Ekonomi Syariah akan Lebih Baik pada 2015

69124

 

Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menilai perkembangan ekonomi syariah akan lebih baik di tahun depan. Hal ini mengikuti perkiraan pertumbuhan ekonomi 2015 yang labih baik.

Organisasi masyarakat di bidang ekonomi syariah terbesar di Indonesia, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menilai pada 2015 ekonomi syariah akan tumbuh lebih baik daripada tahun ini. Hal ini menyesuaikan dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi secara nasional yang juga diperkirakan akan membaik di sekitar 5,5%.

Dalam Economic Outlook-nya yang disampaikan oleh Ketua MES, Yuslam Fauzi, MBA (21/11) diperkirakan sektor perbankan syariah akan bertumbuh dalam tiga skenario: Optimis: mencapai 6% market share perbankan nasional; Moderat: mencapai 5%-6% market share; dan Pesimis: mencapai di bawah 5% market share.

Dalam outlook yang disusun bersama Ketua MES yang juga penasehat ekonomi mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Prof. Firmanzah, PhD, Yuslam menyatakan harapan MES akan pertumbuhan yang diharapkan (desired) adalah yang Optimis, minimal yang Moderat. Sedangkan yang ditakutkan tentu saja yang Pesimis.

Industri perbankan syariah Indonesia sendiri, menurut data IFDR 2013, Indonesia menempati peringkat kesembilan dunia, tepat di bawah Turki. Sedangkan juara pertama dipegang Malaysia.

Yuslam menyampaikan rekomendasi MES kepada industri perbankan syariah dan regulator, yaitu: (1) Berani menjadi bank spesifik, fokus produk & segmen; (2) Perkuat aliansi strategis dg BPRS & BMT; (3) Perkuat SDM dan riset; (4) Perkuat peran Dewan Syariah Nasional (DSN); (5) Perkuat dukungan dan keberpihakan Pemerintah; dan (6) Dinamisasi kurikulum pendidikan ekonomi dan keuangan bank syariah.

Ditilik dari kinerjanya, pada 2014 aset perbankan syariah nasional diperkirakan mencapai Rp 244 Triliun dengan jumlah pelaku industri sebanyak 33. Pertumbuhan hingga tahun ini diperkirakan: rata-rata pembiayaan tumbuh di 36%, dana pihak ketiga (DPK) di 35%, dan rata-rata pertumbuhan aset di 40%. Perrtumbuhan deposito diperkirakan 62,38% dan pembiayaan yang paling mendominasi, yaitu berskema murabahah akan tumbuh di 59,76%.

Meski begitu, MES menyoroti ketimpangan penyaluran dana oleh perbankan syariah hingga 2014. Pembiayaan Konsumer mencapai Rp76,6 T, pembiayaan Modal Kerja mencapai Rp75,7 T, dan pembiayaan Investasi mencapai Rp35,4 T. “Gap pembiayaan konsumer vs investasi semakin lebar”, kata Yuslam. Pun dengan pembiayaan perbankan syariah ke UKM yang tahun ini hanya mencapai 58,2%.

Selain perbankan syariah, Yuslam menyampaikan perkiraan MES terhadap industri asuransi syariah. Menurut MES, asuransi syariah Indonesia yang kini memegang posisi keempat dunia akan tumbuh sebesar 20% pada 2015. Baca juga: Prospek  Bisnis Asuransi Syariah Indonesia Sangat Besar

Beberapa faktor pendukungnya adalah: (1) Mulai 1 Januari 2015, industri asuransi syariah akan mulai mengimplementasikan prinsip dasar penyelenggaraan usaha asuransi dan reasuransi syariah; (2) Aturan OJK mengenai kewajiban spin-off asuransi syariah mendapatkan tanggapan yang positif dari berbagai pihak; dan (3) Pada Oktober 2013, OJK mencanangkan pengembangan asuransi mikro syariah.


Ibrahim Aji Ekonomi Syariah akan Lebih Baik pada 2015 2015-02-10T17:25:46+00:00 BeritaBerita Ekonomi SyariahEkonomi Berbagi

Read 1310 times
Rate this item
(0 votes)
Last modified on Thursday, 07 January 2016 16:33