Manajemen Menyapa

Assalamualaikum wr wb

Rekan – rekan Syariah Bankers dan Insitusi Keuangan Syariah serta Bapak dan Ibu sekalian yang saya hormati,

Muamalat Institute sebagai salah satu subsidiary dari PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk. yang bergerak di bidang lembaga Edukasi, Konsultansi, Riset dan Publikasi yang berdiri sejak 26 tahun lalu telah mengarungi beberapa milestone penting dalam pengembangan bisnis, infrastruktur dan semua aspek sumber daya-nya. Sebuah perjalanan sejarah yang cukup panjang dengan semangat dan optimisme mendukung pengembangan Knowledge dan Skill dalam memajukan Ekonomi Syariah di Indonesia. Mari bersama-sama kita cermati beberapa data dan fakta yang disadur dari berbagai sumber valid dan terpercaya berikut ini..

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Keuangan OJK Tahun 2016, tingkat literasi keuangan syariah di Indonesia masih jauh dari maksimal yaitu sebesar 8,11% dengan tingkat inklusi mencapai 11,06%. Ini artinya, hanya 8 dari 100 orang yang memahami produk dan layanan keuangan syariah dan terdapat sebanyak 11 dari 100 orang yang memiliki akses terhadap produk dan layanan lembaga jasa keuangan syariah. Untuk itu, sosialisasi dan edukasi ke publik mengenai produk serta jasa layanan keuangan syariah yang semakin beragam dan bermanfaat besar bagi masyarakat perlu terus dikenalkan, sekaligus meningkatkan akses masyarakat ke sektor keuangan sesuai dengan program literasi keuangan Pemerintah.*

Selain itu, peranan keuangan syariah dalam berbagai sektor ekonomi terus meningkat, antara lain melalui pendanaan APBN, proyek - proyek swasta, dan UMKM. Selain itu, keuangan syariah juga telah hadir menjadi sarana bagi perencanaan keuangan, investasi, dan perlindungan risiko keuangan bagi masyarakat di tanah air.*

Data OJK per Mei 2017, total aset keuangan syariah Indonesia (tidak termasuk Saham Syariah) mencapai Rp. 992,80 triliun dengan proporsi industri perbankan syariah mencapai sebesar Rp. 375,75 triliun, IKNB syariah sebesar Rp94,63 triliun dan pasar modal syariah mencapai sebesar Rp. 522,42 triliun.*

Selanjutnya, dalam pertemuan High Level Discussion Indonesia: Pusat Ekonomi Dunia tanggal 25 Juli 2018 lalu disampaikan beberapa ulasan menarik. Diantaranya, perkembangan ekonomi syariah di Indonesia belum berkembang secara optimal. Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi syariah global mengingat populasi muslim yang mencapai 85% dari total penduduk Indonesia. Dari sisi aset perbankan syariah Indonesia baru mencapai 5% sedangkan Malaysia sudah sampai di level 20%.**

Dari beberapa kajian diatas dapat disimpulkan bahwa peran semua pihak yang terkait (stakeholder) sangat penting dan masih banyak ruang/potensi untuk mengembangkan Ekonomi Syariah di Indonesia secara konkrit, termasuk bagi Muamalat Institute. Oleh karena itu, di tahun 2018 ini Muamalat Institute kembali berbenah dan mengimplementasikan beberapa fokus strategi dibawah ini:

  • Reposisi stream bisnis dan fokus terhadap 2 lini bisnis utama yaitu Pelatihan dan Konsultansi.
  • Reposisi output – dari penyedia basis Produk menjadi penyedia basis Solusi – serta transformasi menjadi mitra/partner dari klien korporasi yang memberikan solusi lebih mendalam (deep dive), tepat guna/sesuai kebutuhan (customize) dan berkelanjutan (sustainable).
  • Pendekatan VUCA (Volatility Uncertainty Complexity dan Ambiguity) untuk memberikan solusi – solusi kepada klien dengan basis Customer Centricity.

Alhamdulillah secara perlahan namun pasti, implementasi dari ketiga strategi di atas berjalan dengan cukup baik dan konsisten. Kami yakin dan percaya bahwa Muamalat Institute ‘eksis’selama 26 tahun dan kedepan, memberikan beragam solusi Pelatihan dan solusi Konsultansi kepada seluruh klien Korporasi dengan tujuan memperkuat aspek fundamental serta bisnis dan meningkatkan Skill dan Knowledge sumber daya insani untuk memajukan Ekonomi Syariah di Indonesia.

Wassalamualaikum wr wb

Jakarta, Oktober 2018

 

 

Executive Director

*Artikel OJK: OJK Terus Tingkatkan Penetrasi  – Cirebon, 11 Agustus 2017
**Kompas.com dalam liputan High Level Discussion Indonesia: Pusat Ekonomi Islam Dunia, Jakarta 25 Juli 2018