Program Pelatihan Aspek Legal dan Akad-akad Perbankan Syariah ini merupakan pelatihan yang diselenggarakan oleh Muamalat Institute. Tujuan program ini agar para peserta yang mengikuti pelatihan ini mendapatkan materi dan praktek secara langsung dari praktisi yang dapat disesuaikan di lapangan  sehingga diharapkan para peserta dapat memahami secara teori aspek-aspek legal berserta kontrak-kontrak yang terdapat pada produk-produk pembiayaan syariah di perbankan syariah. Durasi program ini adalah 2 hari, dengan jumlah peserta 9 orang yang terdiri dari 1 orang dari Bank ANZ Indonesia, 1 Orang dari BPRS Artha Madani, dan 7 peserta lainnya berprofesi sebagai Notaris.

Company Visit to Bank Muamalat Indonesia dari Universitas Prasetiya Mulya & William Mary University dilaksanakan pada hari Jum’at, 27 Mei2016  atau bertepatan pada tanggal 20 Sya’ban1437 H. Kegiatan Company Visit  tersebut ditujukan agar mahasiswa/i mendapatkan informasi yang tepat dan lengkap tentang konsep dan praktik di perbankan syariah, khususnya Bank Muamalat Indonesia.

Pertama, Sistem ekonomi ribawi telah banyak menimbulkan krisis ekonomi di mana-mana sepanjang sejarah, sejak tahun 1930 sampai saat ini. Sistem ekonomi ribawi telah membuka peluang para spekulan untuk melakukan spekulasi yang dapat mengakibatkan volatilitas ekonomi banyak negara. Sistem ekonomi ribawi menjadi punca utama penyebab tidak stabilnya nilai uang (currency) sebuah negara. Karena uang senantiasa akan berpindah dari negara yang tingkat bunga riel yang rendah ke negara yang tingkat bunga riel yang lebih tinggi akibat para spekulator ingin memperoleh keuntungan besar dengan menyimpan uangnya dimana tingkat bunga riel relatif tinggi. Usaha memperoleh keuntungan dengan cara ini, dalam istilah ekonomi disebut dengan arbitraging. Tingkat bunga riel disini dimaksudkan adalah tingkat bunga minus tingkat inflasi.

Kedua, di bawah sistem ekonomi ribawi, kesenjangan pertumbuhan ekonomi masyarakat dunia makin terjadi secara konstant, sehingga yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin. Data IMF menunjukkan bagaimana kesenjangan tersebut terjadi sejak tahun 1965 sampai hari ini.

Asuransi Konvensional Dan Syariah

Asuransi jiwa syariah dan asuransi jiwa konvensional mempunyai tujuan sama yaitu pengelolaan atau penanggulangan risiko. Perbedaan mendasar antara keduanya adalah cara pengelolaannya pengelolaan risiko asuransi konvensional berupa transfer risiko dari para peserta kepada perusahaan asuransi (risk transfer) sedangkan asuransi jiwa syariah menganut azas tolong menolong dengan membagi risiko diantara peserta asuransi jiwa (risk sharing).

Selain perbedaan cara pengelolaan risiko, ada perbedaan cara mengelola unsur tabungan produk asuransi. Pengelolaan dana pada asuransi jiwa syariah menganut investasi syariah dan terbebas dari unsur ribawi

Secara rinci perbedaan antara asuransi jiwa syariah dan asuransi jiwa konvensional dapat dilihat pada uraian berikut :

Program Short Course for Islamic Banking ini merupakan kerjasama yang keempat kalinya antara Muamalat Institute dengan SMK Negeri 20 Jakarta. Tujuan program ini agar para siswa jurusan perbankan syariah mendapatkan materi dan praktek operasional secara langsung dari praktisi di lingkup perbankan syariah, sehingga diharapkan para siswa paham secara teori perbankan syariah yang terdapat dalam kurikulum, namun dapat langsung  praktek dari para praktisi. Program ini pun sebagai bekal kelak peserta apabila suatu saat berkarir di lembaga keuangan syariah. Durasi program ini adalah 9 hari, dengan jumlah peserta 70 orang yang terdiri dari 35 siswa Kelas XI Perbankan Syariah 1 dan 35 siswa Kelas XI Perbankan Syariah 2.

 merupakan program Inhouse Training kerjasama antara BPRS Cilegon Mandiri dengan Muamalat Institute dalam memberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai standar pelayanan untuk para karyawan BPRS Cilegon Mandiri. Program yang telah dilaksanakan pada tanggal 23-24 April 2016/15-16 Rajab 1437 H ini diikuti oleh 35 Orang peserta yang berasal dari Account Officer, Remedial, Teller, Customer Service, Bagian Umum dan Security.Adapun rangkaian kegiatan ini terdiri dari pembukaan, inclass pelatihan selama 2 hari dan diakhiri dengan penutupan. Sedangkan rangkaian inclass terdiri dari presentasi materi, studi kasus, sharing dan role play.

Indonesia merupakan Negara, dimana mayoritas penduduknya adalah pemeluk agama Islam. Namun demikian, perkembangan produk-produk dengan prinsip syariah baru berkembang kurang lebih 3-4 tahun yang lalu, salah satunya adalah produk asuransi syariah.

Setelah itu, asuransi berbasis syariah mulai digarap oleh beberapa perusahaan dengan pendirian divisi syariah. Dengan terus berkembangnya produk-produk berbasis syariah, maka kami melihat pentingnya untuk memperkenalkan secara khusus produk asuransi syariah.

Sebelum masuk prinsip-prinsip dan mekanisme produk tersebut, banyak kalangan muslim yang beranggapan bahwa berasuransi adalah haram. Apakah benar? Ikuti pembahasannya dibawah ini.

Asuransi Tidak Islami?

Program Sharia Mini Banking Training & Implementation merupakan pelatihan dan pembekalan untuk para dosen ataupun staf yang berkaitan dengan studi Perbankan Syariah. Peserta dalam program ini dapat meliputi Dosen Perbankan Syariah, Kepala Laboratoium Komputer dan Staf IT. Pelatihan ini membahas berbagai aspek terkait dengan pemahaman dasar perbankan syariah. Materi yang disampaikan terdiri dari Overview of Funding & Financing Product, Procedure and Workflow Frontliner : Customer Service and Teller, Procedure and Workflow Banking Operation : Back Office and Support Financing, Introduction to Software Sharia Mini Banking System, Customer Information File (CIF), and Simulation of Mini Banking

Pelatihan Pemahaman Dasar Perbankan Syariah ini merupakan program Public Training yang diselenggarakan oleh  Muamalat Institute dalam rangka mensosialisasikan prinsip-prinsip dasar perbankan syariah bagi masyarakat umum. Program ini dilaksanakan pada hari Jumat-Sabtu 15-16 April 2016/7-8 Rajab 1437 H. Program ini diikuti oleh 6 peserta terdiri 2 orang dari SMK Perbankan Syariah An Nur Padang, 1 orang dari Bank ANZ Indonesia, 1 orang dari BPRS HIK Bekasi, 1 orang dari KSU Barokah New, dan 1 orang dari Trisakti. Adapun rangkaian kegiatan ini terdiri dari pembukaan, pre testinclass pelatihan, post test, dan penutupan.

AKAD
Ikatan atau kesepakatan antara nasabah dengan bank yakni pertalian ijab (pernyataan melakukan
ikatan) dan kabul (pernyataan penerimaan ikatan) sesuai dengan kehendak syariat yang berpengaruh pada obyek perikatan, misalnya akad pembukaan rekening simpanan atau akad pembiayaan.

PRINSIP SYARIAH
Aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan nasabah untuk penyimpanan dana dan
atau pembiayaan kegiatan usaha atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan syariah