Ada beberapa tips yang moga bermanfaat bagi Anda yang sedang mencari kerja.

1- Pahamilah, Setiap Jiwa Tidak Akan Mati Sampai Rezekinya Sempurna

Ingat, setiap jiwa tidak akan mati sampai rezekinya sempurna. Kalau sudah ada jaminan demikian, setiap yang bekerja teruslah bekerja, jangan khawatir dengan jatah rezekinya.

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ رُوْحَ القُدُسِ نَفَثَ فِي رَوْعِي إِنَّ نَفْسًا لاَ تَمُوْتَ حَتَّى تَسْتَكْمِلَ رِزْقُهَا ، فَاتَّقُوْا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ ، وَلاَ يَحْمِلَنَّكُمْ اِسْتَبْطَاءَ الرِّزْقُ أَنْ تَطْلُبُوْهُ بِمَعَاصِي اللهَ ؛ فَإِنَّ اللهَ لاَ يُدْرِكُ مَا عِنْدَهُ إِلاَّ بِطَاعَتِهِ

 

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah, dulu pernah menjabat sebagai ketua Lajnah Ad Da’imah (komisi fatwa di Saudi Arabia), ditanya,

“Apa hukum gaji yang didapatkan oleh pegawai bank dalam bentuk umum/konvensional, halal ataukah haram? Saya sendiri mengetahui bahwa hukumnya adalah haram karena bank konvensional selalu bermuamalah dengan riba. Kami mengharap nasehat darimu, karena kami ingin melamar bekerja di salah satu bank konvensional.”

Jawaban:

Program Pelatihan Analisis Pembiayaan ini merupakan kerjasama yang antara Muamalat Institute dengan BPRS Cilegon Mandiri. Tujuan program ini agar para karyawan mendapatkan materi secara langsung dari praktisi perbankan syariah, sehingga diharapkan peserta paham lebih mendalam  perbankan syariah dan diharapkan dapat langsung dipraktikan di lingkungan kerja.

Pelatihan Asset Valuation Penilaian Jaminan Bank Jateng inimerupakan program Inhouse Training kerjasama antara Bank Jateng dengan Muamalat Institute yang pertama kalinya dilaksanakan pada tahun 2016. Pelatihan ini bertujuan agar peserta dapat melakukan analisa penaksiran atas barang jaminan dalam mempertimbangkan kelayakan pembiayaan dan mampu menghasilkan pembiayaan yang baik dan standar sesuai ketentuan–ketentuan yang berlaku di bank pada umumnya dan bank syariah khususnya.

Pembahasan ini amatlah urgent bagi setiap orang yang hendak terjun di dunia bisnis atau yang ingin bermuamalah dalam penukaran uang (valas). Jika ia sudah memahami hal ini, ia akan memahami kenapa syari’at Islam yang mulia memasukkan suatu hal ke dalam transaksi ribawi. Ini semua karena syari’at yang indah ini dibangun di atas kemaslahatan dan ingin mencegah bahaya. Bahasan ini adalah bahasan sekitar jual beli uang (valas) dan emas, yang di mana ada syarat-syarat yang mesti dipenuhi dalam jual beli tersebut. Moga bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Ketika Uang Menjadi Komoditi Dagang

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan,

“(Mata uang) dinar dan dirham asalnya bukan untuk dimanfaatkan zatnya. Tujuannya adalah sebagai alat ukur (untuk mengetahui nilai suatu barang). Dirham dan dinar bukan bertujuan untuk dimanfaatkan zatnya, keduanya hanyalah sebagai media untuk melakukan transaksi. Oleh karena itu fungsi mata uang tersebut hanyalah sebagai alat tukar, berbeda halnya dengan komoditi lainnya yang dimanfaatkan zatnya.” (Majmu’ Al Fatawa, 19/251-252)

Syaikh Ibnu Utsaimin –rahimahullah- pernah ditanya:

Apakah boleh mengambil hadiah dari seseorang yang bermuamalah dengan riba?

Syaikh -rahimahullah- menjawab:

Saya kembali bertanya padamu: Apakah Yahudi biasa memakan riba atau tidak? Jawabannya: iya, berdasarkan firman Allah Ta’ala,

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ

Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan) , disebabkan mereka melanggar perjanjian itu.” (QS. An Nisaa’: 155) sampai pada firman Allah,

وَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ

dan disebabkan mereka (orang-orang Yahudi) memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil.” (QS. An Nisaa’: 161)

Pelatihan Pembiayaan Sektor Ketahanan Pangan, Ketahanan Energi dan Kemaritiman merupakan program Inhouse Training kerjasama antar Lembaga Pengelola dan Bergulir (LPDB) dengan Muamalat Institute dalam pemeliharaan serta menambah pengetahuan mengenai prinsip-prinsip pembiayaan pada sektor-sektor ketahanan pangan, energi dan kemaritiman untuk para karyawan LPDB. Program ini telah dilaksanakan pada tanggal 29-30 Juni 2016 / 24-26 Ramadhan 1437 H di Ruang Training Muamalat Institute. diikuti oleh 25 dari 25 peserta yang berasal dari Administrasi Bisnis, Bisnis I.1, Bisnis I.2, Bisnis II.1, Bisnis II.2, Bisnis III.1, Bisnis III.2, Bisnis IV.1, Bisni IV.2 LPDB.Adapun rangkaian kegiatan ini terdiri dari pembukaan, inclass pelatihan selama 3 hari dan diakhiri dengan penutupan. Sedangkan rangkaian inclass terdiri dari pre test, inclass, post test dan penutupan.

Sebagian orang agak sedikit rancu dengan jual beli salam dan jual beli barang yang belum dimiliki. Ada yang masih bingung sehingga ia anggap bahwa jual beli salam semacam di internet yang hanya dengan memajang katalog barang yang akan dijual, itu tidak dibolehkan karena dianggap termasuk larangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjual barang yang tidak dimiliki ketika akad. Inilah bahasan yang ingin kami angkat pada kesempatan kali ini. Semoga pembahasan singkat ini bisa menjawab kerancuan yang ada.

Pengertian Transaksi Salam

Jual beli salam (biasa pula disebut “salaf”) adalah jual beli dengan uang di muka secara kontan sedangkan barang dijamin diserahkan tertunda.Istilahnya adalah pembeli itu pesan dengan menyerahkan uang terlebih dahulu, sedangkan penjual mencarikan barangnya walaupun saat itu barang tersebut belum ada di tangan penjual.

Jual beli salam dibolehkan berdasarkan dalil Al Qur’an, As Sunnah, dan ijma’ (kesepakatan ulama).

Bolehnya Transaksi Salam

Ayat yang menyebutkan bolehnya hal ini adalah firman Allah Ta’ala,

Program Pelatihan Perbankan Syariah Tingkat Lanjut ini merupakan kerjasama yang antara Muamalat Institute dengan Bank Jateng. Tujuan program ini agar para karyawan mendapatkan materi secara langsung dari praktisi perbankan syariah, sehingga diharapkan peserta paham lebih mendalam  perbankan syariah dan diharapkan dapat langsung  dipraktekan di lingkungan kerja.

Pelatihan Pemahaman Dasar Perbankan Syariah (PDPS) Bank Jateng Batch 4 merupakan program Inhouse Training kerjasama antara Bank Jateng dengan Muamalat Institute yang telah terselenggara pada angkatan ke-4 di tahun 2016. Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai prinsip-prinsip dasar perbankan syariah untuk para karyawan Bank Jateng. Program yang telah dilaksanakan pada tanggal 10-11 Juni 2016/5-6 Ramadhan 1437 H ini diikuti oleh 33 Orang peserta yang berasal dari Karyawan Tetap dan Tenaga Kerja Kontrak yang dipersiapkan untuk penempatan di bagian Divisi Syariah Bank Jateng.Adapun rangkaian kegiatan ini terdiri dari pembukaan, inclass pelatihan selama 2 hari dan diakhiri dengan penutupan. Sedangkan rangkaian inclass terdiri dari presentasi materi, diskusi, sharing dan studi kasus.