sweat Sport Science merupakan implementasi 4 disiplin ilmu yaitu sport medicine, sport fisiologi, sport nutrisi dan sport psikologi.

Adapun Muamalat Institute merupakan anak usaha dari Bank Muamalat yang fokus bergerak dalam bidang traning, konsultasi, pengembangan bisnis dan sumber daya manusia, dengan menyediakan jasa di bidang Training, Research, Consulting, Recruitment & Publication. Selama 2 dekade lebih Muamalat Institute telah banyak mencetak sumber daya manusia berkualitas sehingga dapat berperan dalam pengembangan ekonomi syariah dan pembangunan Indonesia. (ZA_MI)

MI Dorong Warga Ciloang Kota Serang untuk Wirausaha di Masa Pandemi

Muamalat Institute (MI) turut menyosialisasikan kepada warga lingkungan Ciloang, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang, agar tetap jaga kesehatan di era pandemi. Selain itu, MI juga mendorong warga Ciloang guna berwirausaha di masa pandemi yang panjang ini ?melalui kegiatan “Jumat Berkah dan GO-WEST 300 KM” yang dilaksanakan di Gedung Auditorium Surosowan, Lingkungan Ciloang, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang, Jumat (8/01/2021).

Dihadiri oleh sekitar 15 orang dengan berbagai latar belakang dan tentunya kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti; menggunakan Hand Sanitizer, mengecek suhu tubuh, membagikan masker juga membagikan face shield.

Dalam kesempatan ini juga dihadiri oleh Direktur Executive Muamalat Institute Anton Hendrianto, Branch Manager Bank Muamalat Indonesia Serang Firmansyah Safari, Wirausaha Eko Setyari, dan Pendiri Rumah Dunia Gol A Gong.

Anton melakukan gowes sepeda sejauh 300 kilometer bersama seorang temannya Eko Setyari sambil menjelajahi Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon.

Anton menuturkan, gowes 300 kilometer merupakan simbol semangat, untuk lebih baik lagi di tahun 2021. “Seperti kita ketahui di 2020 kita semua mengalami terpuruk ya, jadi di 2021 ini semangat harus dikobarkan. Kita ingin Muamalat Institute memiliki kinerja 300 persen lebih baik dari tahun 2020,” ujar Anton, Jumat di sela-sela kegiatan.

Ia menyadari target 300 persen itu masih ngambang. “Memang kita bertanya-tanya, bisa enggak ya di 2021 naik 300 persen dari 2020? Saya pribadi belum pernah melakukan gowes sejauh 300 km, tapi saya bakar spirit supaya tetap optimis bahwa kita bisa,” terang Anton yang juga pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia.

Pendiri Rumah Dunia Gol A Gong, merasa senang dengan adanya program Jumat Berkah ini dari Muamalat Institute di Rumah Dunia. “Saya berharap Bapak dan Ibu yang hadir dis ini bisa mengambil apa yang disampaikan dan terapkan dalam kondisi pandemi seperti menjaga kesehatan tubuh dan menciptakan wirausaha di tengah pandemi yang kita alami, ” ungkap penulis ‘Balada Si Roy’ ini saat memberikan sambutan.

Selesai kegiatan sosialisasi ini, dilanjutkan dengan melakukan ‘road show’ ke Alun-alun Kota Serang dengan memberikan nasi box kepada pemulung, pengemis, ojek pengkolan, ojek online, tukang becak dan masyarakat lainnya yang merasakan dampak Covid-19. (Zaenal)

Bank Muamalat Sabet 3 Penghargaan Human Resources Excellence Awards 2020

Muamalatinstitute.com – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk meraih penghargaan bergengsi Human Resources Excellence Awards 2020. Pada ajang ini Bank Muamalat diganjar 3 tiga penghargaan sekaligus, masing-masing di bidang Employer Branding (Gold), Graduate Program Development (Silver) dan Leadership Development (Bronze).

Penghargaan ini diumumkan pada Jumat, 27 November 2020 lalu secara virtual. Bank Muamalat sendiri masuk dalam 7 kategori pada tahun 2020 . Selain 3 penghargaan di atas Bank Muamalat juga masuk dalam 4 kategori finalis yaitu Digital Transformation, Learning Development, Employee Engagement dan Talent Development.

Chief Executive Officer (CEO) Bank Muamalat Achmad K. Permana mengatakan, Human Resources Excellence Awards adalah penghargaan bergengsi yang diberikan baik kepada perusahaan yang berprestasi di bidang pengelolaan sumber daya manusia dari berbagai industri di Tanah Air.

“Kami sangat bangga bisa meraih penghargaan bergengsi ini. Artinya pengelolaan sumber daya manusia di perusahaan yang dilandasi oleh kultur Islami, Modern dan Profesional berjalan dengan baik sehingga mendapat apresiasi oleh pihak eksternal,” ujarnya.

Chief Human Capital Officer Bank Muamalat Riksa Prakoso menambahkan, prestasi yang diraih Bank Muamalat ini merupakan hasil dari kerja kolaboratif Direktorat Human Capital. Dia menegaskan bahwa perusahaan akan tetap menjaga kualitas pengelolaan SDM agar prestasi yang diraih ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan di masa depan.

“Mudah-mudahan penghargaan ini menjadi penyemangat bagi seluruah insan karyawan Bank Muamalat, untuk terus berkarya dan secara konsisten memberikan solusi keuangan Syariah yang memberikan kemaslahatan bagi masyarakat” katanya.

“Muamalat institute sebagai salah satu pilar pendukung utama Bank Muamalat Indonesia dalam mendapatkan penghargaan bergengsi selama dua tahun berturut-turut dengan total delapan kategori, kami akan terus meningkatkan dukungan kami agar terciptanya SDM yang unggul Indonesia Maju,”pungkas Executive Director MI Anton Hendrianto (ZA_MI)

Muamalat Institute adakan Jumat Berkah di Pasar Kopro.

Pandemi di Indonesia membuat masyarakat kesulitan untuk mencari nafkah. Maka Muamalat Institute kembali menggelar Program rutin setiap bulannya Jumat Berkah yang ke-4 di Pasar Kopro Jl. Manggis II No. 23A, RT.14/RW.6, Tj. Duren Utara, Kec. Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat, Jumat (4/12/20).

Kali ini Muamalat Institute langsung menggelar di pasar Kopro dan mengusung dengan tema “Indahnya Berbagi Antara Sesama”. Adapun Menu Jumat Berkah yang ke-4 ini yaitu Ayam Gebuk

Yuridin asli Pemalang menilai aksi yang diadakan oleh Muamalat Institute sangat terbantu untuk masyarakat sekitar Pasar Kopro ini. “Sangat baik untuk sedekah orang-orang yang ada di Pasar Kopro ini, dengan harapan bisa terus dilaksanakan program ini sehingga terbantu masyarakat sekitar sini,” ungkapnya bapak yang berprofesi sebagai supir Bajai.

Burhan, Pria yang berprofesi sebagai Penjual air isi ulang dengan grobak ini menjelaskan, sangat senang mendapatkan makan siang gratis. “Program hal seperti ini harusnya dilakukan oleh yang lainnya juga, sehingga orang seperti kami ini bisa terbantu masa-masa Pandemi ini,” ujarnya.

“Semoga Muamalat Institute terus sukses, dan juga insya Allah diberikan keberkahan oleh Allah SWT. Amin,” harapnya.

Ketua Pelaksana Ilham Nadhir menyatakan, Program Jumat berkah ke-4 ini berjalan dengan baik dan lancar. “Semoga dengan program ini Muamalat Institute selalu diberikan keberkahan, dan kita terus melaksanakan rutin program ini satu bulan sekali untuk para Ojek Online, Ojek Pengkolan, Juru Parkir, Supir Bajai dan Masyarakat sekitarnya,” ungkapnya pria yang menjabat sebagai Support Finance di Muamalat Institute.

“Semoga Progam Jumat Berkah selanjutnya berjalan lebih berkah dan sukses lagi dan membawa nama Muamalat Institute menjadi lembaga pelatihan terbaik di Indonesia dengan motto “Maju Lembaga Pelatihan Syariahnya Bahagia Peserta pelatihannya” Aamiin ya rabbal alamin” tambahnya.

FEBI UIN Imam Bonjol Asah Kemampuan Mahasiswa Melalui Laboratorium Mini Bangking

Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol bersama Bank Muamalat Indonesia dan Muamalat Institute telah meresmikan Laboratorium Mini Banking Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol di Jalan Balai Gadang, Koto Tangah, Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (1/12/20).

Kegiatan ini dihadiri oleh ketua senat, enam dekan, Direktur Pascasarjana, Wakil Rektor lll Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama yang mewakili Rektor, Bank Muamalat Indonesia dan juga jajaran FEBI. ‌

Wakil Rektor lll Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Ikhwan menilai, Mini Banking ini sangat bermanfaat dan sangat di tunggu-tunggu oleh UIN Imam Bonjol Padang khususnya untuk FEBI Karena sangat diperlukan agar tercapai tujuan pembelajaran bagi para mahasiswa terutama terkait prodi-prodi perbankan.

“Kita tahu bahwa salah satu kurikulum perguruan tinggi dengan industri yaitu keterampilan, setelah tamat bisa siap kerja. Kenyataannya, selama ini sering mahasiswa produk dari perguruan tinggi masih belum siap kerja, maka minim keterampilan. Maka kehadiran Mini Banking ini sangat membantu dan kami sangat mengapresiasi ini,” ungkapnya.

“Kami ingin kampus UIN Imam Bonjol Padang, khususnya FEBI, menjadi pusat pengembangan ekonomi Islam minimal di regional Sumatra ini untuk tahap awal. Tentu ke depannya lebih tinggi lagi karena sesuai visi kita yaitu menjadi kompetitif di ASEAN, tentu kita bertahap untuk mencapai itu. Manfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka, sehingga memiliki keterampilan yang mumpuni di bidangnya,” tambahnya

Sementara itu, Executive Director Muamalat Institute, Anton Hendrianto menjelaskan, Muamalat Institute terus berupaya mewujudkan Link & Match dengan mendukung konsep kampus merdeka dan merdeka belajar. Maka dengan Muamalat Institute bersama Bank Muamalat Indonesia, menurutnya, sangat mendukung pengadaan sistem perbankan di Mini Banking UIN Imam Bonjol yang merupakan langkah awal dan nyata untuk memastikan cita-cita awal tercapai.

“Kami sangat berharap setelah kerja sama Mini Banking ini akan diikuti dengan program sertifikasi dosen dan mahasiswa sebagai pendamping ijazah, program pemagangan bersertifikasi, riset dan beberapa hal positif yg dapat meningkatkan kualitas SDM syariah, demi mendukung pertumbuhan ekonomi syariah,” ucap Anton yang juga pejabat senior BMI ini.
(ZA_MI)

Muamalat Institute Support Perempuan Pesepeda

Muamalat Institute selalu mendukung kegiatan positif seperti yang dilakukan oleh Komunitas Perempuan Pesepeda (PEPESPEDA) ini yang diadakan di Royal Sentul Park, Jl. Tol Jagorawi Jl. Sentul Raya, Kadumangu, Kec. Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/11/20).

Pada kegiatan ini dihadiri oleh lima puluh komunitas sepeda seluruh Indonesia dan juga dihadiri oleh perwakilan Bank Muamalat Indonesia. Kegiatan ini juga mengangkat tema “Memberdayakan wanita dengan bersepeda”. Berbagai macam jenis kegiatan diantaranya; Gowes Bareng dengan jarak tempuh 12 KM, games, doorprize, dan masih banyak kegiatan positif lainnya.

Lisa Tuakiya selaku ketua pelaksana dalam kegiatan ini sangat senang bisa sukses “Pepespeda ini event pertama kami buat tentunya dibantu oleh panitia yang sangat kreatif. Selain memperkenalkan komunitas baru terbentuk 6 bulan ini juga sambil memperingati hari pahlawan. Kita para Pepespeda menunjukan semangat kita dalam kondisi Pandemi untuk meningkatkan imun kita agar lebih baik , jangan sampe imun kita buruk karena tidak ada aktifitas,” ungkapnya perempuan asli Ambon.

Dengan bersepeda paling aman, kita bisa jaga protokoler kesehatan. kita juga rutin membuat gowes bareng (Gobar) setiap minggunya dan terus bertambah member Pepespeda ini, “Sehingga kita terus membuat kegiatan perkumpulan positif selanjutnya seperti halnya nanti di bulan Desember memperingati hari Ibu,” tambahnya.

Berharap temen-temen semakin sehat, semakin kreatif dan tentunya kita terus menjalin erat tali persaudaraan ini. Karena hanya dengan membuat teaser Vidio kegiatan Gobar yang dibuat oleh tim kreatif di Pepespeda bisa menghadirkan 50 komunitas Sepeda di Indonesia.

Melvira salahsatu peserta dari Komunitas Jakarta Brompton, merasa Seneng banget ada perkumpulan seperti ini saling menyemangati sesama perempuan, nambah pertemanan, tubuh kita juga sehat dengan hadir di kegiatan ini. “Diharapkan lebih sering-sering hadir event yang positif ini,” ungkapnya perempuan asli Bandung yang sering disapa Ibu Lurah.

Executive Director Muamalat Institute Anton Hendrianto mengatakan, Pada saat situasi pandemi seperti ini, kita harus terus beradaptasi dengan kondisi yang ada dan ini merupakan pembelajaran tanpa henti yang harus kita lakukan agar dapat meningkatkan imunitas tubuh.

“Muamalat Institute akan terus mendukung proses pembelajaran dan adaptasi kegiatan seperti ini, karena bersepada itu sangat erat dengan filosofi pembelajaran tanpa henti, kita tidak boleh berhenti mengayuh agar kita tetap stabil dan mencapai tujuan. Begitu juga system pembalajaran tidak boleh berhenti dalam kondisi apapun, itulah kenapa MI mendukung event ini,” ujarnya saat diwawancarai.

Apalagi ini dilakukan kaum perempuan yg mendorong kegiatan positif bagi komunitas luas, ini juga kami mendukung emansipasi, imbuh Anton yang juga pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia. (ZA_MI)

Muamalat Institute terus Dorong upaya peningkatan kompetensi Manajemen Resiko Bankir Indonesia

Muamalat Institute (MI) terus konsisten dalam memberikan dukungan untuk perbankan syariah di Indonesia, khususnya dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusianya. Seperti yang diketahui bersama, bisnis perbankan tidak lepas dari bagaimana melakukan pengelolaan manajemen risiko yang baik. Maka dari itu, MI merancang program Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan yang terstruktur dan berkualitas.

Menurut Executive Director MI, Anton Hendrianto, hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mencetak sumber daya manusia yang qualified dan memiliki kompetensi di bidang Manajemen Risiko. “Ini kita tempuh sebagai cara menempuh standar profesi dan kode etik yang baik untuk meningkatkan kualitas manajemen risiko dan corporate governance perbankan syariah Indonesia,’’ tuturnya, Jumat (20/11/20).

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/ 19 /PBI/2009 Tanggal 4 Juni 2009 tentang Sertifikasi Manajemen Risiko Bagi Pengurus dan Pejabat Bank Umum dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 12/ 7 /PBI/2010 Tanggal 19 April 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/19/PBI/2009 tentang Sertifikasi Manajemen Risiko Bagi Pengurus dan Pejabat Bank Umum, bank wajib mengisi jabatan pengurus dan pejabat bank dengan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan keahlian di bidang Manajemen Risiko. Pengurus dan pejabat bank tersebut wajib memiliki sertifikat manajemen risiko yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi profesi. MI mendukung program ini dengan melakukan Pembekalan Sertifikasi Manajemen Risiko level 1 sampai dengan level 5 kepada karyawan bank, dosen, mahasiswa maupun masyarakat umum yang akan melakukan ujian sertifikasi manajemen risiko di lembaga sertifikasi yang sudah ditetapkan oleh BNSP.

Selang bulan Januari 2020 hingga saat ini, MI telah melaksanakan Pembekalan sebelum ujian sertifikasi manajemen risiko ke beberapa lembaga. Di antaranya Bank Muamalat, Bank Syariah Bukopin, BNI Syariah, BPRS HIK Cibitung, BTPN Syariah, UIN Syarif Hidayatullah, UNISNU Jepara, PT. BPRS Al Salaam Amal Salman, Bank Mega Syraiah, dan Kelas Publik yang dilakukan untuk umum baik bankir, akademisi dan berbagai kalangan.

Data persentase seluruh kelulusan ujian yang didapat setelah kelas pembekalan ini selama bulan Januari 2020 hingga saat ini adalah Pembekalan Sertifikasi Manajemen Risiko Level 1 yaitu 91.13%, Pembekalan Sertifikasi Manajemen Risiko Level 2 yaitu 93.75%, Pembekalan Sertifikasi Manajemen Risiko Level 3 100.00%. Sehingga dikalkulasikan seluruhnya sebesar 94,18% dari 448 peserta yang sudah mengikuti kelas pembekalan di MI yaitu 413 peserta yang kompeten. Bagi peserta yang belum kompeten dapat mengikuti kelas ulangan untuk mendalami lebih lanjut materi yang disampaikan hingga peserta tersebut lulus ujian. “Inilah wujud dari komitmen kami dalam membangun landscape perbankan yang lebih baik di Indonesia,” kata Anton Hendrianto yang juga sebagai pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia.

Anton juga menyarankan untuk segera dapat berkonsultasi dengan konsultan dari MI agar mendapatkan solusi yang terbaik perihal ini. Menurutnya, selain kelas pembekalan, MI juga melakukan pelatihan refreshment program untuk para peserta yang telah lulus ujian sertifikasi manajemen risiko. Tujuan dari pelatihan ini yaitu untuk memberikan penyegaran kepada bankir profesional dan peserta yang telah lulus ujian sertifikasi manajemen risiko dan juga pemeliharaan sertifikasi manajemen risiko dimana masa berlaku untuk Sertifkasi Manajemen Risiko Level 1 sampai dengan 3 selama empat tahun dan dua tahun untuk Level 4 dan 5.

FKoordinator Operasi dan Pelayanan Cabang Bank syariah Bukopin, Mohammad Aulia, sangat beryukur dan banyak manfaat yang diperoleh setelah mengikuti pelatihan tentang Manajemen Resiko yang diselenggarakan oleh MI. “Banyak ilmu dan istilah-istilah manajemen risiko yang didapat terutama dalam menghadapi risiko-resiko yang terjadi dalam perusahaan. Dan juga materi yang diberikan sangat membantu dalam menghadapi ujian sertifikasi yang diselenggarakan oleh LSP KS,” ujarnya..

Muamalat Institute Tiada Henti fasilitasi para Generasi Muda Indonesia

Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang bertepatan pada 28 Oktober, Muamalat Institute yang merupakan salah satu lini usaha anak perusahaan dari PT. Bank Muamalat Indonesia tiada henti memfasilitasi para pemuda Indonesia guna mewujudkan generasi emas sumber daya manusia di bidang ekonomi syariah atau halal industry. Hal itu ditandai dengan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Muamalat Institute dan Lembaga Sertifikasi Profesi, Ekonomi, Keuangan dan Bisnis Islam (LSP EKBISI) melalui Webinar-Zoom, Selasa (27/10/20).

Dalam Kegiatan MoU ini, dihadiri oleh Ketua Pengembangan SDM Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Prof Nurul Huda, juga turut hadir pejabat tinggi Muamalat Institute dan LSP EKBISI.

Executive Director Anton Hendrianto menyampaikan dalam sambutannya Muamalat Institute terus bertransformasi menjadi Lembaga konsultan yang dapat memberikan solusi yang terbaik untuk klien dan tentu saja generasi muda Indonesia demi mewujudkan generasi emas sumber daya manusia di bidang ekonomi syariah atau halal industry. “Maka dari itu ‘synergy’ adalah menjadi salah satu kata kunci untuk dapat mewujudkan impian tersebut, maka Muamalat Institute dan LSP EKBISI menjalin kerja sama dibidang sertifikasi kompetensi perbankan syariah demi mencetak tenaga ahli syariah yang dapat membangun kejayaan ekonomi syariah di Indonesia,” pungkas Anton Hendrianto, yang juga merupakan Pejabat Senior di Bank Muamalat Indonesia.

Anton menambahkan, Muamalat Institute yang berafiliasi dengan Bank Muamalat Indonesia yang merupakan bank pertama murni syariah di Indonesia dan LSP EKBISI yang berinduk pada IAEI akan saling melengkapi.

Memperkuat dan bersinergi agar terciptanya cita-cita luhur dan tulus kami berdua yakni memajukan ekonomi syariah/halal melalui sumber daya manusia, disisi yang lain ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah yakni SDM Unggul Indonesia Maju melalaui aliansi strategis ini. Executive Director LSP EKBISI Donny Iskandar merasa bahagia dengan adanya MOU LSP Eksbisi ini dengan Muamalat Institute yang memang brandnya sudah kuat di kalangan masyarakat untuk bersama-sama berpartisipasi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia baik secara literasi mau pun secara kompetensi.

“Semoga ini awal mula yang baik untuk bisa bersinergi menciptakan tujuan yang sama, ” ujarnya saat sambutan. (ZA_MI)

Jaga Kekompakan Karyawan di Masa Pandemi, Bank Muamalat Gelar Virtual Ride

Jakarta- Sebanyak 420 karyawan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia dan Kuala Lumpur mengikuti Program Virtual Ride “We Ride, You Donate”  yang diselenggarakan oleh People Development & Culture dan Muamalat Bicycle Club Bank Muamalat.

Adapun Pelaksanaan Virtual Ride, hasil kolaborasi Muamalat Bicycle Club seluruh cabang pada final pencapaian jarak tempuh program Virtual Ride, Minggu 04 Oktober 2020 sejauh 18.709 km (melebihi hampir 4 kali target awal 5.000 km).

Bersepeda kini digemari masyarakat di tengah pandemic Covid 19 sebagai sarana olahraga sekaligus aktivitas harian. Dalam melakukan kegiatan bersepeda ini tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, menggunakan masker, membawa handsanitizer dan untuk keselamatan pesepeda menggunakan helm.

Baca juga: Muamalat Institute sukses menyelenggarakan Program Jumat Berkah yang ke-2.

Bersepeda merupakan bentuk latihan tubuh, bagi yang hobi bersepeda akan memiliki kebugaran tubuh yang baik terutama bagi jantung dan paru-paru. Selain itu bersepeda juga dapat mencegah berbagai penyakit, obesitas dan menjaga imunitas.

CEO Bank Muamalat, Achmad K. Permana mengatakan, penyelenggaraan Virtual Ride merupakan wadah untuk Karyawan Bank Muamalat agar menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga imunitas tubuh dengan cara bersepeda.

“Selain bersepeda, virtual ride ini juga merupakan kegiatan menghimpun donasi dari karyawan yang akan digunakan untuk biaya operasional masjid Al-Muamalah yang salah satunya adalah untuk kafalah pengisi Kajian Muamalat. Kajian Muamalat ini dapat disaksikan oleh Keluarga Besar Bank Muamalat, Alumni, Karyawan dan Nasabah Bank Muamalat dengan daring. Masyarakat luas juga dapat menyaksikan Kajian Muamalat melalui channel Youtube Kajian Muamalat,’’ ungkapnya.

Sementara itu Chief Human Capital Officer, Riksa Prakoso menjelaskan Virtual Ride meningkatkan kebersamaan antar karyawan karena melibatkan 34 Provinsi di Indonesia dan Kuala Lumpur sekaligus meningkatkan employee engagement. ‘’Dengan bersepeda, dapat meningkatkan imunitas karyawan agar senantiasa sehat dan dapat tetap beraktivitas pada masa New Normal dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam mencegah Covid-19,’’ ujarnya (ZA_MI)

Open chat
Assalamu alaikum warahmatullohi wabarakatuh.... ada yang bisa kami bantu ?