Undian Umroh di Bank Syariah, Bolehkah?

 

Tim funding meminta opini DPS mengenai rencana untuk melakukan pemberian hadiah umroh kepada nasabah dengan cara undian.

Opini DPS:

Islam membolehkan hadiah, bahkan menganjurkannya untuk mentasyji' (memberi semangat/mensugesti) seseorang melakukan pekerjaan yang positif. Misalnya seorang ayah memberi hadiah bagi anaknya yang mendapat nilai ujian yang bagus.

Terdapat beberapa hadits yang mendukung pemberian hadiah, misalnya yang berbunyi: تهَاَدَوْ تهَاَبوُ "tahaadau tahaabbuu", artinya: berilah hadiah, karena akan menambah kasih sayang.

Tentang pemberian hadiah melalui mekanisme undian (qur'ah), maka dapat dijelaskan bahwa. dalam Islam tidak semua undian diharamkan. Ada undian yang halal dan ada pula yang haram. Undian yang diharamkan adalah jika mengandung unsur taruhan, seperti membeli kupon berhadiah.

Sebagai analogi, Rasulullah SAW jika akan berangkat perang, mengundi siapa diantara ummahatul mukminin yang akan mendampingi beliau berjihad di jalan Allah SWT. Dalam fiqih pun, kita ketahui jika ada dua atau beberapa orang yang memiliki tingkat pemahaman agama, usia, kesejahteraan, dan kecantikan isteri yang sama, maka kedua atau beberapa orang tersebut akan diundi terlebih dahulu siapa yang berhak menjadi imam.


Dalam pemberian hadiah jika jumlah hadiah lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah penerima, maka dapat dilakukan seleksi dengan tahapan :

1. Penetapan ketentuan/kriteria/syarat penerima hadiah.

2. Jika penerima masih lebih banyak, maka dilakukan pengundian.


Penjelasan Opini:

Hukum asal mengundi adalah halal. Dalam Al Qur’an diceritakan kisah tentang penentuan siapa yang berhak mengasuh Maryam dengan cara diundi. Allah SWT. Berfirman :

(ذَلِكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهِ إِلَيْكَ وَمَاكُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يُلْقُونَ أَقْلَامَهُمْ أَيُّهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يَخْتَصِمُونَ (آل عمران: 44)

Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka [untuk mengundi] siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa. (Q.S. Ali Imron [3]: 44)

Disamping itu sudah menjadi kebiasaan Rasulullah SAW. ketika akan bepergian jauh atau berperang, beliau mengundi para istrinya.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ : كَان رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ ، " إذَا أرَادَ سَفَرًا أَقرَعَ بَيْنَ نِسَائِهِ فَأيَّتَهُنَّ خَرَجَ سَهْمُهَا خَرَجَ بِهَا مَعَهُ " (رواه البخارى)

Dari Aisyah RA. berkata, Rasulullah Saw. jika akan bepergian, mengundi para isterinya. Maka siapa yang namanya keluar diantara mereka, dialah yang akan keluar bersamanya (H.R. Al Bukhari)

Namun undian akan berubah menjadi haram apabila dimasuki unsur-unsur perjudian, seperti mengundi dengan cara memasang taruhan.

 

Ingin mengetahui tentang Bank Syariah lebih lanjut? Ikuti Pelatihan Pemahaman Dasar Perbankan Syariah

Read 156 times
Rate this item
(0 votes)
Last modified on Wednesday, 11 October 2017 09:56