Tidak sedikit masyarakat yang berpendapat bahwa produk yang ditawarkan perusahaan MLM sangat mahal dan terlalu eksklusif, sehingga kerap kali memberatkan anggota yang berada di level bawah (down line) serta masyarakat pemakai dan sangat menguntungkan level di atasnya (up line). Seringkali harga produk dimark up sampai dua bahkan tiga kali lipat dari harga yang sepatutnya. Hal ini seharusnya dihindari, karena cara ini adalah mengambil keuntungan dengan cara yang bathil, karena mengandung unsur kezaliman, yakni memberatkan masyarakat konsumen.

Penetapan harga yang terlalu tinggi dari harga normal, sehingga memberatkan konsumen, dapat dianalogikan dengan ghabn, yaitu menjual satu barang dengan harga tinggi dari harga pasar.

PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk. (Bank Muamalat) mendapatkan tiga penghargaan dari Majalah Economic Review dan Perbanas Institute, Rabu (23/8), di Hall Kantor Berita Republik Indonesia (KBRI) Singapura.  Tiga penghargaan yang diberikan yaitu, pertama, Bank Syariah Tbk. Terbaik di Indonesia-2017 Peringkat I untuk kategori Buku 2 dengan aset Rp 25 triliun ke atas dari Anugerah Perbankan Indonesia-VI-2017 (APBI).

Kedua, Peringkat Pertama untuk kategori Anugerah Perusahaan TBK Indonesia-IV-2017 (APTI-IV-2017). Ketiga, penghargaaan untuk Endy PR Abdurrahman, Direktur Utama Bank Muamalat yang dinobatkan sebagai The Best CEO Perbankan Syariah Indonesia 2017.

Endy menegaskan penghargaan ini merupakan apresiasi terhadap kinerja Bank Muamalat dalam memberikan layanan perbankan terbaik kepada masyarakat. “Penghargaan ini sekaligus menjadi tolok ukur dan motivasi kami untuk senantiasa meningkatkan performa dalam berbagai aspek dan mempertahankan komitmen untuk memberikan layanan dan produk-produk terbaik kepada nasabah," kata Endy.
(Untuk meningkatkan citra perusahaan di mata customer, silakan ikuti Pelatihan Service Excellence)



Membuat keputusan untuk memecahkan masalah selalu dilatabekangi bayang-bayang kepastian, ketidakpastian, dan risiko. Umumnya manajer mengambil keputusan berdasarkan pengalaman. Saran paling baik : Jangan menunggu sampai problem muncul.

Deciding not to decide is a decision. Ini salah satu kiat para manajer. Tapi itu jarang terjadi. Sekecil apapun suatu masalah selamanya akan disusul dengan pengambilan keputusan dalam bentuk tindakan nyata. Menelorkan keputusan adalah tugas pokok seorang manajer.

Proses pengambilan keputusan memang selalu diwarnai tiga faktor tadi. Di bawah kondisi yang pasti, boleh dibilang tidak ada kendala yang merintangi. Anda disuguhi informasi yang akurat, hal-hal yang dapat diraba dengan perangkat ukur yang berlaku sehingga hasil dari keputusan itu seakan terlihat jelas. Contoh, dalam keadaan pasar yang normal maka setiap penamabahan stok gudang sebanyak 20% akan terjadi peningkatan penjualan 5%.