Hedging Bantu Pengembangan Usaha Bank Syariah

Pengunjung berada di Asosiasi Bank syariah Indonesia, Jakarta, Rabu (1/9).(Republika/ Yasin Habibi)

Meski masih kecil, kebutuhan instrumen hedging dinilai tidak hanya menfasilitasi transaksi, tapi juga pengembangan usaha perbankan syariah di masa datang. Ketua Dewan Kehormatan Asosiasi Perbankan Syariah, Ahmad Riawan Amin, mengatakan hedging sudah banyak dirintis sejak ia berada di Internasional Islamic Finance Market (IIFM).

Perlindungan bagi resiko dibutuhkan semua industri, termasuk perbankan. Yang penting, bagaimana instrumen hedging digunakan untuk transaksi riil yang memiliki underlying jelas. Sebab di perbankan konvensional, hedging digunakan untuk transaksi spekulatif.

Rambu-rambu bisa dibuat OJK. Saat itu sudah ada, aturan akan masuk sistem perbankan. Tinggal bagimana audit internal dan audit OJK. Saat ini bank syariah masih kecil dan transaksi forex juga masih kecil.

Tapi hedging bukan persoalan ukuran, ini adalah infrastruktur untuk keuangan syariah. Meski belum terpakai, setidaknya ada niat baik untuk memfasilitasi.

Kebutuhan hedging ini juga bukan hanya untuk saat ini. Saat infrastruktur sudah ada, produk baru bisa muncul setelahnya. ''Jadi selain mengakomodir transaksi, hedging juga bisa dorong inovasi perbankan,'' kata Riawan kepada ROL, Rabu (10/12).

Direktur Danamon Syariah, Herry Hykmanto, mengatakan adanya aturan hedging adalah hal bagus. Sebab instrumen ini bisa mendukung transaksi dan kerja sama internasional yang dilakukan perbankan. Ia sepakat instrumen ini akan membantu ekspansi usaha perbankan dengan industri internasional.

Direktur Bisnis Bank BNI Syariah, Imam T Saptono, menyampaikan aturan instrumen ini seharusnya juga diikuti ketersediaan ragam hedging syariah yang saat ini terbatas.

Bila aturan instrumen yang dikeluarkan nantinya akan mendorong bertambahnya jumlah hedging tentunya akan memberi dampak positif pada perbankan syariah. Diakuinya, kebutuhan instrumen ini BNI Syariah masih sangat terbatas karena eksposur fasilitas atau produk yang membutuhkannya juga terbatas. Akan tetapi ke depan akan semakin bertambah.

 

Sumber: www.republika.co.id

Read 998 times
Rate this item
(0 votes)
Last modified on Thursday, 11 December 2014 16:52