Print this page

Skema Syariah Harus Biayai Pembelian Pesawat dan Infrastruktur

pesawat

Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) berharap ada skema syariah yang membiayai pembelian pesawat dan pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan dan jalan tol.

Ketua Umum Badan Pengurus Harian (BPH) MES, Muliaman D Hadad mengatakan, potensi berkembangnya ekonomi syariah Indonesia masih cukup besar. Namun, sayangnya sistem berbasis syariah ini belum diterapkan dalam seluruh sektor ekonomi di Indonesia.

Menurutnya, selama ini sistem pembiayaan syariah umumnya baru diterapkan pada hal-hal kecil saja. Kedepan diharapkan ada skema syariah dapat menjadi alternatif bagi pertumbuhan perekonomian nasional. “Kami ingin pembelian pesawat dengan skema syariah, begitu pula dengan pembangunan pelabuhan-pelabuhan, jalan tol an sebagainya,” kata Muliaman, dalam sambutannya pada pelantikan pengurus MES dan rapat kerja di Aula Kantor Bank Bukopin Jakarta, Selasa (17/2).

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini mengakui, penerapan skema syariah masih menghadapi sejumlah kendala, salah satunya yang terbesar adalah keengganan lembaga keuangan untuk beralih ke skema ini. Ia juga mengakui bahwa pelaku skema syariah di Indonesia masih tergolong kecil. Sehingga dibutuhkan penguatan kelembagaan agar skema syariah dapat diberlakukan secara masif. “Perlu upaya-upaya yang harus mendorong supaya semua bisa berkembang. Ini betul-betul tantangan yang belum kita sentuh secara intensif,” tegas Muliaman.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank BNI Syariah Dinno Indiano, mengatakan, perseroan belum berencana memasuki pembiayaan maritim dan infrastruktur. Namun demikian, BNI selaku induk usaha tengah pengkaji definisi pembiayaan di sektor maritim.”Kalau perbankan syariah itu kan masalahnya modal. Jangan sampai bank menggenjot pembiayaan yang berdampak pada peningkatan Non Performing Financing (NPF),” kata Dinno, kepada MySharing saat ditemui di sela-sela pelantikan pengurus pusat MES.

Menurutnya, seiring dengan melemahnya kinerja industry perbankan syariah di Indonesia dengan perolehan NPF mencapai 4,5 persen. Maka, perbankan syariah harus berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan,”Kami akan tetap menjaga kualitas. BNI Syariah mampu mempertahankan kualitas NPF di 1, 86 persen. Ya maksimal harus tetap dibawah 2 persen dari NPF,” tegas Dinno.

 

Sumber: www.mysharing.co

Read 1341 times
Rate this item
(0 votes)
Last modified on Tuesday, 12 January 2016 14:57
Tiana Kautsari

Latest from Tiana Kautsari