Muamalat Institute Support Perempuan Pesepeda

Muamalat Institute selalu mendukung kegiatan positif seperti yang dilakukan oleh Komunitas Perempuan Pesepeda (PEPESPEDA) ini yang diadakan di Royal Sentul Park, Jl. Tol Jagorawi Jl. Sentul Raya, Kadumangu, Kec. Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/11/20).

Pada kegiatan ini dihadiri oleh lima puluh komunitas sepeda seluruh Indonesia dan juga dihadiri oleh perwakilan Bank Muamalat Indonesia. Kegiatan ini juga mengangkat tema “Memberdayakan wanita dengan bersepeda”. Berbagai macam jenis kegiatan diantaranya; Gowes Bareng dengan jarak tempuh 12 KM, games, doorprize, dan masih banyak kegiatan positif lainnya.

Lisa Tuakiya selaku ketua pelaksana dalam kegiatan ini sangat senang bisa sukses “Pepespeda ini event pertama kami buat tentunya dibantu oleh panitia yang sangat kreatif. Selain memperkenalkan komunitas baru terbentuk 6 bulan ini juga sambil memperingati hari pahlawan. Kita para Pepespeda menunjukan semangat kita dalam kondisi Pandemi untuk meningkatkan imun kita agar lebih baik , jangan sampe imun kita buruk karena tidak ada aktifitas,” ungkapnya perempuan asli Ambon.

Dengan bersepeda paling aman, kita bisa jaga protokoler kesehatan. kita juga rutin membuat gowes bareng (Gobar) setiap minggunya dan terus bertambah member Pepespeda ini, “Sehingga kita terus membuat kegiatan perkumpulan positif selanjutnya seperti halnya nanti di bulan Desember memperingati hari Ibu,” tambahnya.

Berharap temen-temen semakin sehat, semakin kreatif dan tentunya kita terus menjalin erat tali persaudaraan ini. Karena hanya dengan membuat teaser Vidio kegiatan Gobar yang dibuat oleh tim kreatif di Pepespeda bisa menghadirkan 50 komunitas Sepeda di Indonesia.

Melvira salahsatu peserta dari Komunitas Jakarta Brompton, merasa Seneng banget ada perkumpulan seperti ini saling menyemangati sesama perempuan, nambah pertemanan, tubuh kita juga sehat dengan hadir di kegiatan ini. “Diharapkan lebih sering-sering hadir event yang positif ini,” ungkapnya perempuan asli Bandung yang sering disapa Ibu Lurah.

Executive Director Muamalat Institute Anton Hendrianto mengatakan, Pada saat situasi pandemi seperti ini, kita harus terus beradaptasi dengan kondisi yang ada dan ini merupakan pembelajaran tanpa henti yang harus kita lakukan agar dapat meningkatkan imunitas tubuh.

“Muamalat Institute akan terus mendukung proses pembelajaran dan adaptasi kegiatan seperti ini, karena bersepada itu sangat erat dengan filosofi pembelajaran tanpa henti, kita tidak boleh berhenti mengayuh agar kita tetap stabil dan mencapai tujuan. Begitu juga system pembalajaran tidak boleh berhenti dalam kondisi apapun, itulah kenapa MI mendukung event ini,” ujarnya saat diwawancarai.

Apalagi ini dilakukan kaum perempuan yg mendorong kegiatan positif bagi komunitas luas, ini juga kami mendukung emansipasi, imbuh Anton yang juga pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia. (ZA_MI)

Muamalat Institute terus Dorong upaya peningkatan kompetensi Manajemen Resiko Bankir Indonesia

Muamalat Institute (MI) terus konsisten dalam memberikan dukungan untuk perbankan syariah di Indonesia, khususnya dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusianya. Seperti yang diketahui bersama, bisnis perbankan tidak lepas dari bagaimana melakukan pengelolaan manajemen risiko yang baik. Maka dari itu, MI merancang program Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan yang terstruktur dan berkualitas.

Menurut Executive Director MI, Anton Hendrianto, hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mencetak sumber daya manusia yang qualified dan memiliki kompetensi di bidang Manajemen Risiko. “Ini kita tempuh sebagai cara menempuh standar profesi dan kode etik yang baik untuk meningkatkan kualitas manajemen risiko dan corporate governance perbankan syariah Indonesia,’’ tuturnya, Jumat (20/11/20).

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/ 19 /PBI/2009 Tanggal 4 Juni 2009 tentang Sertifikasi Manajemen Risiko Bagi Pengurus dan Pejabat Bank Umum dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 12/ 7 /PBI/2010 Tanggal 19 April 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/19/PBI/2009 tentang Sertifikasi Manajemen Risiko Bagi Pengurus dan Pejabat Bank Umum, bank wajib mengisi jabatan pengurus dan pejabat bank dengan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan keahlian di bidang Manajemen Risiko. Pengurus dan pejabat bank tersebut wajib memiliki sertifikat manajemen risiko yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi profesi. MI mendukung program ini dengan melakukan Pembekalan Sertifikasi Manajemen Risiko level 1 sampai dengan level 5 kepada karyawan bank, dosen, mahasiswa maupun masyarakat umum yang akan melakukan ujian sertifikasi manajemen risiko di lembaga sertifikasi yang sudah ditetapkan oleh BNSP.

Selang bulan Januari 2020 hingga saat ini, MI telah melaksanakan Pembekalan sebelum ujian sertifikasi manajemen risiko ke beberapa lembaga. Di antaranya Bank Muamalat, Bank Syariah Bukopin, BNI Syariah, BPRS HIK Cibitung, BTPN Syariah, UIN Syarif Hidayatullah, UNISNU Jepara, PT. BPRS Al Salaam Amal Salman, Bank Mega Syraiah, dan Kelas Publik yang dilakukan untuk umum baik bankir, akademisi dan berbagai kalangan.

Data persentase seluruh kelulusan ujian yang didapat setelah kelas pembekalan ini selama bulan Januari 2020 hingga saat ini adalah Pembekalan Sertifikasi Manajemen Risiko Level 1 yaitu 91.13%, Pembekalan Sertifikasi Manajemen Risiko Level 2 yaitu 93.75%, Pembekalan Sertifikasi Manajemen Risiko Level 3 100.00%. Sehingga dikalkulasikan seluruhnya sebesar 94,18% dari 448 peserta yang sudah mengikuti kelas pembekalan di MI yaitu 413 peserta yang kompeten. Bagi peserta yang belum kompeten dapat mengikuti kelas ulangan untuk mendalami lebih lanjut materi yang disampaikan hingga peserta tersebut lulus ujian. “Inilah wujud dari komitmen kami dalam membangun landscape perbankan yang lebih baik di Indonesia,” kata Anton Hendrianto yang juga sebagai pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia.

Anton juga menyarankan untuk segera dapat berkonsultasi dengan konsultan dari MI agar mendapatkan solusi yang terbaik perihal ini. Menurutnya, selain kelas pembekalan, MI juga melakukan pelatihan refreshment program untuk para peserta yang telah lulus ujian sertifikasi manajemen risiko. Tujuan dari pelatihan ini yaitu untuk memberikan penyegaran kepada bankir profesional dan peserta yang telah lulus ujian sertifikasi manajemen risiko dan juga pemeliharaan sertifikasi manajemen risiko dimana masa berlaku untuk Sertifkasi Manajemen Risiko Level 1 sampai dengan 3 selama empat tahun dan dua tahun untuk Level 4 dan 5.

FKoordinator Operasi dan Pelayanan Cabang Bank syariah Bukopin, Mohammad Aulia, sangat beryukur dan banyak manfaat yang diperoleh setelah mengikuti pelatihan tentang Manajemen Resiko yang diselenggarakan oleh MI. “Banyak ilmu dan istilah-istilah manajemen risiko yang didapat terutama dalam menghadapi risiko-resiko yang terjadi dalam perusahaan. Dan juga materi yang diberikan sangat membantu dalam menghadapi ujian sertifikasi yang diselenggarakan oleh LSP KS,” ujarnya..

Muamalat Institute Tiada Henti fasilitasi para Generasi Muda Indonesia

Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang bertepatan pada 28 Oktober, Muamalat Institute yang merupakan salah satu lini usaha anak perusahaan dari PT. Bank Muamalat Indonesia tiada henti memfasilitasi para pemuda Indonesia guna mewujudkan generasi emas sumber daya manusia di bidang ekonomi syariah atau halal industry. Hal itu ditandai dengan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Muamalat Institute dan Lembaga Sertifikasi Profesi, Ekonomi, Keuangan dan Bisnis Islam (LSP EKBISI) melalui Webinar-Zoom, Selasa (27/10/20).

Dalam Kegiatan MoU ini, dihadiri oleh Ketua Pengembangan SDM Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Prof Nurul Huda, juga turut hadir pejabat tinggi Muamalat Institute dan LSP EKBISI.

Executive Director Anton Hendrianto menyampaikan dalam sambutannya Muamalat Institute terus bertransformasi menjadi Lembaga konsultan yang dapat memberikan solusi yang terbaik untuk klien dan tentu saja generasi muda Indonesia demi mewujudkan generasi emas sumber daya manusia di bidang ekonomi syariah atau halal industry. “Maka dari itu ‘synergy’ adalah menjadi salah satu kata kunci untuk dapat mewujudkan impian tersebut, maka Muamalat Institute dan LSP EKBISI menjalin kerja sama dibidang sertifikasi kompetensi perbankan syariah demi mencetak tenaga ahli syariah yang dapat membangun kejayaan ekonomi syariah di Indonesia,” pungkas Anton Hendrianto, yang juga merupakan Pejabat Senior di Bank Muamalat Indonesia.

Anton menambahkan, Muamalat Institute yang berafiliasi dengan Bank Muamalat Indonesia yang merupakan bank pertama murni syariah di Indonesia dan LSP EKBISI yang berinduk pada IAEI akan saling melengkapi.

Memperkuat dan bersinergi agar terciptanya cita-cita luhur dan tulus kami berdua yakni memajukan ekonomi syariah/halal melalui sumber daya manusia, disisi yang lain ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah yakni SDM Unggul Indonesia Maju melalaui aliansi strategis ini. Executive Director LSP EKBISI Donny Iskandar merasa bahagia dengan adanya MOU LSP Eksbisi ini dengan Muamalat Institute yang memang brandnya sudah kuat di kalangan masyarakat untuk bersama-sama berpartisipasi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia baik secara literasi mau pun secara kompetensi.

“Semoga ini awal mula yang baik untuk bisa bersinergi menciptakan tujuan yang sama, ” ujarnya saat sambutan. (ZA_MI)

Jaga Kekompakan Karyawan di Masa Pandemi, Bank Muamalat Gelar Virtual Ride

Jakarta- Sebanyak 420 karyawan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia dan Kuala Lumpur mengikuti Program Virtual Ride “We Ride, You Donate”  yang diselenggarakan oleh People Development & Culture dan Muamalat Bicycle Club Bank Muamalat.

Adapun Pelaksanaan Virtual Ride, hasil kolaborasi Muamalat Bicycle Club seluruh cabang pada final pencapaian jarak tempuh program Virtual Ride, Minggu 04 Oktober 2020 sejauh 18.709 km (melebihi hampir 4 kali target awal 5.000 km).

Bersepeda kini digemari masyarakat di tengah pandemic Covid 19 sebagai sarana olahraga sekaligus aktivitas harian. Dalam melakukan kegiatan bersepeda ini tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, menggunakan masker, membawa handsanitizer dan untuk keselamatan pesepeda menggunakan helm.

Baca juga: Muamalat Institute sukses menyelenggarakan Program Jumat Berkah yang ke-2.

Bersepeda merupakan bentuk latihan tubuh, bagi yang hobi bersepeda akan memiliki kebugaran tubuh yang baik terutama bagi jantung dan paru-paru. Selain itu bersepeda juga dapat mencegah berbagai penyakit, obesitas dan menjaga imunitas.

CEO Bank Muamalat, Achmad K. Permana mengatakan, penyelenggaraan Virtual Ride merupakan wadah untuk Karyawan Bank Muamalat agar menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga imunitas tubuh dengan cara bersepeda.

“Selain bersepeda, virtual ride ini juga merupakan kegiatan menghimpun donasi dari karyawan yang akan digunakan untuk biaya operasional masjid Al-Muamalah yang salah satunya adalah untuk kafalah pengisi Kajian Muamalat. Kajian Muamalat ini dapat disaksikan oleh Keluarga Besar Bank Muamalat, Alumni, Karyawan dan Nasabah Bank Muamalat dengan daring. Masyarakat luas juga dapat menyaksikan Kajian Muamalat melalui channel Youtube Kajian Muamalat,’’ ungkapnya.

Sementara itu Chief Human Capital Officer, Riksa Prakoso menjelaskan Virtual Ride meningkatkan kebersamaan antar karyawan karena melibatkan 34 Provinsi di Indonesia dan Kuala Lumpur sekaligus meningkatkan employee engagement. ‘’Dengan bersepeda, dapat meningkatkan imunitas karyawan agar senantiasa sehat dan dapat tetap beraktivitas pada masa New Normal dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam mencegah Covid-19,’’ ujarnya (ZA_MI)

Muamalat Institute sukses menyelenggarakan Program Jumat Berkah yang ke-2.

Mi.com_ Muamalat Institute menyelenggarakan program rutin yaitu Jumat Berkah, program Jum’at berkah yang ke-2 ini Muamalat Institute membagikan berupa Ayam dan nasi kepada Ojek Online, Juru Parkir, dan masyarakat sekitarnya, Jumat (02/10/20).

Adapun tema yang diangkat dalam Program Jumat Berkah yang ke-2 ini “Berbagi itu Indah”.

Driver Ojek Online, Titin supihartini (32) menanggapi Program Jumat Berkah ini sangat baik untuk masyarakat, “semoga Muamalat Institute semakin berkah, dan selalu diberikan kelancaran dalam mendapatkan rezekinya. Orderannya masih sepi, tapi yah kita syukuri aja lah,” ungkapnya perempuan asli Jakarta.

Juru parkir, Herman (40) menanggapi hal ini sangat terbantu, musim begini parkir kan sepi, parah banget. Pendapatan, setengah pun nggak ada. Jangan berpikir parkir untuk sendiri, kita dibagi dua dan setiap bulannya kita harus setor. “Mangkanya dengan adanya program Jumat berkah ini sangat terbantu kaya kita kita ini, semoga bisa rutin program Jumat berkah ini” ungkapnya pria yang selalu memakai topi.

Ketua Pelaksana Ilham Nadhir menyatakan, Program Jumat berkah ke-dua ini berjalan dengan baik dan lancar. “Semoga dengan program ini Muamalat Institute selalu diberikan keberkahan, dan kita terus melaksanakan rutin program ini satu bulan sekali untuk para Ojek Online, Ojek Pengkolan, Juru Parkir, dan Masyarakat sekitarnya,” ungkapnya pria yang menjabat sebagai Support Finance di Muamalat Institute.

“Semoga Progam Jumat Berkah selanjutnya berjalan lebih berkah dan sukses lagi dan membawa nama Muamalat Institute menjadi lembaga pelatihan terbaik di Indonesia dengan motto “Maju Lembaga Pelatihan Syariahnya Bahagia Peserta pelatihannya” Aamiin ya rabbal alamin” tambahnya. (ZA_MI)

Muamalat Institute terus support terhadap pengembangan SDM Bank Jateng Syariah

MI.com, Jakarta-Sekitar 30 karyawan Bank Jateng Syariah mengikut Kegiatan Online Class Pemahaman Dasar Perbankan Syariah (PDPS) bekerjasama dengan Muamalat Institute, Selasa-Rabu, (22-23/09/20) melalui Zoom Cloud Meeting.

Kegiatan yang berjalan selama 2 Hari ini merupakan pelatihan yang dirancang untuk karyawan Bank Jateng Syariah agar dapat memiliki pemahaman mendasar tentang perbankan syariah mulai dari konsep dasar ekonomi Islam, kaidah fiqh muamalah, regulasi dan operasional perbankan syariah, akad-akad yang ada di bank syariah sampai dengan pengaplikasiannya dalam bisnis.

Adapun rangkaian kegiatan ini terdiri dari pre-test PDPS, pembukaan oleh Muhammad Ilsyar Ridwan selaku Host Muamalat Institute, penyampaian materi yang diawali oleh Kepala Divisi Syariah Bank Jateng Slamet Sulistiono dan dilanjutkan oleh associate trainer Muamalat Institute Dece Kurniadi, diskusi dan tanya jawab, testimoni peserta, foto bersama, Mengerjakan post-test dan evaluasi training, kemudian diakhiri dengan penutupan oleh Host Muamalat Institute.

Materi yang disajikan dalam training ini antara lain; Konsep dasar ekonomi Islam, Kaidag Fiqh Muamalah, Overview perbankan syariah yang terdiri dari regulasi dan operasional bank syariah, Produk penghimpunan dana bank syariah, Produk penyaluran dana bank syariah, Produk Jasa Bank Syariah, Teknik penghitungan bagi hasil bank syariah, Teknik perhitungan & simulasi.

Client Relationship Manager (External) Yudi Krisdianto menyatakan akan terus membantu semua kebutuhan Training Bank Jateng Syariah, “kami sampaikan terimakasih banyak kepada Bank Jateng atas kerjasama pelatihan PDPS ini. Muamalat Institute akan terus support terhadap pengembangan SDM Bank Jateng dalam memahami perbankan syariah” ungkapnya saat diwawancarai melalui WhatsApp.

Pelaksana CSR, Helmi Fajar Nurmeinah
Pelatihan PDPS yang diadakan oleh Muamalat Institute dan Diklat Bank Jateng Syariah sangat Memberikan pengetahuan, wawasan serta pemahaman yang lebih mengenai perbankan syariah.

“Penyampaian materi sangat jelas dan mudah dipahami. Materi yang disampaikan rinci dan detail. Memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai perbankan syariah. Semoga pelaksanaan training PDPS dapat dilanjutkan lagi, terutama bagi karyawan-karyawati baru di bank syariah” ujarnya saat memberikan testimoni.

Pelaksana Legal & Administrasi Pembiayaan Faisal Habibie Ranhar Saputra menyatakan training PDPS ini Bisa menambah wawasan kami mengenai perbankan syariah. “Materi yang disampaikan fasilitator menarik dan sangat bagus. Bisa menambah wawasan kami terkait perbankan syariah baik produk, akad dan pembiayaan. Semoga bisa lebih banyak yang dibahas lagi terhadap istilah syariah” harapnya. (ZA_MI)

Ilham Nadhir lolos seleksi di IAI se-Indonesia.

Ilham Nadhir, salah satu karyawan Muamalat Institute yang memiliki kebutuhan khusus, lolos dalam mengikuti ajang perlombaan yang diadakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk mahasiswa seluruh perguruan tinggi se-Indonesia dalam rangka “IAI National Seminar dan Competition 4.0” melalui online, Sabtu (26/09/20).

Ilham Nadhir (24) sangat bersyukur karena bisa tembus 35 besar Olimpiade Akuntansi INSECT 4.0 tingkat perguruan tinggi karena berkat usaha, kerja keras, dan dukungan mulai dari orang tua, keluarga, rekan kampus, rekan kantor, dan rekan organisasi Komunitas Jago Akuntansi (KJAI).

“Semoga Melalui Olimpiade ini membawa berkah untuk menjadi Akuntan Syariah Profesional tahun 2030 mendatang. Amin, ” ungkapnya pria Lulusan Politeknik LP3I Depok saat diwawancarai melalui via WhatsApp.

Head of Finance HCGA and Operational, Nur Atikah, mewakili dari management Muamalat Institute dan segenap staff karyawan mengucapkan, “Selamat dan Sukses” untuk Ilham Nadhir atas lolosnya dari tes Preliminary Olimpiade Akuntansi Online Nasional Tingkat Perguruan Tinggi, lolos untuk ketahap selanjutnya.

Menurut Nur, Ilham Nadhir memiliki kepribadian yang unik, pekerja keras dan humoris. Ilham menjadi bagian dari Muamalat Institute sebagai Support Finance Apprentice pada bulan Desember 2019 lalu. Teman- teman Muamalat Institute sangat terbantu dan senang sekali dengan gabungnya beliau di Muamalat Institute.

Menurutnya, tidak mudah untuk seorang Ilham yang ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) untuk bersosialisasi. Tetapi orang lain melihat sosok Ilham ini luar biasa dari sosialisasi kepada lingkungan kerja, konsisten terhadap pekerjaan, tanggung jawab terhadap pekerjaan dan terus belajar hal-hal baru, dia memang suka banget sama Akuntansi dan jago juga kalo utk menghitung, sangat berhati2 dan teliti sekali.

“Ayo, teman-teman dari Muamalat Institute dan di luar sana kita dukung dan support Ilham Nadhir perwakilan dari Universitas Muhamadiyah Jakarta untuk lolos ketahap selanjutnya dalam Olimpiade Akuntansi Online Nasional Tingkat Perguruan Tinggi, ” ungkapnya. (ZA_MI)

MI Meluncurkan Program Jumat Berkah

MI.com – Muamalat Institut meluncurkan progran Jumat Berkah dengan membagikan mie ayam gratis kepada warga di depan kantor Muamalat Institute Jalan Tanjung Duren Raya Raya, Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, (11/09). Hal ini dilakukan dalam rangka mengawali program Muamalat Institute ‘Jumat Berkah’.

Salah satu penjual Mie Ayam Juliati mengaku sangat bersyukur dan sangat terbantu atas program Jumat Berkah MI ini. Pedagang yang sudah belasan tahun berjualan ini kaget saat tiba-tiba diminta oleh pihak MI untuk memindahkan grobak ke kantor Muamalat Institute dan membagikan Mie Ayam untuk para masyarakat sekitar. ”Bagi pelaku UMKM seperti saya, program MI ini sangat membantu,” ungkap Juliati.

Salah satu driver Ojek Online (Ojol) Mawardi menilai, program ini sangat bagus dengan adanya bantuan ini menolong driver ojol untuk makan siang gratis. ”Karena, orderan ojol lagi anyep, jadi.bersyukur banget dapet makan gratis,” ujarnya.

Executive Director Muamalat Institute Anton Hendrianto menjelaskan, sebagai lembaga konsultan, MI pada saat ini sangat beperan penting dalam membantu klien-klien dalam meningkatkan produktifitas di masa yang sangat menantang, karena banyak yang terdampak sangat dalam dengan kondisi ini, “Maka dari itu Muamalat Institute meluncurkan suatu program filantropi yang akan dilakukan setiap bulannya dengan memberdayakan sektor UKM dan memberikan bantuan langsung kepada yang terdampak covid-19” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Head of People Development & Culture Bank Muamalat Indonesia.

Disisi yang lain, Anton juga berujar, pihaknya berusaha harus memperhatikan dan sensitif pada kondisi sekitar. Menurutnya, ‘Jumat Berkah’ ini dapat membantu dan memberikan keberkahan untuk banyak pihak.(ZA_MI)

Bank Muamalat meluncurkan program M-Shop-MuamalahPlace untuk memperkuat silaturahmi dengan para alumninya.

Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia (BMI) Achmad Kusna Permana mengatakan, “alumni adalah asset, terlebih mereka telah banyak berkontribusi untuk Bank ini, bahkan hingga saat ini mereka masih tetap berkontribusi sebagai ambasador bagi Bank Muamalat”. Sebagai bentuk rasa syukur BMI berusaha untuk tetap menjaga silaturahmi dengan para alumninya dengan memberikan program – program yang melibatkan para alumni dan keluarga karyawan,” ujarnya dalam peryataannya, kamis (13/8/2020)

Tidak hanya itu, dengan diluncurkannya program M-Shop sebagai Muamalahplace yang ditujukan guna membantu para alumni dan keluarga karyawan dalam mempromosikan produk – produk atau usaha mereka kepada karyawan aktif BMI maka silaturahmi yang sudah terjalin akan menjadi semakin kuat. M-Shop sendiri diharapakan dapat ikut membantu perkembangan usaha para alumni dan keluarga karyawan.

“M-shop adalah bukti nyata bahwa BMI adalah institusi yang berbeda dari kebanyakan institusi yang ada saat ini, Intitusi yang tetap menjaga silaturahmi dan peduli kepada para alumni dan keluarga karyawandemi terciptanya sinergitas yang baik”.

Paralel dengan diluncurkannya program M-Shop Riksa Praksoso selaku Chief Human Capital secara perdana juga membuka program Learning Club. “Pelatihan adalah salah satu hal penting yang kami fokuskan bagi rekan – rekan alumni, Bank Muamalat melalui program Learning Club akan memberikan kesempatan kepada para alumni untuk mendapatkan pelatihan yang insya Allah dapat menunjang kegiatan mereka pasca pension dan tidak ini saja namum berbagai kegiatan positif lainnya seperti pengajian bulanan dan tahajud berjamaah”.

Pada pelaksanaan perdana Learning Club BMI yang didukung penuh oleh Muamalat Institute (MI) dalam memberikan beberapa ragam pelatihan dan pengembangan kepada Industry keuangan dan non-keuangan. “Program Financial Planner ini harapannya dapat membantu peserta dalam membuat keputusan yang bijak dalam mengelola keuangan bersama keluargapada masa kenormalan baru’” pungkas Anton Hendrianto sebagai Executive Director MI dan Head of People Development & Culture BMI.

FEB UIN Jakarta Gelar Seminar Leadership

Jakarta– Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta menggelar seminar dengan tema “Menjawab Kebutuhan Industri 4.0 dengan Meningkatkan Kemampuan Kepemimpinan dan Soft Skill Mahasiswa”.  Sebanyak 150 peserta hadir, diantaranya dari mahasiswa  Akuntansi,  Manajemen, Ekonomi Pembangunan, Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah melalui Zoom Webinar, Rabu, (15/07/20).

Dalam seminar ini dihadiri 150 peserta dari mahasiswa  Akuntansi,  Manajemen, Ekonomi Pembangunan, Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah.

Pada kesempatan ini hadir Dekan FEB UIN Jakarta, Amilin dan sekaligus memberikan sambutan dan membuka seminar ini. Pada Kesempatan ini juga FEB UIN Jakarta menghadirkan Executive Director Anton Hendrianto selaku pemateri seminar.     

PIC Seminar ini Najwa Khairina tujuan acara melalui webinar – Zoom, “karena situasi pandemi yang membuat kami harus menghindari pertemuan yang mengumpulkan banyak orang, jadi kami memanfaatkan teknologi supaya kegiatan-kegiatan di kampus tetap berjalan sebagaimana biasanya, termasuk salah satunya adalah penyelenggaraan seminar-seminar untuk mahasiswa maupun dosen” ujarnya.

Najwa Khairina menjelaskan pada sesi ini, pak anton membawakan seminar dengan topik leadership sebagai request kami, karena kami merasa bahwa  soft skill kepemimpinan adalah kebutuhan mendasar mahasiswa kami menghadapi kehidupan profesional mereka pasca kampus.

“Alasannya karena kami merasa bahwa yang selama ini diajarkan di kelas tidak cukup jadi bekal mahasiswa bersaing di pasar tenaga kerja baik lokal maupun global, jadi kami mengupayakan agar mahasiswa memiliki pengetahuan tentang soft-skill yang dibutuhkan saat ini salah satunya adalah leadership” ungkapnya saat wawancara melalui Whatsapp.

Open chat
Assalamu alaikum warahmatullohi wabarakatuh.... ada yang bisa kami bantu ?