Artikel Syariah

Artikel Syariah (315)


Oleh : Whayudha Kusumawijaya
Mahasiswa Pascasarjana Manajemen Bisnis dan Syariah IPB dan Awardee LPDP PK 106

Di era Milenia ini (red zaman now), baik di sadari maupun tidak riba sudah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan kita. Berbagai macam praktik riba telah tersebar dimana-mana dengan bentuk dan jenis yang berbeda. Ribuan tahun yang lalu Rasulullah telah memperingatkan kita akan hal ini, bahwa “Sungguh akan datang pada manusia suatu masa (ketika) tiada seorangpun di antara mereka yang tidak akan memakan (harta) riba. Siapa saja yang (berusaha) tidak memakannya, maka ia tetap akan terkena debu (riba)nya,” (HR Ibnu Majah, hadits No.2278 dan Sunan Abu Dawud, hadits No.3331; dari Abu Hurairah).

Allah SWT membenci orang yang melakukan riba. Riba merupakan salah satu dari tujuh dosa besar yang akan menjerumuskan pelakunya ke dalam neraka. Bahkan dalam sebuah hadits dikatakan bahwa, “ Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan sadaranya.” (HR Al Hakimdan Al Baihaqi dalam Syusbil Iman. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih dilihat dari jalur lainnya )

Pertanyaan :

Bagaimana perlakuan penyelesaian pada Murabahah Bermasalah?

Jawaban :

Ada 3 (tiga) alternatif yang dapat dilakukan, yaitu :

  1.     Diselesaikan (untuk kasus yang sudah tidak ada harapan) dengan cara :

Obyek Murabahah dijual sesuai dengan harga pasar, hasil penjualan tersebut digunakan untuk melunasi sisa piutangnya, jika masih kurang maka diselesaikan dengan menjual barang jaminan sehingga piutangnya lunas.

Bank Syariah memberikan fasilitas pembiayaan murabahah kepada nasabah. Setelah beberapa waktu berjalan, pembiayaan tersebut mengalami permasalahan. Salah satu upaya penyelamatan yang dilakukan oleh Bank Syariah adalah dengan memperpanjang jangka waktu fasilitas dengan tidak merubah harga jual.

Pertanyaan:

Apabila akibat penundaan pembayaran tersebut, Bank terpaksa mengeluarkan sejumlah biaya ekstra, bolehkah Bank mengenakan charge  sebagai bentuk kompensasi atas kerugian riil yang dialami?

Apakah diperbolehkan memberikan penanaman dana untuk hotel yang menggunakan konsep Budget Hotel yaitu hotel yang hanya menyediakan tempat/kamar untuk menginap saja, tanpa dilengkapi adanya restauran, cafe dan servis layanan kamar selain servis kebersihan kamar? Hotel tersebut juga dilengkapi dengan sistem keamanan yang menggunakan kunci kamar untuk dapat mengakses ke lantai tempat kamar berada sehingga selain tamu hotel tidak dapat masuk ke kamar hotel.

Diketahui:

Terdapat pembiayaan yang sedang berjalan dalam valuta rupiah, akan tetapi nasabah mengajukan perubahan pembiayaan menjadi dollar (USD), hal ini dikarenakan sumber pendapatan dari nasabah tersebut dalam USD sehingga jika pembiayaan diubah (dikonversi) menjadi USD juga maka nasabah akan terhindar dari risiko fluktuasi kurs dan marjin pembiayaan yang lebih rendah. Pemberian pembiayaan dalam Rupiah dikarenakan pada saat itu Bank sedang tidak mempunyai USD atau persediaan USD sedikit, sehingga pemberian pembiayaan dalam bentuk Rupiah.

Pertanyaan:

Bagaimana teknis atau cara mengubah (mengkonversi) pembiayaan yang sedang berjalan dalam valuta rupiah menjadi pembiayaan dalam valuta dollar (USD)?

Dalam proses operasional, kadang-kadang, terjadi saldo selisih teller, dimana saldo tersebut dapat bernilai negatif (kurang) atau positif (lebih).

Pertanyaan :

Bagaimana perlakuan terhadap saldo selisih teller tersebut ?

 

Tim funding meminta opini DPS mengenai rencana untuk melakukan pemberian hadiah umroh kepada nasabah dengan cara undian.

Opini DPS:

Islam membolehkan hadiah, bahkan menganjurkannya untuk mentasyji' (memberi semangat/mensugesti) seseorang melakukan pekerjaan yang positif. Misalnya seorang ayah memberi hadiah bagi anaknya yang mendapat nilai ujian yang bagus.

Terdapat beberapa hadits yang mendukung pemberian hadiah, misalnya yang berbunyi: تهَاَدَوْ تهَاَبوُ "tahaadau tahaabbuu", artinya: berilah hadiah, karena akan menambah kasih sayang.

Tentang pemberian hadiah melalui mekanisme undian (qur'ah), maka dapat dijelaskan bahwa. dalam Islam tidak semua undian diharamkan. Ada undian yang halal dan ada pula yang haram. Undian yang diharamkan adalah jika mengandung unsur taruhan, seperti membeli kupon berhadiah.

Bolehkan dilakukan pembiayaan untuk pembangunan kolam renang?

Opini DPS:

Jika kolam renang yang dibangun adalah kolam renang Islami yang memisahkan antara kolam renang wanita dan pria, maka dapat dibiayai, akan tetapi jika pembangunan kolam renang untuk umum maka tidak dapat dibiayai.

Penjelasan Opini: 

Haramnya sesuatu dapat dilihat dari dua hal, yaitu haram secara dzatnya atau haram karena ada faktor lain yang melingkupi. 

Apakah Bank Syariah dalam rangka untuk menyelesaikan suatu perkara, dapat memberikan uang jasa?

Opini DPS:

  1.     Pada dasarnya sesuatu yang terlarang/haram tetap terlarang/haram. Tetapi jika berada pada suatu kondisi yang bersifat darurat, maka diperbolehkan dengan adanya rukhsah (keringanan).
  1.     Jika “uang jasa” dilakukan dalam rangka memperoleh haknya kembali atau untuk kemashlahatan umat yang lebih besar, maka sesuatu yang dilarang diperbolehkan. Namun perlu diteliti benar-benar apakah kondisinya sudah demikian darurat dan sudah tidak ada alternatif lainnya.
  1.     Jika terpaksa dilakukan, maka harus ada pembatasan, sehingga tidak terjadi penyelesaian dengan cara “uang jasa” tersebut secara berulang-ulang.
  1.     Alternatif lainnya adalah Bank Syariah cukup berurusan melalui pengacara dengan membayar total dana/biaya operasional untuk pengacara. Untuk penggunaan serta operasionalnya, diserahkan kepada Pengacara tersebut.

 

Apakah diperbolehkan memberikan pembiayaan pada Koperasi Karyawan Bank Konvensional ?

Opini DPS:

1. Bahwa seorang muslim yang bekerja di Lembaga Keuangan Konvensional (LKK) merupakan keadaan darurat.

2. Agar dihindari Bank Syariah melakukan penjualan secara proaktif atau menjadikan Kopkar LKK (termasuk Asuransi) sebagai target market.

3. Jika Kopkar yang bersifat proaktif mengajukan pembiayaan kepada Bank Syariah, maka Bank Syariah dapat memberikan pembiayaan dengan jangka waktu sesuai dengan jangka waktu kondisi darurat tersebut.

Page 1 of 23