Apakah Bank Syariah dalam rangka untuk menyelesaikan suatu perkara, dapat memberikan uang jasa?

Opini DPS:

  1.     Pada dasarnya sesuatu yang terlarang/haram tetap terlarang/haram. Tetapi jika berada pada suatu kondisi yang bersifat darurat, maka diperbolehkan dengan adanya rukhsah (keringanan).
  1.     Jika “uang jasa” dilakukan dalam rangka memperoleh haknya kembali atau untuk kemashlahatan umat yang lebih besar, maka sesuatu yang dilarang diperbolehkan. Namun perlu diteliti benar-benar apakah kondisinya sudah demikian darurat dan sudah tidak ada alternatif lainnya.
  1.     Jika terpaksa dilakukan, maka harus ada pembatasan, sehingga tidak terjadi penyelesaian dengan cara “uang jasa” tersebut secara berulang-ulang.
  1.     Alternatif lainnya adalah Bank Syariah cukup berurusan melalui pengacara dengan membayar total dana/biaya operasional untuk pengacara. Untuk penggunaan serta operasionalnya, diserahkan kepada Pengacara tersebut.

 

Apakah diperbolehkan memberikan pembiayaan pada Koperasi Karyawan Bank Konvensional ?

Opini DPS:

1. Bahwa seorang muslim yang bekerja di Lembaga Keuangan Konvensional (LKK) merupakan keadaan darurat.

2. Agar dihindari Bank Syariah melakukan penjualan secara proaktif atau menjadikan Kopkar LKK (termasuk Asuransi) sebagai target market.

3. Jika Kopkar yang bersifat proaktif mengajukan pembiayaan kepada Bank Syariah, maka Bank Syariah dapat memberikan pembiayaan dengan jangka waktu sesuai dengan jangka waktu kondisi darurat tersebut.

Tidak sedikit masyarakat yang berpendapat bahwa produk yang ditawarkan perusahaan MLM sangat mahal dan terlalu eksklusif, sehingga kerap kali memberatkan anggota yang berada di level bawah (down line) serta masyarakat pemakai dan sangat menguntungkan level di atasnya (up line). Seringkali harga produk dimark up sampai dua bahkan tiga kali lipat dari harga yang sepatutnya. Hal ini seharusnya dihindari, karena cara ini adalah mengambil keuntungan dengan cara yang bathil, karena mengandung unsur kezaliman, yakni memberatkan masyarakat konsumen.

Penetapan harga yang terlalu tinggi dari harga normal, sehingga memberatkan konsumen, dapat dianalogikan dengan ghabn, yaitu menjual satu barang dengan harga tinggi dari harga pasar.

Page 1 of 48