Artikel Syariah

Artikel Syariah (307)

AKAD
Ikatan atau kesepakatan antara nasabah dengan bank yakni pertalian ijab (pernyataan melakukan
ikatan) dan kabul (pernyataan penerimaan ikatan) sesuai dengan kehendak syariat yang berpengaruh pada obyek perikatan, misalnya akad pembukaan rekening simpanan atau akad pembiayaan.

PRINSIP SYARIAH
Aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan nasabah untuk penyimpanan dana dan
atau pembiayaan kegiatan usaha atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan syariah

Sesudah itu Allah memerintahkan kepada kaum Muslimin agar menyempurnakan takaran bila menakar barang. Yang dimaksud dengan menyempurnakan takaran ialah: pada waktu menakar barang hendaknya dilakukan dengan setepat-tepatnya dan secermat-cermatnya, tidak boleh mengurangi takaran atau melebihkannya. Karena itu maka seseorang yang menakar barang yang akan diterimakan kepada orang lain, demikianlah pula kalau seseorang menakar barang orang lain, tidak boleh dikurangi, sebab tindakan serupa itu merugikan orang lain.

           

Allah SWT melarang mengambil harta orang lain dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dengan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka. Menurut ulama tafsir, larangan memakan harta orang lain dalam ayat ini mengandung pengertian yang luas dan dalam, antara lain:

  1. Agama Islam mengakui adanya hak milik perseorangan yang berhak mendapat perlindungan dan tidak boleh diganggu gugat.
  2. Hak milik perseorangan itu apabila banyak, wajib dikeluarkan zakatnya dan kewajiban lainnya untuk kepentingan agama, negara dan sebagainya.
  3. Sekalipun seseorang mempunyai harta yang banyak dan banyak pula orang yang memerlukannya dari golongan-golongan yang berhak menerima zakatnya, tetapi harta orang itu tidak boleh diambil begitu saja tanpa seizin pemiliknya atau tanpa menurut prosedur yang sah.

hendri tanjung

 

 

 

Tahun baru 2015 telah tiba. Ramai orang membicarakan tentang perencanaan-perencanaan yang akan mereka lakukan pada satu tahun ini, bahkan tak sedikit orang-orang yang memandang perencanaan jangka panjang pada tahun ini.

 

 

 

KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Islam) Progres, STEI Tazkia sebagai organisasi mahasiswa kampus yang memiliki kredibilitas dalam bidang ekonomi islam pun tak luput dalam melakukan pembicaraan tentang perencanaan atas ekonomi islam pada tahun mendatang yang kini ekonomi islam kian marak tak hanya di Indonesia, bahkan negara-negara non muslim pun turut ramai memperbincangkan isu-isu ekonomi islam.

Santri-2

 

 

 

Diharapakan bisa berkontribusi dalam ekonomi syariah, pondok pesantren (ponpes) berupaya membekali para santri dengan ilmu bisnis sektor riil dan keuangan syariah.

Pimpinan Pondok Pesantren Buntet Cirebon KH Nahduddin Abbas mengatakan, saat ponpes diajak mencari jalan selaras dengan sektor keuangan, ini bukan penghalang bagi ponpes, tapi tantangan bersama.

69124

 

Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menilai perkembangan ekonomi syariah akan lebih baik di tahun depan. Hal ini mengikuti perkiraan pertumbuhan ekonomi 2015 yang labih baik.

Organisasi masyarakat di bidang ekonomi syariah terbesar di Indonesia, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menilai pada 2015 ekonomi syariah akan tumbuh lebih baik daripada tahun ini. Hal ini menyesuaikan dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi secara nasional yang juga diperkirakan akan membaik di sekitar 5,5%.

s

 

 

acara seminar nasional dengan tema “ Penyiapan SDM Berbasis Kompetensi Syariah Dalam Pengembangan Perbankan Syariah Era MEA 2015 di Universitas Prof. DR. Moestopo (beragama), Sabtu (11/10) (Foto: MINA)

Jakarta, 17  Dzulhijjah 1435/ 11 Oktober 2014 (MINA) – Ketua Dewan Pakar Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Mustafa Edwin mengatakan, menghadapai Masyaratkat Ekonomi Asean (MEA) 2015, diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang mampu berkompeten dan bersaing dengan negara lain untuk dapat mengembangkan Perbankan syariah di Indonesia.

 

Kesempurnaan Nilai Islam sebagai Nilai Jual Utama Dalam Pengembangan Ekonomi Islam di Indonesia

 

 

Islam adalah agama yang komprehensif, yang artinya dalam ajaran islam terdapat aturan yang menyeluruh tentang kehidupan. Sehingga tak dapat dipungkiri bahwa nilai-nilai islam selalu ada dalam setiap hal yang dilakukan masyarakat dewasa ini, mulai dari yang bersifat duniawi maupun yang bersifat ukhrawi. Termasuk didalamnya kegiatan ekonomi atau yang sering disebut dengan muamalat. Dalam bermuamalat, setiap kegiatan yang dilakukan pastilah berlandaskan pada Al Qur’an dan As Sunnah, meskipun tidak banyak aturan yang dijelaskan secara tekstual melainkan secara kontekstual. Begitu pula di negeri ini, Indonesia, kegiatan-kegiatan ekonomi yang bernafaskan islam tengah ramai diperbincangkan dan dikaji secara mendalam.

FENOMENA PATUNGAN USAHA

Sekitar 14 (Empat Belas) Abad yang lalu, terceritalah kisah seorang pemuda yang integritasnya menyebar bersama tiupan angin di musim semi dan kemarau (QS.al-Qurays: 1). Ia bersama kafilah dagangnya disebut-sebut sebagai orang yang tidak hanya pintar bicara dan menawarkan harga, namun juga pemuda yang diberkahi keadilan didalam aliran darahnya. Terpercaya antara kata dan prilakunya. Dalam frase orang arab, dia mendapat julukan sebagai Al-amin, orang yang telah lulus uji integritas maknanya.

Bisnis Syariah Semakin diminati Masyarakat

Perkembangan bisnis syariah di kalangan masyarakat seperti menjamur dan memberi pesan penting bahwa keberadaan ekonomi yariah di Indonesia adalah suatu kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Perkembangan bisnis sendiri sebenarnya sudah lama ada sejak hadirnya Bank Muamalat Indonesia sebagai pioneer Bank Syariah pertama di Indonesia dan setelah itu diikuti oleh berbagai macam Bank Konvensional yang menjadikan anak perusahaan sebagai Bank syariah.